Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Jul 2016 11:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengintip Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah

Shela Mandrasari
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Museum Fatahillah Jakarta
Museum Fatahillah Jakarta
detikTravel Community - Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua adalah ikonnya Jakarta. Di sini tersimpan pula sejarah kelam di zaman penjajahan Belanda, suatu penjara bawah tanah yang menyeramkan!

Tentunya tak asing bila mendengar nama museum ini. Ya museum Fatahillah yang menjadi ikon kota Jakarta ini berada di kawasan kota tua,dulunya kawasan ini adalah kawasan pusat pemerintahan sewaktu Belanda masih berkuasa di Indonesia. Museum Fatahillah sendiri dulunya adalah balai kota dimana gubernur Batavia (nama Jakarta dulu) melakukan aktivitas pemerintahannya.

Untuk mencapainya kamu hanya perlu naik busway jurusan kota dan berhenti di perhentian terakhir. Kemudian sedikit berjalan kaki (tidak sampai 10 menit dari halte busway) ke kawasan Kota Tua dan kamu akan menemukan Museum Fatahillah!

Museum ini dikelilingi oleh Museum Seni Rupa, Museum Wayang, Museum Pos dan beberapa kafe-kafe khas Jakarta yang sebagian dikunjungi orang asing. Untuk masuk ke Museum Fatahilah, pengunjung dikenakan biaya administrasi sebesar 5.000 rupiah. Pertama kali menginjakkan kaki di sini sangat terasa panas udaranya karena museum ini tidak memiliki pendingin ruangan.

Museum Fatahillah menjadi salah satu saksi sejarah Jakarta atau dikenal Batavia dulu. Banyak tersimpan lukisan orang belanda dan benda peninggalan sejarah yang dulu digunakan, seperti meja, kursi dan guci. Ada juga meriam yang berada di belakang museum. Museum ini sempat mengalami pemugaran karena ada beberapa bagian dalam gedung yang mengalami kerusakan. Terdiri dari 2 lantai dan dari atas museum ini kita dapat melihat suasana di depan museum yang menyerupai alun-alun dengan banyak warga Jakarta yang menghabiskan waktunya untuk bersantai sejenak atau berfoto-foto di sana.

Menariknya, di belakang museum ini terdapat penjara bawah tanah, khusus wanita dan pria yang terpisah. Penulis pun mencoba melihat penjara bawah tanah untuk wanita, terkesan seram dan masih dibiarkan apa adanya.

Terdapat genangan air yang berada di penjara wanita. Penjara wanita ini pun sangat kecil dan sempit dengan ukuran hanya 6x 9 meter. Konon, dulu penjara ini dihuni sekitar 40-50 orang di dalam nya dan mereka dibiarkan begitu saja tanpa diberi makanan dan minuman, sebagian dari tahanan ini meninggal sebelum adanya proses persidangan. Tahanan yang sempat merasakan dinginnya penjara wanita ini, dikabarkan pahlawan wanita dari Aceh, Cut Nyak Dhien.

Beralih ke penjara pria, menurut penulis dari segi ukuran lebih manusiawi penjara pria karena lebih besar dan terdapat beberapa ruang penjara pria yang berjejer. Di dalam penjara ini, masih terdapat bola-bola berat yang dulu digunakan untuk mengikat kaki para tahanan agar tidak melarikan diri. Namun dalam penjara ini, tidak terdapat lampu sama sekali sehingga ketika penulis masuk ke dalamnya sangat gelap dan hawa di dalam penjara tersebut yang tidak enak.

Coba lewatkan akhir pekanmu dengan mengunjungi museum ini dan masuk ke dalam bekas penjara tersebut! Sangat seru dan tentunya akan jadi pengalaman tak terlupakan mengingat museum inilah salah satu saksi sejarah kota Jakarta!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED