Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Jul 2015 15:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Seperti Apa Sifat Asli Sahabatmu? Ajak Saja ke Hutan

Bagus Rosyid Tuasamu
detikTravel Community
Foto 1 dari 2
Membelah Vegetasi Cantigi (dok. Sahabat Petualang)
Membelah Vegetasi Cantigi (dok. Sahabat Petualang)
detikTravel Community - Hutan belantara diyakini sebagai tempat yang angker dan menyeramkan. Hanya ada pepohonan rimbun dan berbagai hewan. Bagi para petualang, hutan justru menjadi tempat bermain yang menyenangkan. Sekaligus, mencari sahabat yang sebenarnya.

Hutan belantara diyakini sebagai tempat yang paling angker dan menyeramkan bagi sebagian banyak orang. Bagaimana tidak? Tempat berkumpulnya satwa liar dan rapatnya vegetasi pepohonan menjadi salah satu alasan tidak banyak orang yang berani mengunjunginya.

Terlebih jika hutan belantara tersebut sudah masuk dalam kawasan taman nasional yang sudah tentu satwa dan tumbuhannya dilindungi oleh pemerintah. Aktivitas seperti perambahan hutan untuk perkebunan, menebang pohon, mencari kayu bakar, atau memburu satwa liar di dalam hutan sudah pasti dilarang. Artinya hanya orang-orang tertentu yang mempunyai izin dari pihak taman nasional yang boleh memasuki kawasan tersebut.

Namun bagi seorang pendaki gunung, hutan belantara seperti tempat bermain yang mengasyikkan. Dibandingkan dengan nongkrong di mal, di pinggir jalan, restoran, atau taman kota mereka lebih memilih untuk nongkrong di dalam hutan. Mendirikan tenda dan bercengkrama bersama teman-teman sambil ditemani kopi panas. Menghirup udara pagi yang jauh dari hiruk pikuk kemacetan ibukota. Duh sedapnya!

Selain tempat nongkrong yang asyik, bagi sebagian pendaki gunung hutan belantara juga tempat untuk bertukar pikiran, ide, curhat, bahkan bisa untuk mencari sahabat. Lho kok bisa? Petualangan menembus belantara hutan di gunung dapat menunjukkan karakter asli teman seperjalanan.

Apakah teman seperjalananmu itu termasuk orang yang care, egois, humble, friendly, humoris, pemarah, sok tahu, tak peduli, dan acuh bisa diketahui lewat keseharian mereka selama perjalanan membelah hutan belantara. Sifat asli mereka yang selama ini ditutup-tutupi akan muncul mtanpa tersadari. Itulah naluri alamiah manusia ketika berada di alam.

"Saya sudah pernah menjelajahi keindahan alam Nusantara. Namun yang paling berkesan untuk menemukan sahabat sejati adalah saat saya berada di tengah hutan belantara. Saya jatuh cinta dengan hutan, gunung, matahari di puncak, dan tentu para sahabat yang saya temukan di dalamnya," kata Dhini Novie yang juga salah satu penggagas komunitas Sahabat Petualang.

Bagi para traveller tidak ada salahnya mencari sahabat di dalam hutan belantara. Selain bisa bertemu sahabat dan penghuni asli habitat hutan, kita bisa bertemu dengan kawan sesama pendaki gunung. Berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka. Siapa tahu di lain kesempatan bisa menjadi teman seperjalanan kita.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED