Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Des 2016 11:01 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tahun Baru di Sawahlunto, Ada Museum Kereta Api

Muhammad Catur Nugraha
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Museum Kereta Api Sawahlunto
Museum Kereta Api Sawahlunto
detikTravel Community - Selain di Ambarawa, Indonesia memiliki museum kereta api kedua yang berada di Sumatera Barat tepatnya di Kota Sawahlunto. Saat libur Tahun Baru, yuk ke sini!

Museum Kereta Api Sawahlunto berada di Jalan Kampung Teleng, Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Museum ini dulunya adalah stasiun yang telah berdiri sejak masa kolonial Belanda, kira-kira tahun 1918.

Stasiun kereta ini dibangun paska ditemukannya kandungan batu bara yang mencapai 200 juta ton oleh ahli Geologi asal Belanda, WH de Greeve pada 1868.

Sejak saat itu Pemerintah Kolonial Belanda menanamkan modal sebesar 5,5 juta Gulden untuk membangun permukiman dan fasilitas perusahaan tambang batubara Ombilin. Salah satunya adalah jalur kereta Api Sawahlunto hingga Emma Haven (Teluk Bayur) lengkap dengan stasiunnya.

Setelah berfungsi sebagai stasiun kereta api selama beberapa dekade, stasiun ini beralih fungsi menjadi museum pada 17 Desember 2015. Sejak saat itu, Indonesia punya dua museum kereta api, yaitu Museum Kereta Api Ambarawa dan Museum Kereta Api Sawahlunto.

Museum Kereta Api Sawahlunto memiliki beberapa koleksi diantaranya jam besar, alat – alat sinyal dan komunikasi, foto dokumentasi terkait sejarah pembangunan jalur kereta api dan stasiun, miniature lokomotif, brankas, dongkrak rel, label pabrik, timbangan, lonceng penjaga dan baterai lokomotif.

Dari banyaknya koleksi di museum ini yang paling menarik perhatian tentunya adalah Loko Uap Mak Itam Seri E 10160 yang disimpan di bengkel yang berada di belakang museum. Pada saat kunjungan saya kesana loko uap legendaris ini sedang diperbaiki oleh seorang teknisi.

Kabar gembiranya setelah lama tak menjerit, kini Mak Itam mulai kembali beroperasi sebagai kereta wisata. Lokomotif Mak Itam menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Batubara di masukan ke dalam tungku pembakaran untuk memanaskan ketel uapnya.

Sangat menarik bukan? Tiket masuk Museum Kereta Api Sawahlunto hanya Rp 3.000, dan pastikan Anda tidak salah menentukan waktu berkunjung ke Sawahlunto karena pada hari Senin museum-museum yang ada di kota ini tutup.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Toilet Mewah ala Lawang Sewu

Minggu, 22 Okt 2017 09:52 WIB

Kalau liburan ke Semarang, kurang greget bila tidak mampir ke bangunan kuno bernama Lawang Sewu. Yang perlu traveler tahu, ternyata toilet Lawang Sewu mewah.