Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Mar 2016 10:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pengalaman Berkesan Melihat Gerhana Sambil Bulan Madu

Foto 1 dari 5
Detik-detik menjelang gerhana matahari total
Detik-detik menjelang gerhana matahari total
detikTravel Community - Di antara rombongan Laskar Gerhana yang singgah ke Ternate, terselip satu kisah unik. Sambil lihat gerhana, ada anggota laskar yang sekalian bulan madu setelah tujuh tahun menikah.

Tujuh tahun menikah, saya tidak pernah mengajak istri bulan madu. Bukannya pelit, waktunya yang sempit. Satu minggu sebelum menikah, saya kecelakaan sepeda motor. Masa-masa awal pengantin baru dihabiskan dengan perawatan tangan yang patah.

Setelah itu istri mengandung, lalu melahirkan. Impian untuk bulan madu menjadi jauh karena kami tidak tega meninggalkan kedua anak untuk asyik menghabiskan waktu berdua.

Mengajak mereka serta? Kalau itu sering. Tapi ayolah, kita pasti sepaham bahwa istilah "bulan madu" akan menjalankan fungsinya manakala dunia ini serasa milik berdua saja!

Saya pikir kesempatan itu tidak pernah datang, atau minimal datang terlambat manakala anak-anak sudah beranjak dewasa. Nyatanya datang lebih cepat ketika detik.com memberi kesempatan luar biasa untuk menjadi Laskar Gerhana, program yang disponsori oleh Kementerian Pariwisata dan didukung oleh Badan keamanan Laut (Bakamla).

Saya langsung mengiyakan, terutama saya mendapat jatah satu orang untuk dibawa, yakni istri saya. Anak? Di luar dugaan, mereka mengerti kami tinggalkan.

Lalu terbanglah kami ke lokasi yang telah ditentukan oleh pihak detik.com, Ternate. Ini menjadi kejutan besar, mengingat istri pernah berujar betapa inginnya menikmati bulan madu di pulau kecil yang indah di mana bintang menari cerlang.

Ternate jelas sebuah pulau, dan matahari jelas sebuah bintang. Ini menjadi kado pernikahan yang sangat hebat, apalagi gerhana matahari total adalah fenomena astronomis yang sangat langka di Indonesia.

Kami tiba di pulau ini dengan perasaan membuncah. Penat perjalanan udara tidak terasa sama sekali. Untuk apa dirasa jika pelayanan Sriwijaya Air dan krunya amat memuaskan? Kami menjumpai beberapa tempat indah seperti Benteng Kastella, Benteng Kalamata, Batu Angus, Danau Ngade dan lainnya.

Tempat-tempat itu memiliki nilai sejarahnya masing-masing. Istri menyukai pemandangan Danau Ngade berlatarkan pulau Maitara dan Tidore yang ada di gambar uang Rp 1.000.

Sementara saya menyukai pemandangan Benteng Kalamata yang memiliki sejarah panjang dan arsitektur yang sangat unik. Setiap jejak kami tinggalkan, meniupkan getar-getar cinta yang semakin dalam.

Kami mencicipi beberapa masakan khas Ternate, seperti nasi kuning Ternate, papeda, gohu, goraka, bebey, dan ikan bobara sambal dabu-dabu. Rasanya sulit dipercaya pulau sekecil ini memiliki kekayaan rasa yang pantas untuk dirindukan.

Momentum paling dirindukan jelas gerhana matahari total. Kami memulainya dengan mengendarai kapal milik Bakamla menuju lokasi pengamatan di tengah laut.

Ini jadi pengalaman baru bagi saya, Laskar Gerhana detik.com sekaligus anggota klub astronomi yang terbiasa melakukan pengamatan benda langit di darat. Muncul kekhawatiran saya mengalami mabuk laut hingga melewatkan momen penting itu.

Untunglah kekhawatiran tidak terwujud. Semburat pagi di tubuh Halmahera, Ternate, dan Tidore menyengatku dalam diam. Indah sekali. Pemandangan serupa tidak akan saya dapatkan di Jakarta ataupun Cirebon.

Beberapa jam kemudian, langit perlahan gelap. Bulan menutupi sinar putih kekuningan matahari. Gerhana matahari total mulai terjadi di langit Ternate yang amat cerah. Lalu sontak alam sekitar gelap gulita.

Saya terperangah. Ini pengalaman pertama saya seumur hidup. Saya seperti memasuki zona antargalaksi yang terbuka akibat Lubang Hitam. Langit gelap terlihat seperti jagat raya luas, di mana matahari terlihat anomali ditemani cahaya semu Venus dan Merkurius.

Saya bahkan lupa mengambil banyak gambar. Saya hanya terpana sambil mengarahkan kamera ponsel dalam mode rekaman.

Benarlah kata orang, menikmati apa yang dialami jauh lebih mengasyikan daripada sibuk ber-selfie. Saya menikmatinya, saya mengalaminya. Terima kasih Allah atas kesempatan ini.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED