Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Des 2015 11:24 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengungkap Sejarah Jakarta Bareng Komunitas d'Traveler

Nanang Al Batawie
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Bangunan bersejarah di Jakarta
Bangunan bersejarah di Jakarta
detikTravel Community - Jakarta punya sejarah panjang yang asyik untuk ditelusuri. Apalagi jika dilakukan bareng komunitas d'Traveler, para travel blogger-nya detikTravel. Pasti seru dan sangat berkesan!

Kali ini para d'traveler yang bermukim di wilayah Jabodetabek mengadakan kopdar yang pertama, setelah masa pendeklarasian tanggal 28 November 2015 lalu di Bogor.  Setelah melalu proses panjang pendiskusian tempat mana saja yang akan di kunjungi oleh d'traveler, akhirnya Jakarta yang dijadikan tempat pertemuan para d'traveler.

Kenapa Jakarta? Mungkin buat beberapa orang yg tinggal di Jakarta belum tentu mengerti ada apa dan bagaimana Jakarta tempo dulu. d'traveler sengaja memilih Jakarta sebagai destinasi kopi darat, sekaligus menapaki jejak-jejak sejarah Jakarta.

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi Museum Nasional Indonesia. Terdapat banyak barang peninggalan bersejarah di sini, dari mulai koleksi batu, logam, tekstil dan koleksi miniatur rumah rumah adat dari seluruh Indonesia. d'traveler jadi banyak tahu betapa kaya dan luasnya bangsa Indonesia ini, dengan segala keanekaragaman budaya dan seninya.

Perjalanan selanjutnya, d'traveler mengunjungi Museum Taman Prasasti yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Museum Nasional. Museum Taman Prasasti ini adalah warisan cagar budaya dari masa pemerintahan Hindia Belanda. d'traveler mencoba menguak sejarah apa saja yang menjadi koleksi Museum Taman Prasasti.

Ada beberapa makam tokoh Hindia Belanda seperti A.V Michiels, seorang tokoh militer Belanda pada masa perang Buleleng. Lalu ada pula koleksi makam Dr H.F Roll, pendiri sekolah kedokteran STOVIA, lalu ada koleksi makam Olivia Marianne Rafless, istri dari Thomas Standford Raffles mantan gubernur Hindia Belanda.

Selepas sholat Dzuhur dan makan siang, perjalanan dilanjutkan menapaki sejarah menuju Kota Tua, Museum Fatahillah dan Museum BI. Tidak cukup sampai situ, d'traveler melanjutkan perjalanan menyusuri Kali Besar, Chartered Bank, Toko Merah, dan Jembatan Kota Intan atau lebih dikenal dengan Jembatan Si Jungkit, ada yg bilang juga Jembatan Pasar Ayam, karena dulunya banyak yang jualan ayam di sini.

Menjelang sore, d'traveler mengakhiri perjalanan di Pelabuhan Sunda Kelapa, dimana waktu jaman pemerintahan Hindia Belanda, pelabuhan ini di gunakan sebagai pintu masuk perdagangan internasional. Ini adalah sedikit perjalanan d'traveler dalam menyingkap tabir sejarah Kota Jakarta. Kami kembali ke rumah masing masing dengan membawa sejuta cerita tentang Jakarta.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED