Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Nov 2016 11:05 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Padepokan Bagong, Saksi Bisu Rangga dan Cinta di Film AADC 2

Arya Martin
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
detikTravel Community - Kisah romantisme Rangga dan Cinta di film AADC memang legenda. Salah satu tempat nostalgia mereka adalah Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

Kisah cinta romantis antara Rangga dan Cinta dalam sekuel filem Ada Apa Dengan Cinta memang sangat manarik perhatian para pecinta filem dan para traveler. Kota Jogja dipilih menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar, karena Jogja memang memiliki banyak sekali objek wisata yang mengandung unsur keindahan dan juga seni budaya yang kental.

Salah satunya adalah Padepokan Seni Bagong Kussudiardja yang ber lokasi di dusun Kembaran, Kabupaten Bantul. Di sini lah adegan AADC dimana terjadi perdebatan antara Rangga dan Cinta terjadi yang berujung dengan di tamparnya pipi Rangga oleh Cinta. Padepokan Seni Bagong Kussudiardja ini sudah berdiri sejak 2 Oktober 1978 oleh seniman tari dan lukis yang sangat dikenal yaitu Bagong Kussudiardja.

Letaknya yang berada di pinggir sunga Koteng membuat suasana tempat ini cukup tenang dengan gemericik suara air sungai. Suara-suara burung bekicau dan serangga serangga di antara dahan dahan pohon yang rindang juga menambah nyaman siapapun yang berada di padepokan ini.

Terdapat sebuah panggung berbentuk pendopo cukup besar yang berfungsi sebagai tempat pertunjukan dengan kapasitas 500 orang. Selain itu juga terdapat beberapa studio multifungsi yang biasa digunakan untuk menunjang proses kreatif berkesenian.

Padepokan Bagong ini juga merupakan rumah budaya yang berfungsi sebagai akomodasi untuk para seniman atau tamu yang berkunjung. Kegiatan petunjukan seni di Padepokan Bagong ini secara rutin dilakukan paling sedikit satu kali dalam sebulan.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah di bagian teras dalam terdapat patung Bagong Kussudiardja sedang duduk bersantai dengan handuk di pundaknya. Patung seakan sedang beristirahat dari kegiatan latihan tari.

Patung ini menghadap ke panggung padepokan yang digunakan sebagai tempat pertunjukan seolah sedang ikut menonton petunjukan atau latihan pra seniman sehari-hari di area padepokan. Padepokan Bagong kini dipimpin oleh anak dari Bagong Kussudiardja sendiri yang juga seniman yaitu Butet Kertarajasa yang merupakan saudara kandung Djaduk Ferianto.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED