Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Agu 2016 14:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Terpesona Air Terjun Cantik di Lereng Semeru

Pradikta Kusuma
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kemegahan Tumpak Sewu
Kemegahan Tumpak Sewu
detikTravel Community - Kecantikan Semeru terpancar dari berbagai sisinya. Di kaki gunung misalnya, ada Air Tejrun Coban Sewu yang memesona siapa saja yang melihatnya.

Pintu untuk menuju air terjun ini berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, tepatnya di Kecamatan Pronojiwo. Jalur lintas selatan Jawa Timur yang terkenal akan jalannya yang berkelak kelok karena tepat di utara berdiri kokoh gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Tepat sebelum perbatasan kabupaten Malang dan Lumajang spanduk besar berada di pinggir jalan yang menunjukkan pintu masuk ke areal tumpak sewu. Menyusuri jalan selebar mobil yang menuntun kami ke sebuah lapangan atau tepatnya lahan parkir.

Lahan parkir yang tampaknya masih dalam tahap pembangunan, karena di beberapa sudut terdapat tukang yang sedang membuat pagar di sekeliling lahan parkir. Di atas pos kecil bertuliskan “Selamat datang di Coban Sewu”.

Usut punya usut ternyata jalur ke air terjun ini ada 3 dan dikelola oleh masing masing pihak di 2 kabupaten yang berbeda. Dari sisi Malang akan mengatakan air terjun ini sebagai Coban sesuai arti kata daerah Malang. Namun dari sisi Lumajang lebih terkenal dan biasa disebut dengan Tumpak Sewu.

Berjalan kurang lebih sepuluh menit dengan jalan yang menurun kita sudah langsung dapat mendengarkan deru kencang air yang jatuh ke bawah. Dan benar saja tak lama kita sudah dihadapkan dengan jurang lebar yang membentuk cerukan raksasa.

Di atas cerukan terdapat sungai kering dengan debit kecil berwarna coklat yang membentuk sebuah air terjun. Namun yang tak disangka adalah di setiap tebing di bawah sungai yang mengering itu keluarlah air yang berasal dari dalam tanah.

Berdebit debit air yang mengucur keluar, dan sekilas tampak lebih bersih dari aliran sungai di atasnya. Aliran air berjejeran membentuk setengah lingkaran penuh. Bulu kuduk pun merinding menyaksikan kedahsyatan air terjun ini.

Dan lagi-lagi Gunung Semeru memberikan salah satu sisi kehidupannya. Air yang terus mengalir sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Saat ini sedang musim kemarau yang di beberapa daerah mengalami kekeringan parah namun di sini, air yang keluar dari lereng semeru ini nyaris tiada henti. Timbal balik yang sepadan antara Semeru yang memberikan kehidupan dengan manusia yang selalu bisa menjaga alam.

Saya terkaget-kaget begitu mengetahui jalur untuk menuju dasar air terjun yang terbilang cukup ekstrim. Dari atas nampak sebuah tangga terbuat dari bambu yang menurun kebawah dengan elevasi hampir 90 derajat dan aku perkirakan jaraknya mencapai 25 meter.

Nyali mulai menciut melihat tangga bambu itu, dan sedikit aku perhatikan tangga ini memang kurang safety karena hanya dililit dengan tali tampar dan dipasak dengan paku paku.

Detak jantung berdegup kencang, dengkul bergetar seirama dengan peluh yang mulai bercucuran. Itulah perasaanku ketika melangkah dalam tangga bambu sempit yang menempel pada dinding tebing.

Berjalan di antara dinding dinding tebing yang kokoh menjulang membuat takjub siapa saja yang bertandang ke sini. 5 menit saya susuri sungai yang berair jernih dan dingin ini kaki saya terhenti.

Saya terpesona dengan pemandangan yang ada di depan mata. Air terjun raksasa yang berbentuk melingkar seakan menyambut saya dengan percikan air yang mulai membasahi muka dan tubuh. Tumpak sewu yang sebelumnya hanya saya saksikan dalam layar ponsel kini bisa saya saksikan sendiri.

Dari dasar sini, air yang keluar dari dalam tebing makin tampak jelas. Bagaimana caranya dia keluar dari dalam tanah lalu meluncur deras ke bawah dan terjun bebas. Air yang keluar membentuk rangkaian air terjun di sekeliling tebing yang membentuk setengah lingkaran dan menimbulkan kesan megah.

Pantas dia disebut Tumpak Sewu atau Coban Sewu karena air terjun yang begitu banyaknya, berjejer dan bisa dianalogikan berjumlah seribu. Batuan tebing yang jatuh kebawah pada masa lampau membuat tumpukan batu sendiri dan menjadikan air terjun baru dari aliran Tumpak Sewu.

Sambil berendam di sebuah aliran air terjun kecil dalam hati aku berharap agar Tumpak Sewu ini masih bisa lestari sampai kapanpun. Agar semeru tetap memberikan kelembutan dari air yang mengalir dalam rimbanya hingga memberikan kehidupan yang sampai di Tumpak Sewu.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED