Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Feb 2015 14:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menyaksikan Atraksi Peselancar di Pantai Suluban Bali

Darwance Law
d'Traveler
Aksi para peselancar di Pantai Suluban.
Aksi para peselancar di Pantai Suluban.
Jernihnya laut Suluban dari ketinggian.
Jernihnya laut Suluban dari ketinggian.
Dibawah ombak tinggi itu, ada para peselancar handal.
Dibawah ombak tinggi itu, ada para peselancar handal.
Starting point para peselancar di Suluban.
Starting point para peselancar di Suluban.
Ombaknya ganas!
Ombaknya ganas!
detikTravel Community -

Bali seringkali menjadi destinasi favorit pencinta olahraga surfing. Pantai Suluban yang terletak berdekatan dengan Pantai Uluwatu di Bali adalah salah satunya. Anda bisa surfing atau menyaksikan atraksi para peselancar.

Pulau Bali itu gudangnya pantai, pemandangan pantai-pantai di Bali juga cantik. Ingin melihat sunset cantik, tinggal jalan-jalan sore di Pantai Kuta. Ingin mandi air laut dengan suasana yang tenang, ada Pantai Dreamland.

Bosan dengan pantai di Bali yang itu-itu saja, coba ke Pantai Pandawa yang mulai terkenal. Lalu, bila mau menyaksikan atraksi para peselancar sambil merasakan suasana pantai yang eksotis, Pantai Suluban adalah jawabannya.

Di sini, selain suasananya yang tenang, atraksi para peselancar yang menunjukkan kepiawaiannya di atas ombak yang tinggi menjadi saya tarik tersendiri.

Masih seputar petualangan satu minggu Bali-Lombok kami. Saya, Adam, Hendry, dan Ridho, menghabiskan sisa waktu petualangan hari keenam kami dengan mengunjungi Uluwatu. Serupa orang lain yang kali pertama datang ke suatu tempat, kami pun tak lupa bertanya kepada warga yang kami jumpai.

Mengenai Uluwatu, jawaban yang kami terima adalah "Pura atau pantainya?" Wah, rupanya Uluwatu ada dua bagian, berupa pura dan pantai.

Pura yang dimaksud adalah Pura Uluwatu yang terkenal dengan pertunjukan tari kecaknya. Sementara pantainya adalah pantai yang dikenal dengan nama Pantai Suluban. Inilah surga para peselancar di Pulau Dewata.

Pertama, kami mengunjungi komplek Pura Uluwatu di bawah terik matahari siang. Setelahnya, kami langsung berbelok menuju penunjuk arah, mengikuti petunjuk petugas di Pura Uluwatu menuju Pantai Suluban.

Sekilas, pantai ini tampak sepi. Hanya ada beberapa orang yang menuju maupun keluar dari arah pantai, termasuk beberapa
oang turis asing yang selalu membawa papan selancar. Letak Pantai Suluban memang tersembunyi.

Sebelum sampai di pantainya kala itu, kami harus melewati beberapa kali turunan dan tanjakan dengan anak tangga yang lumayan jumlahnya. Cukup letih memang, apalagi Adam yang berbadan makmur harus bertatih-tatih saat melewati trek ini. Letih tapi hasilnya wow!

Untuk memasuki kawasan pantai ini, seingat saya cukup membayar uang parkir motor sebesar Rp 2.000/unit kepada beberapa orang warga yang menjaganya di pintu masuk pantai. Setelahnya, barulah kita bisa memasuki area pantai.

Mulanya tidak ada tanda-tanda bahwa Suluban adalah sebuah pantai. Semakin dekat dengan bunyi deburan ombak, tak kunjung rasanya kami melihat bulir-bulir pasir yang mmenandakan bahwa tempat yang kami datangi adalah pantai.

Yang ada hanyalah bongkahan bebatuan, jalan sempit yang naik turun, dan bangunan aneka rupa yang letaknya di ketinggian. Rupanya, Suluban memang bukanlah pantai sebagaimana pantai pada umumnya.

Di sini yang ada hanyalah daratan yang menjulang tinggi dengan pemandangan yang tentu saja tidak kalah dengan pantai lain. Bahkan, pemandangan di Pantai Suluban itu jawara!

Sesampainya pada sebuah ketinggian, kami duduk di sebuah bangku panjang. Dari atas, dengan leluasa kami bisa melihat atraksi para peselancar beradu kepiawaian dengan ombak Pantai Suluban. Seru tampaknya.

Uniknya lagi, sekalipun ombak begitu tinggi, pemandangan di Pantai Suluban, terutama air lautnya, tetap jernih. Sekilas mirip Pulau Lengkuas di Belitung dari ketinggian. Terumbu karang terlihat begitu terang. Sungguh Bali yang mempesona bukan?

Setelah agak lama berada di atas, saya dan Adam memilih turun, mencari spot lain untuk bisa menikmati Pantai Suluban dari jarang dekat. Saya penasaran serupa apa air laut jernih yang saya lihat dari ketinggian itu bila dilihat dari dekat.

Setelah berjalan kami melewati jalan berbatu, naik turun serupa masuk gua, sampailah kami pada sebuah lorong yang menjadi starting point para peselncar. Wah, ombaknya benar-benar ganas ternyata.

Buktinya, saat kami mencoba melangkah pelan dan menceburkan kaki kami ke dalamnya, seraya diseret-seret. Akhirnya, seraya menikmati keganasan ombak Pantai Suluban, kami melihat-lihat para peselancar memulai atraksinya.

Lantas sedikit mengabadikan Pantai Suluban dengan sebuah kamera. Kami hanya bisa berpegangan pada bebatuan yang ada di pantai itu. Mau coba berselancar? Yuk, Pantai Suluban tempatnya!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA