Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 18 Mar 2015 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bertamu ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Parapat

Rudi Chandra
d'travelers
Foto 2 dari 5
Satu-satunya furniture yang masih asli
Satu-satunya furniture yang masih asli
detikTravel Community - Bung Karno sang proklamator, ternyata pernah diasingkan oleh Belanda hingga ke Sumatera Utara. Anda yang kagum akan perjuangannya, bisa mengunjungi rumah pengasingannya di Parapat. Penasaran seperti apa?

Kota Parapat adalah sebuah kota kecil yang terletak di tepian Danau Toba. Kota ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kota Parapat merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Sumatera Utara, karena kota ini memiliki keindahan alam yang mempesona.

Kota ini juga menjadi saksi sejarah dari perjuangan Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bung karno pernah diasingkan di sebuah rumah bergaya bangunan Eropa di kota ini oleh pihak Belanda pada agresi Militer II. Rumah pengasingan Bung Karno ini terletak persis di pinggiran Danau Toba.

Sejarahnya, pada akhir Desember 1948, tiga pemimpin Republik Indonesia yang terdiri dari Bung Karno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim, dibuang ke Sumatera Utara.

Awalnya mereka ditempatkan di Berastagi. Namun tak lama kemudian, ketiganya dipindahkan ke Parapat. Hingga Akhir Januari 1949, Bung Karno dan Haji Agus Salim dipindahkan ke Pulau Bangka.

Rumah pengasingan Bung Karno di Parapat ini masih berdiri megah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadikan rumah bersejarah itu sebagai Mess Pemda. Tamu-tamu Pemprov Sumut diinapkan di rumah itu. Akibatnya, furniture rumah tersebut sudah tidak asli lagi.

Menurut pengelolanya, hanya kursi rotan di lantai dua yang masih merupakan furniture asli di rumah ini. Selain itu hanya foto-foto Bung Karno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim semasa di Parapat yang menjadi bukti sejarah, bahwa tempat ini pernah menjadi tempat pengasingan pemimpin Republik Indonesia dahulu kala.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED