Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Sep 2016 10:03 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kesakralan 7 Mata Air di Hulu Sungai Citarum

fxmuchtar
d'travelers
Foto 1 dari 5
Situ Cisanti yang indah dan asri
Situ Cisanti yang indah dan asri
detikTravel Community -

Di bagian hulu Sungai Citarum, terdapat 7 buah mata air yang sakral. Mata air ini dipercaya memiliki khasiat, bikin awet muda dan juga bikin enteng jodoh!

Sungai Citarum merupakan salah satu sungai yang penting di Pulau Jawa. Hampir 25 Juta jiwa bergantung pada Citarum. Sungai yang sangat penting ini bermula dari Situ Cisanti dan bermula dari 7 sumber mata air.

Ketujuh sumber mata air ini sendiri terpisah-pisah. Beberapa mata air bisa dikunjungi dengan mudah, dan beberapa juga tidak mudah dikunjungi. Selain agak tersembunyi, datang ke beberapa mata air itu harus ada tata cara yang dipatuhi.

Sumber-sumber mata air ini sendiri terpancar dari nama Cisanti yang artinya suci dan mensucikan. Tak heran bila banyak orang yang datang untuk mengambil airnya atau mandi di sana.

Beberapa mata air yang bisa dikunjungi dengan mudah adalah, mata air Citarum dan Cikahuripan. Saat masuk ke kompleks mata air itu, seorang kuncen sudah menunggu dan mempersilahkan masuk. Ibu itu kemudian menjelaskan tata cara mandi dan bersuci di tempat itu.

Bagi perempuan ditunjukan di bagian ujung. Sementara buat yang laki-laki ada di bagian depan. Entah mengapa harus dibedakan, padahal sumber mata airnya sama saja.

Ibu itu menjawab, "Ada dua sumber mata air di situ, keduanya punya fungsi yang berbeda. yang satu adalah Cikahuripan yang khusus perempuan dan Citarum untuk laki laki".

Saya tak begitu ambil pusing karena terpana oleh jernihnya sumber mata air itu dan juga debit air yang cukup besar. Kata Kang Agus, debitnya akan stabil begitu saja baik di musim hujan atau musim kemarau. Wah seperti air zam zam pikirku.

Saya mencoba meminumnya. Airnya segar dan terasa agak manis. Berbeda dengan air zam zam yang cenderung agak asam.

Setelah selesai menikmati sumber mata air Citarum, kami beranjak ke mata air yang lain. Namannya Cikoleberes. Di sini selain ada mata air, terdapat juga petilasan Dipati Ukur. Dipati ukur adalah salah seorang wedana Priangan di tahun 1625 sampai 1628.

Menurut penunggunya, mata air Cikoleberes lebih besar dan lebih bertuah ketimbang mata air Cikahuripan atau Citarum. Sayang sekali saya tak diizinkan melihatnya. Kata ibu itu, belum waktunya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA