Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Mar 2017 15:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengejar Sunset di Embung Nglanggeran, Gunungkidul

basri bachtiar
detikTravel Community
Foto 1 dari 4
Refleksi cahaya yang cantik
Refleksi cahaya yang cantik
detikTravel Community - Gunungkidul di DI Yogyakarta Memang Istimewa. Datang Ke sana, traveler bisa melihat sunset di atas Embung Nglanggeran.

Di bagian utara kita dapat menikmati kawasan Gunung Merapi dan bagian Selatan kita dapat menikmati keindahan Pantai. Dan kini terdapat satu lagi lokasi wisata di Yogyakarta, tepatnya di Gunungkidul, yaitu Embung Nglanggeran.

Embung adalah kata yang digunakan oleh orang-orang Jawa yang berarti telaga buatan. Embung Nglanggeran merupakan sebuah telaga buatan yang digunakan untuk menampung air hujan dan kemudian digunakan untuk mengatur suplai air ketika terjadi kekurangan air sehingga dapat digunakan petani untuk mengairi lahan.

Selain itu, Embung Nglanggeran juga dijadikan tempat wisata yang sangat instagenic karena berada di atas bukit dan dekat dengan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Embung Nglanggeran berada di Dusun Nglanggeran Wetan, Kecamatan Nglanggeran Patuk, Gunung Kidul. Objek wisata ini belum lama dibuka yakni 4 tahun silam, tepatnya 19 Februari 2013 yang diresmikan secara langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Embung Nglanggeran berada di atas bukit, oleh karena itu di sini kita dapat menikmati keindahan alam Gunungkidul dan hijaunya perkebunan warga.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Embung Nglanggeran adalah ketika menjelang sore hari. Selain untuk menghindari teriknya matahari, berkunjung pada sore hari juga kita akan dapat menikmati keindahan matahari terbenam yang sangat mempesona.

Kolaborasi warna jingga matahari terbenam yang terpantul pada air yang berada di embung menciptakan refleksi yang sangat indah. Pada sore hari pun, kita dapat menikmati semilir angin sepoi-sepoi yang menyegarkan.

Rute menuju Embung Nglanggeran adalah jika dari pusat kota Yogyakarta kita dapat mengambil arah tenggara menuju ring road Ketandan, Jalan Wonosari.

Setelah itu kita mengikuti jalan kurang lebih 12 KM hingga tiba di daerah piyungan dan lurus saja, hingga Bukit Bintang. Setelah itu ada perempatan dan kita belok kiri menuju Desa Ngoro-Ngoro.

Setelah itu kita tinggal mengikuti jalan dan akan menemui beberapa relay stasiun televisi. Setelah itu ada pertigaan dekat puskesmas Patuk dan kita belok kanan menuju pendopo Kalisong dang ikuti jalan saja hingga menemui SD Nglanggeran dan nanti kita dapat menemui petunjuk jalan menuju Embung Nglanggeran atau kebun buah Nglanggeran.

Oh iya, untuk menuju ke sini tidak ada rute angkutan umum. Sehingga kita harus membawa kendaraan pribadi.

Sesampainya di pintu masuk, kita akan dipungut retribusi dengan harga Rp 7.000 dan kita tinggal memarkirkan kendaraan kita. Setelah memarkirkan kendaraan, kita akan dapat melihat Gunung api Purba Nglanggeran yang cukup tinggi.

Setelah di area parkir, kita berjalan menuju embung dengan menaiki anak tangga yang cukup tinggi. Tenang saja rasa lelah kita akan terbayar dengan keindahan pemandangan yang nanti kita dapatkan.

Setelah tiba di sekitar embung, kita dapat bersantai-santai di Gazebo yang memang disediakan pengelola wisata ini. Dari Gazebo ini kita dapat menikmati keindahan Embung Nglanggeran dan sambil menunggu matahari terbenam.

Ketika malam hari tiba pun, sudah terpasang lampu-lampu yang mengelilingi embung yang menambah cantik Embung Nglanggeran.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Eksotisme Hutan Mati di Garut

Kamis, 14 Des 2017 23:10 WIB

Hutan mati di Gunung Papandayan, Garut sudah terkenal dengan eksotismenya. Meski jalur ke sana terbilang landai, harus tetap butuh stamina.