Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Mar 2017 10:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ketika Bencana Lumpur Jadi Objek Wisata di Sidoarjo

Widi Arini
detikTravel Community
Foto 1 dari 4
Jalan raya dan rel kereta di Porong yang terkena dampak
Jalan raya dan rel kereta di Porong yang terkena dampak
detikTravel Community - Pada tahun 2006 silam, bencana lumpur melanda dan meluluhlantakkan Sidoarjo. Kini, bekas desa tersebut malah menjadi objek wisata.

Beberapa tahun berlalu, lumpur Lapindo yang merupakan bencana nasional kini menjadi salah satu objek wisata yang cukup diminati di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, di sini masih merupakan pemukiman padat penduduk. Selain itu, di Kawasan Porong ini juga merupakan sentra perekonomian bagi masyarakat sekitar karena banyaknya lapangan pekerjaan yang tercipta.

Tiba-tiba, tepat di tahun 2006 menjadi awal titik balik kehancuran di kawasan Porong ini. Dimulai dengan munculnya semburan lumpur panas di Desa Renokenongo, kecamatan Porong.

Keluarnya lumpur panas tersebut merupakan salah satu dampak dari aktivitas pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan Lapindo pada saat itu.

Sejak saat itu seluruh aktivitas perekonomian lumpuh karena pemukiman warga terendam lumpur panas tadi, bahkan sampai melumpuhkan lalu lintas karena lumpur tadi meluber ke jalan raya dan rel kereta api.

Namun dibalik musibah tadi, ada sedikit cercah cahaya yang bisa menjadi harapan warga di sana. Tempat yang dulunya hanya kolam lumpur, sekarang sudah menjadi salah satu tujuan wisata jika kamu berkunjung ke Sidoarjo.

Ironi memang menyebut tempat ini dengan sebutan objek wisata, karena sejatinya lumpur Lapindo ini adalah sebuah bencana yang memilukan. Tapi apa mau dikata, kalau ternyata tempat ini menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan banyak pengunjung.

Yap, wisatawan yang datang rata-rata bukan untuk mengagumi keindahan yang ada di kolam lumpur ini seperti pada umumnya mereka berwisata. Mereka kebanyakan datang karena penasaran dengan bentuk fisik semburan lumpur yang meluluhlantakkan daerah Porong, Sidoarjo.

Banyak juga yang menjadikan tempat ini untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga alam dan kebesaran Tuhan. Merenungkan bahwa merusak alam dan bertindak serakah tanpa perhitungan dapat mendatangkan bencana yang berdampak luas seperti semburan lumpur Lapindo ini.

Di sini selain kolam lumpur, kita juga bisa melihat prasasti yang merupakan curahan hati para korban, patung manusia yang tenggelam di lumpur dan lain sebagainya.

Jika Anda tertarik berkunjung ke objek wisata ini sebaiknya datang pagi atau sore hari, karena siang hari suhu udara di sini sangat panas.

Selain itu, sempatkanlah membeli sesuatu di warung-warung yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Karena hal tersebut dapat sedikit membantu membangun perekonomian mereka kembali.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED