Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Feb 2017 11:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Habis Nyoblos di Aceh, Yuk Berburu Kuliner Khasnya!

Muhammad Catur Nugraha
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Aneka makanan khas Aceh Besar
Aneka makanan khas Aceh Besar
detikTravel Community - Setelah nyoblos di Aceh, jangan langsung pulang. Traveler bisa berburu kuliner khas Aceh yang menggoyang lidah. Salah satu tempatnya ada di Aceh Besar.

Kuliner khas Aceh memang sudah cukup populer di ibukota. Namun dari sepengamatan saya masih terbatas pada Mie Aceh saja. Sedangkan untuk makanan yang lebih spesifiknya lagi hingga saat ini masih sulit ditemukan di pelosok Jakarta.

Oleh karena itu ketika saya mendapatkan kesempatan mengunjungi provinsi yang dijuluki sebagai Serambi Mekah ini saya memanfaatkannya untuk mencari dan mencicipi makanan khas Aceh.

Usai mengunjungi obyek wisata tsunami Rumah di Atas Atap Rumah, bang Zulfan mengajak saya dan keluarga mampir ke sebuah rumah makan di Aceh Besar, namanya Rumah Makan Di Blank yang berada di Jalan Kereta Api Lama Desa Santan Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Persisnya di belakang penjara Lambaro.

Rumah makan Di Blank terbuat dari bambu dan kayu, seperti gazebo, jadi terasa sekali suasana alamnya apalagi lokasinya berada di tengah area hamparan hijau sawah dengan semilir angin menambah sejuk suasana. Selain itu kita juga bisa lihat ratusan burung kuntul yang berjejer rapi ditengah persawahan

Rumah makan ini menyajikan beraneka olahan masakan khas Aceh Besar, sesuai dengan lokasinya. Usai memilih tempat yang diinginkan kami pun memesan masakan yang menjadi menu andalan di rumah ini seperti kari kambing, kari daging sapi, keumamah dan ayam tangkap.

Kari di rumah makan ini berbeda dengan biasanya. Jika umumnya kuah kari memakai santan sebagai bahan utama namun kari disini menggunakan kelapa gongseng dipadu dengan racikan aneka bumbu dan rempah. Rasanya istimewa!

Ayam tangkap, pernah dengar? Ayam tangkap adalah ayam goreng yang disajikan dalam keadaan panas-panas dan bertabur daun temuru dan pandan. Ayam yang digunakan ayam kampung muda sehingga daging ayamnya terasa namun teksturnya tidak alot.

Sedangkan Keumamah adalah ikan tongkol yang sudah dikeringkan dan dimasak dengan cara ditumis kering lalu dicampur dengan asam sunti. Asam sunti terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan dengan cara dijemur dan digarami berhari-hari sehingga menghasilkan citarasa asam yang kuat.

Sebagai pelengkap ada anyang yakni bunga pepaya yang direbus dan dicampur dengan kelapa goseng, kelapa mengkal, dan kacang tanah yang dihaluskan. Sebagai orang Indonesia maka tak lengkap rasanya jika makan tanpa sambal, disini ada sambal udeung  yang terbuat dari udang yang direbus kemudian digiling kasar bersama belimbing wuluh.

Untuk minumannya rumah makan ini memiliki minuman khas yaitu Es Ketimun dan Es Pepaya. Rasanya sangat pas sekali karena usai memakan kari kambing atau sapi maka tubuh terasa panas lalu es ketimun ini bisa menjadi penyejuknya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED