Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Apr 2017 11:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Gunung Rinjani yang Bikin Rindu

basri bachtiar
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Start awal pendakian
Start awal pendakian
detikTravel Community - Gunung Rinjani menawarkan pemandangan yang sungguh indah. Tak mengherankan kalau pendakian di Rinjani selalu bikin rindu.

Siapa yang tidak mengenal Gunung Rinjani, Gunung yang sangat terkenal akan kecantikan Dewi Anjaninya. Gunung yang merupakan salah satu 'Seven Summit' Indonesia. Gunung yang terkenal dengan indahnya danau segara anak. Ya betul, Gunung Rinjani memang indah dan kita akan terpesona dengan keindahannya.

Gunung Rinjani terletak di Pulau, Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani merupakan Gunung Berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan memiliki ketinggian 3.726 Mdpl. Di sebelah timur Gunung Rinjani terdapat danau yang sangat indah yaitu Segara Anak. Dan di sebelah Segara Anak terdapat juga Gunung baru yaitu Gunung Barujari. Gunung kecil tersebut saat ini juga masih aktif dan terakhir meletus pada tahun 2015 yang lalu.

Pada kesempatan ini saya akan sedikit bercerita mengenai pendakian saya ketika mendaki Gunung Rinjani. Jalur pendakian Gunung Rinjani terbagi 3 yaitu melalui Jalur Sembalun, Jalur Senaru, dan Torean.

Saat itu, saya memilih mendaki melalui Jalur Desa Sembalun dan turun melalui Desa Senaru. Desa Sembalun memang cukup terkenal sebagai serpihan surga di Kaki Rinjani karena terkenal keindahaanya. Oleh karena itu saya memilih melalui jalur Desa Sembalun.

Desa Sembalun merupakan sebuah desa dengan ketinggian 1.150 mdpl. Untuk menuju Desa Sembalun, dari Kota Mataram tersedia angkutan umum Jurusan Mataram-Aikmel. Setelah itu kita dapat menyambung dengan kendaraan lain.

Selain itu jika kita dari Bandara, sebaiknya dan lebih mudah sewa mobil dengan kisaran harga 300-400ribu jika dating dengan rombongan. Waktu yang ditempuh kurang lebih 3 jam dari Bandara ke Desa Sembalun. Di Desa Sembalun terpadat pos perizinan yang sering disebut Rinjani Trekking Centre.

Setelah mengurus perizinan, saya pun dapat memulai pendakian. Pendakian dimulai dengan melintasi perkebunan sayur warga. Pendakian melalui jalur Sembalun, kita akan melewati beberapa pos dengan tingkat kesulitan dan tipe jalur yang berbeda antar pos 1 ke pos yang lainnya.

Perjalanan dari pos perizinan ke pos 1 atau sering disebut pos pemantauan masih agak landai dan anggap saja proses pemanasan. Waktu tempuh dari pos perizinan ke Pos 1 kurang lebih 1 jam. Saran saya mulailah pendakian di pagi hari karena jika mulai terlalu siang, sudah cukup panas karena jalur sembalun merupakan jalur terbuka.

Di pos 1 yang memiliki ketinggian 1.300 mdpl kita dapat beristirahat sejenak, ingat ya sejenak atau sebentar saja karena perjalanan masih jauh dan jika tak ingin sampai di pos terakhir sebelum puncak kemalaman.

Dari pos 1 ke pos 2 atau disebut pos Tengengean yang memili ketinggian 1.500 mdpl, waktu yang ditempuh kurang lebih 2 jam. Jalur yang dilalui merupakan jalur Padang Savana terbuka yang cukup terik akan tetapi indah sekali.

Hijau rerumputan dan gagahnya puncak rinjani dari kejauhan. Di Pos 2 ini juga terdapat bangunan untuk sekedar istirahat akan tetapi saying sekali kondisinya banyak sampah.

Dari pos 2 kita dapat melanjutkan ke Pos 3 atau pos Balong dengan ketinggian 2.000 mdpl. Waktu yang ditempuh kurang lebih 1 jam. Jalur yang dilewati masih sama yaitu padang savana luas dan bukit.

Dari pos 2 ke pos 3 pun kita akan melalui sungai-sungai mati tak berarus. Sesampainya di Pos 3 sebaliknya kita beristirahat agak lama karena trek akan dilalui setelah Pos 3 ini cukup berat. Sebaiknya juga kita makan yang cukup di pos ini untuk kembali mengisi tenaga.

Setelah Pos 3 ini kita akan menuju Pos terakhir sebelum Puncak yaitu Plawangan Sembalun. Jalur yang kita lalui cukuplah berat. Kita akan melwati bukit yang cukup terkenal jika mendaki Rinjani melalui Sembalun yaitu Bukit Penyesalan.

Trek dengan 9 Bukit, kita akan keluar masuk hutan, jalur yang curam, naik terus tiada bonus. Waktu tempuh dari Pos 3 ke Plawangan sembalun kurang lebih 4 hingga 5 jam.

Setelah bersusah payah, kita akan bertemu suatu tempat yang sangat indah yaitu Plawangan Sembalun. Plawangan Sembalun memiliki ketinggian 2.639 mdpl. Sebuah tempat yang digunakan para pendaki untuk ngecamp sebelum melanjutkan perjalan ke puncak atau summit attack.

Dari plawangan sembalun kita akan dapat melihat indahnya Danau Segara Anak, Puncak Rinjani dan 7 Bukit penyesalan yang telah kita lewati. Di Plawangan Sembalun masih banyak ditemukan Monyet oleh karena itu hati-hatilah terhadap barang bawaan. Di Plawangan sembalun juga terdapat sumber air yang cukup melimpah jadi bisa kembali untuk isi ulang persediaan air untuk masak dan perbekalan ke puncak.

Setelah bermalam di Plawangan sembalun, kita akan menuju puncak atau Summit Attack. Perjalanan ke puncak biasanya dilakukan dini hari agar dapat melihat keindahan matahari terbit atau sunrise.

Perjalanan ke puncak biasanya 4 jam, berhubung kala itu fisik dan kaki rada sakit, saya menempuh perjalanan dari plawangan sembalun ke Puncak 8 Jam. Trek menuju puncak diawali dengan melewati bukit dengan jalur berdebu dan cukup terjal.

Setelah sampai di punggungan bukit kita akan melewati tantangan yang cukup berat yaitu jalur terjal. Berbelok, pasir berbatu. Dan jalur ini pun jika dini hari, angin berhembus kencang dan cukup dingin. Semakin menuju puncak, trek pasir yang dilewati akan semakin berat, pasir yang jika kita injak akan turun kembali haha. Disepanjang jalan menuju puncak, kita akan melihat danau segara anak dari atas dan juga plawangan sembalun yang sangat indah.

Setelah menikmati Puncak, saya pun turun kembali ke Plawangan Sembalun. Waktu tempuh menuju plawangan sembalun hanya waktu naik. Karena sampai di Plawangan Sembalun, saya pun memutuskan untuk bermalam di Plawangan Sembalun kembali.

Setelah pagi tiba, saya melanjutkan perjalanan menuju Danau Segara Anakan. Danau Segara Anakan memiliki ketinggian 2.010 mdpl. Dari Plawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, trek yang dilewati adalah jalur terjal menurun dengan waktu tempuh kurang lebih 90 menit.

Di Danau Segara Anakan ini kita dapat mengisi kembali persediaan air. Di kawasan danau ini pun memang dijadikan tempat camp favorit pendaki yang berkunjung ke Rinjani. Di danau ini kita dapat memancing, mandi dan tidak jauh dari tempat ini ada tepat sumber air hangat. Karena waktu yang terbatas, saya pun hanya singgah sejenak dan melanjutkan perjalanan kembali menuju Plawangan Senaru.

Perjalanan menuju Pos 2 Senaru, saya melewati kembali sebuah tanjakan terjal dengan trek berbatu dan curam dengan besi sebagai pagar pembatas. Ketika sudah sampai atas, kita akan kembali bertemu dengan beberapa bukit dan jalan menurun.

Perjalanan turun melewati jalur senaru, kita akan melewati hutan lebat dengan tumbuhan pohon-pohon besar. Perjalanan menuju pitu gerbang sebaru setelah melewati pos 2 senaru akan semakin landai. Di pintu gerbang Senaru, terdapat warung yang bisa digunakan pendaki untuk sekedar membeli makan dan minum menghilangkan dahaga.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Eksotisme Hutan Mati di Garut

Kamis, 14 Des 2017 23:10 WIB

Hutan mati di Gunung Papandayan, Garut sudah terkenal dengan eksotismenya. Meski jalur ke sana terbilang landai, harus tetap butuh stamina.