Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 30 Jan 2017 11:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berkunjung ke Desa Nazaret yang Bersejarah di Israel

Archi Persita Wulan Ari
detikTravel Community
Foto 1 dari 4
Gembala dengan kandang ternaknya
Gembala dengan kandang ternaknya
detikTravel Community - Traveler yang berziarah ke Israel, bisa berkunjung juga ke Desa Nazareth. Di sini kamu bisa melihat suasana pedesaan dari abad Ke-1, hingga replika makam Yesus.

Nazareth Village yang dibuka pada tahun 2000 merupakan sebuah museum terbuka di Nazareth, Israel. Museum ini merepresentasikan kehidupan zaman Yesus pada abad 1, dimana terdapat model desa yang otentik.

Nazareth Village memiliki luas 6 hektar dan berlokasi sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari pusat Kota Nazareth. Nazareth Village dikelola oleh sejarawan lokal bernama Dr Nakhle Bishara yang juga merupakan Direktur medis dari Rumah Sakit Nazareth dan bekerja sama dengan Center for the Study of Early Christianity (CSEC).

Apa hubungannya Nazareth Village dengan Rumah Sakit Nazareth? Rupanya, lahan yang digunakan untuk mendirikan Nazareth Village, dulunya merupakan lahan kosong dari Rumah Sakit Nazareth.

Jika biasanya berkunjung di museum membuat bosan, berbeda dengan Nazareth Village. Tempat ini memotivasi pengunjung untuk berinteraksi dengan alam dan belajar cara hidup kuno. Apakah aman untuk anak-anak? Tentu saja. Nazareth Village menjadi salah satu tujuan wisata yang terbuka untuk segala usia.

Pengunjung akan dipandu oleh guide lokal yang berbahasa Inggris, Italia, Jerman, Arab, Perancis, Rusia, Spanyol, Finlandia dan Ibrani. Guide ini akan mengantar dan menjelaskan mengenai masing-masing spot, antara lain :

1. Peternakan

Pengunjung dapat melihat seorang yang berperan sebagai penjaga di dekat kandang kambing. Pengunjung bolehberinteraksi dengan hewan-hewan ternak dan gembala.

2. Replika makam Yesus

Terdapat replika makam Yesus dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga pengunjung memiliki gambaran bagaimana kondisi makam batu yang digunakan pada jaman dahulu.

3. Tempat pemerasan anggur

4. Tempat penenunan benang wol

5. Tempat kerja tukang kayu

6. Sinagog atau rumah ibadat

Para pekerja yang berperan sebagai gembala, tukang kayu maupun penenun merupakan orang-orang Nazareth (maupun di luar Nazareth) yang beragama Islam dan Kristen. Tentu saja tempat ini bukan ekslusif untuk satu agama tertentu, namun dibuka untuk umum.

Keistimewaan lain dari Nazareth Village adalah pengunjung dapat memesan makanan khusus yaitu makanan yang pernah disajikan di dalam cerita Alkitab seperti : Martha meal yang berupa makanan yang disajikan oleh Martha ketika Yesus singgah di rumahnya, sup kacang merah Yakub yang diberikan Yakub kepada Esau saudaranya, atau makanan Paskah. Tentu saja, pengunjung harus memesan jauh-jauh hari sebelumnya untuk menikmati pengalaman ini.

Nazareth Village dikelola oleh organisasi non profit dimana untuk biaya operasionalnya mengandalkan pemasukan dari tiket masuk dan toko yang menjual souvenir serta video tentang museum ini. Oleh sebab itu, terdapat larangan untuk membuat rekaman video selama mengikuti tour di sini. Pengunjung hanya boleh foto saja. Mereka juga menerima donasi dalam bentuk pembuatan Tree of Light, Builder Walk ataupun donasi sukarela.

Untuk harga tiket masuknya, sekitar 50 NIS (New Israeli Shekels, 1 USD= 3,6 NIS), 5-17 tahun= 25 NIS, dan di bawah 5 tahun = gratis.

Jam Operasionalnya mulai dari hari Senin-Sabtu = 09.00-17.00, sementara pada hari Minggu: hanya untuk pemesanan khusus dalam jumlah tertentu, dan pada hari raya tempat ini tutup. Disarankan untuk mengadakan reservasi terlebih dahulu supaya tidak mengantri lama.

Traveler, mau mencoba destinasi unik di 2017? Jangan lupa sisipkan Nazareth Village di bucket list travel kamu.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED