Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Mar 2016 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Perjalanan Memukau ke Suku Baduy Dalam

Rasuane Noor
d'travelers
Foto 1 dari 5
Perumahan yang sederhana
Perumahan yang sederhana
detikTravel Community - Lebih dekat dengan alam, merasakan bagaimana manusia begitu menghargai alam. Semua bisa didapatkan saat berkunjung ke Baduy Dalam. Indahnya!

Perjalanan saya kali ini yaitu bertamu ke suku baduy dalam. Suku Baduy merupakan salah satu suku pedalaman yang ada di Pulau Jawa yang tepatnya di pedalaman Kabupaten Lebak provinsi Banten.

Suku Baduy terdiri dari Baduy Dalam dan Baduy Luar. Dari keterangan Sapri warga suku Baduy bahwa suku Baduy Luar terdiri dari 94 dusun dan Baduy Dalam terdiri dari 3 dusun. Saat kami berkunjung ke Baduy Dalam hanya bisa masuk ke salah satu dusunnya.

Perjalanan saya ke kampung suku Baduy Dalam dengan start dari Kota Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauhuni mengunakan bis umum AC ekonomi dengan ongkos Rp 30 ribu. Selanjutnya dari Pelabuhan Bakauhuni menyebrang Selat Sunda menuju Pelabuhan Merak dengan mengunakan kapal ferry.

Harga tiket penyeberangan sebesar Rp 15 ribu. Selanjutnya setelah di kapal bisa masuk ke ruangan ac dengan membayar Rp 10 ribu. Setelah di Pelabuhan Merak dilanjutkan naik bis umum menuju Terminal Kampung Rambutan dengan ongkos Rp 25 ribu.

Setelah di Jakarta kita berkumpul di Stasiun Tanah Abang untuk menuju ke Stasiun Rangkas Bitung pada pukul 7.00 WIB. Harga tiket keretanya adalah Rp 15 ribu. Setelah tiba di Rangkas Bitung dilanjutkan menggunakan minibus elf menuju ke parkiran mobil di dekat kawasan suku Baduy Luar tepatnya di Desa Ciboleger.

Perjalanan menuju tempat tinggal suku Baduy dimulai dari terminal mobil di Ciboleger dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak, melawati perkebunan, sungai, jalan-jalan yang berliku, menanjak dan menurun, melewati kampung-kampung Baduy Luar dan hutan lindung.

Perjalanan ke suku Baduy Dalam menghabiskan waktu sekitar 5-6 jam dengan berjalan kaki untuk untuk tiba di sana. Sebelumnya mulai perjalanan harus mendaftar di Desa Ciboleger serta ada banyak jasa porter atau pengangkut barang dari suku Baduy sendiri yang siap membantu.

Setelah tiba di kampung suku Baduy Dalam, kelelahan yang dirasakan setelah berjalan selama kurang lebih 6 jam bisa terbayarkan dengan kondisi alam dan kearifan lokal yang luar biasa. Keramahan mereka serta nilai budaya yang sangat kental di sana. Ditambah keselarasan dengan alam memberikan nilai kebanggaan sendiri sebagai anak bangsa.  

Pelajaran mengenai hidup menjadi poin penting sebagai pengalaman di kehidupan alam ini, banyak makna yang dirasakan saat berinteraksi di sana. Yaitu orang-orang yang ramah, bersahaja dan penuh dengan senyum serta menyatu dengan alam.  

Dari ciri berpakaian sudah memperlihatkan jati diri mereka yaitu dengan berpakaian khas di sana yang terbuat dari tenunan dan tidak mengenal berbagai jenis desain baju. Di sana lebih banyak menggunakan pakaian warna putih yang melambangkan kesucian. Orang-orang suku Baduy Dalam sangat menjaga alam salah satunya menjaga kebersihan, di mana saya tidak melihat sampah dibuang sembarangan baik di jalan atau di sungai sekitarnya.

Selain menjaga alam, mereka juga tidak berternak binatang. Mereka percaya dengan cara tersebut akan menyakiti mahluk ciptaan Tuhan Segala Alam dan mereka lebih memilih bercocok tanam.

Ketika di kampung suku Baduy Dalam ada beberapa peraturan yang harus  ditaati. Yaitu tidak boleh berfoto atau mendokumentasikan dan sejenisnya, tidak boleh mendengarkan musik dengan suara keras, tidak boleh bermain HP, dilarang membuang sampah sembarangan, dan jangan berkata-kata yang tidak sopan.

Di Baduy Dalam kita diizinkan untuk menginap semalam dan istirahat dengan menumpang di rumah warga. Selanjutnya saat pulang kita bisa melewati jembatan akar yang sudah berumur puluhan tahun.

Begitu indah negeri ini, sayang jika hanya mendengar dan melihat dari orang lain atau media, dengan melihat langsung pasti berbeda. Ayo kita jelajah, Indonesia itu indah!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA