Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Mei 2017 10:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Yang Harus Kamu Coba di Yogyakarta: Panahan Tradisional

Brigida Emi Lilia
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
posisi yang benar ibu jari harusnya menempel  di pipi
posisi yang benar ibu jari harusnya menempel di pipi
detikTravel Community - Yogyakarta tak hanya cantik alamnya saja, tapi juga budayanya. Yuk, lebih mengenal Yogyakarta lewat panahan tradisional atau jemparingan.

Berawal dari sebuah artikel di internet , saya tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang jemparingan atau panahan tradisional. Setelah mencari dari berbagai sumber, saya memperoleh informasi bahwa di kota Yogyakarta ada tempat yang menyelenggarakan workshop kegiatan ini.

Pada saat mempunyai kesempatan ke kota Yogyayakarta, saya pun langsung menghubungi mas Wisnu, pelatih panahan tradisional yang berlokasi di daerah Siliran Lor.

Pada waktu yang telah disepakati saya ditemani keponakan meluncur ke daerah Siliran Lor dan menemui mas Wisnu yang sudah siap dilokasi. Mas Wisnu menyambut kami dengan ramah.

Kemudian ia menjelaskan bahwa di daerah siliran lor ini banyak warganya yang menguasai panahan tradisional. Mereka sendiri mempunyai alat-alat panah pribadi dan berlatih bersama-sama di lapangan yang akan kami gunakan untuk berlatih.

Sesampainya di lapangan, beberapa orang tengah merapikan alat sasaran yang hanya berupa tongkat kecil berwarna putih dengan diameter sekitar 2cm. sasaran berisi kain atau busa dengan panjang sekitar 25cm yang sudah terkena beberapa tusukan anak panah.

Setelah lapangan siap pelajaranpun dimulai. Mas Wisnu memberi pengenalan alat dimulai dari busur: panjang busur disesuaikan dengan tinggi badan pengguna, anak panah: dibuat dengan bagian belakang beraneka warna, biasanya sesuai pesanan pengguna, alat pelindung tangan: untuk melindungi pergelangan tangan dari hentakan tali busur saat dilepaskan, serta pelindung jari.

Sebelum menggunakan busur asli, saya diberi busur yang biasa digunakan untuk menari. Saya diajarkan untuk memegang busur dengan benar dan posisi yang tepat.

Setelah dipandang cukup menguasai posisi dasar, kami pun berganti pakaian tradisional dan diberi busur yang asli. Dengan berat hampir 1 kg, busur initerasa berbeda dengan busur menari. Terlebih saat saya diminta untuk menarik tali busur. Sangat berat.

Sikap yang benar saat menarik busur adalah ibu jari tangan kanan menempel di pipi sebelah kanan. Gunanya untuk menahan agar busur tetap stabil saat kita membidik sasaran.

Tetapi karena berat, saya hanya mampu meletakkan ibu jari tangan kanan di hidung. Kami berlatih menarik tali busur tanpa melepaskan. Otot lengan dan dan otot dada pun bekerja. Ini akan menimbulkan rasa pegal.

Setelah terbiasa menarik tali busur, saya diberi anak panah dan mulai membidik sasaran. Sasaran dimulai dari jarak dekat sekitar 2 meter .

Saya tarik anak panah dan mulai membidik ke arah sasaran. Beberapa kali mencoba, belum ada satu anak panahpun yang mengenai sasaran. Sesekai anak panah menyentuh tali sasaran dan menghasilkan suara gemerincing karena pada tali tempat mengikat sasaran diberi beberapa lonceng kecil. Sehingga jika anak panah yang kita lepaskan menyentuh tali akan terdengar suara gemerincing.

Setelah mencoba beberapa kali, jarak pun ditambah menjadi sekitar 5 meter, 10 meter dan seterusnya. Hari semakin sore ketika kami menyudahi latihan hari itu.

Lapangan semakin ramai, karena ada 2 remaja puteri yang juga berminat untuk mempelajari panahan tradisional ini. Di samping itu, ada beberapa anggota tetap kelompok ini yang akan berlatih guna mempersiapkan diri menghadapi acara "gladen" atau perlombaan diantara sesama anggota.

Senang rasanya melihat betapa mereka dengan santai menarik anak panah dan melepaskannya dari jarak 30 meter dan nyaris menegenai sasaran. Sungguh diperlukan latihan yang cukup lama untuk mencapai tingkat kemahiran seperti itu.

Tertarik mempelajari jemparingan , sempatkan waktu saat mengunjungi kota Yogyakarta dan dapatkan pengalaman menarik mempelajari panahan tradisional.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
20detik

Pesisir Selatan Jatim Berpesta di FKKS

Minggu, 22 Okt 2017 15:04 WIB

Pembukaan Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) di Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek berlangsung meriah. Ini dia video gambaran kemeriahan tersebut.