Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 31 Jan 2017 13:44 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Semarang Tawang, Stasiun Tua Sarat Sejarah

Muhammad Catur Nugraha
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Stasiun Semarang Tawang
Stasiun Semarang Tawang
detikTravel Community - Traveler yang pernah berkunjung ke Semarang naik kereta api via jalur, utara Jawa maka tentu mengenal Stasiun Semarang Tawang. Stasiun tua yang sarat sejarah.

Semua kereta penumpang yang melintasi jalur utara, baik kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi berhenti atau sekedar melewati stasiun ini. Stasiun yang berada di Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang ini ternyata menyimpan banyak sejarah tentang perkeretaapian Indonesia.

Stasiun ini didirikan oleh perusahaan kereta api swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda Mr Sloth Blauwboer. Setelah rancangan disetujui, upacara peletakan batu pertama pembangunan dimulai pada 29 April 1911.

Tiga tahun kemudian stasiun baru NISM selesai dan diresmikan pada 1 Juni 1914. Sesuai nama wilayahnya, stasiun tersebut dinamakan Stasiun (Semarang) Tawang NIS. Sejak peresmian itu stasiun lama semarang lebih dikhususkan untuk stasiun bongkat muat barang dan Stasiun Tawang hanya melayani kereta api penumpang.

Saat masa kemerdekaan, Stasiun Tawang setidaknya pernah menyelenggarakan perjalanan kereta api luar biasa (KLB) sebanyak dua kali. Pertama ialah pada saat para pemuda dan pekerja kereta api di Semarang Tawang melakukan perjalanan jurusan Bandung untuk pertama kalinya. Perjalanan pada 10 September 1945 itu untuk membuktikan kepada para pimpinan Indonesia di kantor pusat Bandung bahwa perkeretaapian di seluruh Jawa Tengah sudah berhasil dikuasai Indonesia.

KLB kedua terjadi pada akhir bulan Oktober 1945, yaitu kedatangan Presiden Soekarno disertai Sekneg Gafar Pringgodigdo di Stasiun Tawang untuk perundingan gencatan 'Pertempuran Lima Hari Semarang' pada peristiwa pertempuran itu sendiri, awak Stasiun Tawang sigap membantu mengungsikan 15 lokomotif kiriman dari Stasiun Poncol untuk diteruskan menuju Kedungjati.

Selain memiliki cerita sejarah yang menarik untuk diketahui, Stasiun Semarang Tawang memiliki keunikan tersendiri yaitu jika umumnya stasiun kereta di Indonesia memakai nada Westminster Chime sebagai penanda kedatang kereta, maka tidak dengan Stasiun Tawang. Stasiun ini menggunakan melodi bel pertanda datang-perginya KA selalu menggunakan lagu tradisional khas daerah Semarang yang berjudul "Gambang Semarang".
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED