Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Feb 2016 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Turun Aban, Pantai Jelita di Timur Pulau Bangka

Darwance Law
d'travelers
Foto 2 dari 5
Tumpukan batu granit tengah pantai, ciri khas Turun Aban
Tumpukan batu granit tengah pantai, ciri khas Turun Aban
detikTravel Community -

Pesona pantai di Bangka seakan tak ada habisnya. Di sisi timur pulau, ada Pantai Turun Aban yang cantik dan berhias batu granit berukuran besar.

Mengisi liburan, Pulau Bangka sepertinya layak dimasukkan sebagai salah satu destinasi alternatif yang harus didatangi. Di pulau ini, terdapat begitu banyak objek wisata dengan berbagai jenis dan variasi, mulai dari pantai, pulau-pulau kecil, Danau Kaolin bekas tambang timah, wisata religi, kuliner, hingga jelajah perbukitan.

Soal pantai di Pulau Bangka, rasanya memang seakan tak akan ada habisnya. Maklum, pantai di daerah ini seolah tak terhitung jumlahnya. Setiap sudut Pulau Bangka adalah potongan surga yang dilemparkan oleh Sang Maha Pencipta ke muka bumi, berupa taburan pasir putih lagi halus laksana terigu.

Potongan surga itu adalah pantai-pantai yang menawarkan pemandangan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Salah satu dari sekian banyak surga itu adalah Pantai Turun Aban, yangtampak cantik di timur Pulau Bangka.

Pantai Turun Aban terletak di Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka (Induk), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara geografis, letaknya persis berada di antara Pantai Parai Tenggiri yang sudah dilengkapi dengan hotel dan resort, dan Pantai Matras yang tak lain adalah pantai terpanjang di Pulau Bangka.

Di antara kedua pantai yang sudah terkenal lebih dulu ini, sebetulnya ada dua pantai yang tak kalah jelita, yakni Pantai Tanjung Kelayang dan Pantai Turun Aban Sendiri. Nah, Pantai Turun Aban berada di sisi selatan Pantai Tanjung Kelayang.

Dulu, Pantai Turun Aban terkenal dengan nama Pantai Teluk Limau. Seiring dengan papan nama pantai yang dibuat oleh sekelompok mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi ternama di Pulau Bangka yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Turun Aban menjadi nama baru yang dikenal oleh wisatawan.

Apapun namanya, yang jelas pantai ini menyajikan pemandangan menarik. Pantai diapit oleh tanjung dan tumpukan batu-batu granit raksasa yang menjorok ke arah Laut Cina Selatan.

Sekilas, memang tidak ada hal yang terlampau istimewa di pantai yang sekarang mulai ramai oleh wisatawan ini. Turun Aban menyajikan pemandangan berupa pasir pantai putih yang berpadu dengan tumpukan batu granit yang menjulang tinggi.

Hanya saja, bila diperhatikan secara seksama, Pantai Turun Aban tentu memiliki ciri khasnya tersendiri. Salah satunya adalah tumpukan batu granit dengan sebatang pohon kecil di atasnya. Batu-batu bercorak legam ini berdiri gagah di tengah-tengah lekukan pantai yang lebih menyerupai teluk dalam ukuran mini ini.

Hamparan pasir pantai di Pantai Turun Aban memang tidak terlampau panjang, apalagi bila dibandingkan dengan Pantai Matras di sisi utaranya. Sebagaimana deskripsi sebelumnya, pantai ini lebih menyerupai sebuah teluk dalam ukuran mini, yang selalu dijaga oleh gumpalan batu granit raksasa.
Ukuran pantai yang tidak terlampau panjang, bentuknya yang lebih menyerupai sebuah teluk, justru membuat pantai ini cocok untuk mandi karena ombak yang telatif tenang.

Sekalipun demikian, wisatawan tetap diminta untuk berhati-hati saat mandi, tidak terlena karena ombak tinggi bisa saja datang dengan tiba-tiba. Orangtua pun diminta untuk tetap selalu mengawasi anak-anak mereka yang bermain-main di pantai ini, demi keselamatan bersama.

Apakah cukup hanya sampai di situ pesona Pantai Turun Aban? Tentu tidak. Sekalipun kecil, bukan berarti wisatawan tidak leluasa menjelajahi pantai ini untuk mencari sisi lain Pantai Turun Aban.

Cobalah naik ke bagian perbukitan yang membentuk tanjung di sebelah selatan pantai, maka wisatawan akan mendapatkan keindahan dari sisi lain, yakni Pantai Turun Aban dari ketinggian dengan batu granit khasnya yang seolah semakin mengecil.

Selain itu, wisatawan juga bisa naik salah satu batu granit paling raksasa di sisi utara. Dari atas batu ini, siapapun bisa menikmati keindahan laut timur Pulau Bangka, serta kecantikan Pantai Tanjung Kelayang dari kejauhan.

Menakjubkan bukan? Bersama Renilda dan Fini Anggraini, sepasang kakak-adik yang menjadi travelmate saya kala itu pun sempat dibuat takjub saat berada di batu ini.

Saat berpetualang di Pulau Bangka, cobalah manfaatkan waktu luang untuk singgah di pantai ini, lalu rasakan keindahan dengan menjelajahinya. Mulai dari mandi, naik ke perbukitan, sampai naik pada sebuah batu granit raksasa untuk terus mencari keindahan lain Pantai Turun Aban dari segala sisi.

Tipsnya hanya ada satu yakni selalu berhati-hati. Selain itu, wisatawan yang datang juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan pantai, serta tidak melakukan tindakan vandalisme dengan mencoret batu-batu granit yang ada di pantai ini.

Batu-batu granit pantai yang ada di Pulau Bangka, sebagian besar sudah tak lagi elok karena ulah tangan jahil yang melakukan tindakan vandalisme. Ayo berwisata dengan bijak!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA