Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Jan 2017 13:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jalan-jalan ke Taman Seni di Bandung Yuk!

Feni Novida Saragih
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Taman yang segar dan rindang di Nu Art Sculpture Park
Taman yang segar dan rindang di Nu Art Sculpture Park
detikTravel Community - Bandung terkenal dengan taman tematik dan kreatif. Ada satu taman berseni tinggi dan dikelola oleh seniman terkenal, namanya NuArt Sculpture Park.

NuArt Sculpture Park terletak di Jl Setraduta Raya No L 6, Bandung, tepatnya berada di kawasan perumahan Setra Duta yang terkenal dengan patung tangan raksasanya. Dari pintu tol Pasteur, tinggal 10-15 menit berkendara menuju lokasi ini. Nu Art merupakan taman sekaligus galeri dengan udara yang segar, suasana yang tenang, dan terdapat banyak karya-karya seniman terkenal, salah satunya milik sang empunya, Nyoman Nuarta. Beliau merupakan seorang seniman, alumni ITB, dan menjadi dosen seni.

Jika traveler familiar dengan Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, itu merupakan hasil pahatan tangan Pak Nyoman. Ya, galeri ini pun berisi banyak benda seni pahatan, baik terbuat dari batu, perunggu, maupun tembaga. Selain patung, terdapat juga lukisan-lukisan hasil karya Pak Nyoman dan seniman lainnya yang pernah berkarya bersama.

Masuk ke pintu gedung utama, pengunjung akan disambut para petugas galeri untuk mengisi buku daftar pengunjung dan mendapat penjelasan seputar tata cara berkunjung di NuArt, serta membayar uang masuk sebesar Rp50.000 dan uang parkir kendaraan sebesar Rp2.000. Pengunjung akan diberikan tiket dan sticker NuArt yang dapat dibawa pulang.

Pengunjung diperbolehkan menikmati hasil karya seni dan foto-foto, hanya saja tidak diperbolehkan menyentuh karya, memasuki area yang sudah diberikan batas pengunjung, serta tidak diperbolehkan foto-foto menggunakan flash dan tongkat selfie. Selain untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan seluruh pengunjung, hal tersebut juga untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan, seperti benda yang dipamerkan tersentuh atau tersenggol, sehingga dapat merusak karya seni.

Beberapa hasil karya yang dipamerkan seperti patung Rush Hour II, patung Moksha, lukisan-lukisan dewa-dewi, Pigeon, dan masih banyak lagi. Traveler juga bisa membaca berbagai penjelasan karya seni dan jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, ada petugas yang dapat membantu.

Ingin rehat sejenak setelah berkeliling menikmati karya seni baik di lantai dasar dan lantai dua, ada N-Cafe yang terletak di sebelah gedung utama. Makanan yang disajikan kebanyakan adalah masakan khas daerah, seperti Nasi Campur Belong, Nasi Soto, Nasi Bebek Betutu, dan lain sebagainya. Rasakanlah nikmatnya menyantap makanan ditemani rindangnya pepohonan, segarnya udara, dan suasana yang tenang.

Ingin membawa buah tangan khas Nu Art? Sebelum pulang, jangan lewatkan toko souvenir yang berada di gedung utama. Banyak hasil kerajinan yang dijual seperti replika patung-patung Pak Nyoman, dompet, kain batik, lukisan, kaos, kipas, ukir-ukiran, dan hiasan lainnya yang dapat menambah keindahan di rumah traveler.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Mari Kita Jaga Badak Jawa

Jumat, 22 Sep 2017 18:50 WIB

Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengajak semua pihak peduli keberadaan badak Jawa. Yuk!