Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Mei 2016 11:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bukan Kalibiru, Ini Bukit Panembongan di Kuningan

Foto 1 dari 5
Rambu penanda Bukit Panembongan
Rambu penanda Bukit Panembongan
detikTravel Community - Kalau di Kulon Progo ada Kalibiru yang jadi favorit buat selfie, di Kuningan ada Bukit Penambongan. Pemandangan alamnya cakep banget!

Warga Wilayah III Cirebon dan sekitarnya sedang heboh dengan wisata alam baru di Kabupaten Kuningan. Bukit Panembongan, namanya. Dibuka sejak Desember 2015 dan langsung jadi primadona warga Kuningan dan sekitarnya.

Didorong rasa penasaran, saya meniti setiap kilometer menuju sana. Roda dua sengaja dipilih demi mobilitas dan aksesibilitas yang lebih baik. Satu jam perjalanan dari Cirebon, kami tiba di Kuningan.

Kami susuri Jl Diponegoro yang mengarah ke Desa Tembong, Kecamatan Garawangi di timur kota. Selang 15 menit terpampang rambu sederhana yang menjadi petunjuk menuju Bukit Panembongan. Jalan lebar berganti jalan sempit yang hanya muat satu mobil.

Kondisi jalan tergolong baik meski aspal diselingi lubang-lubang kecil. Tantangan terbesar adalah turunan dan tanjakan yang tergolong curam. Diperlukan skill dan kepercayaan diri untuk menaklukkan medan, terutama pengguna mobil apabila berpapasan dengan mobil lainnya di tanjakan.

Rambu menunjukkan Bukit Panembongan berjarak 500 meter lagi. Jalanan aspal pun berganti dengan jalanan tanah berbatu bergelombang tidak rata. Wisatawan yang memanfaatkan kendaraan roda empat mulai berjalan kaki mengingat jalan tidak lagi bisa dilalui oleh mobil.

Sementara pengendara motor cukup beruntung disediakan lahan parkir berjarak 30 meter saja dari Bukit Panembongan. Biaya parkirnya pun murah, cukup Rp 3.000 saja.

Lelah perjalanan tidak terasa begitu kaki menjejak area utama Bukit Panembongan. Panorama lembah menghampar indah di sela-sela pepohonan pinus.

Sudut kemiringan bukit sekira 30-60 derajat tidak menyurutkan niat kami dan wisatawan lainnya menjejak setiap sudut cantik untuk menikmati suasana. Sejumlah panggung bambu sengaja disediakan untuk selfie atau sekadar beristirahat menghabiskan waktu.

Dengan sendirinya, panggung tersebut menjadi ikon khas Bukit Panembongan, yang awalnya diperuntukkan sebagai bumi perkemahan ini. Salah satu ikon paling kesohor adalah Tower Guludug, salah satu wahana untuk selfie di ketinggian bukit. Wisatawan hanya dikenakan Rp 1.000 per orang untuk 10 menit di sana.

Sayangnya waktu kunjungan hanya dibatasi sampai pukul 17.00 WIB sore. Keinginan kami untuk merasakan suasana syahdu ala sunset pun tidak kesampaian.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED