Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Jun 2017 18:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berdiri di Atap Jawa Barat

basri bachtiar
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Informasi Pendakian
Informasi Pendakian
detikTravel Community - Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi yang berada di Jawa Barat. Punya ketinggian 3.078 mdpl, beginilah pendakiannya.

Jawa Barat memang memiliki wisata alam yang sangat indah baik pantai maupun Gunung. Sudah lama sejak penempatan definitif ke Surabaya tidak main-main ke daerah Jawa Barat. Paling ya Cuma numpang lewat aja ketika pulang ke Tangerang dari Surabaya kalau naik kereta Api. Apalagi sekarang sudah mutasi ke Makassar. Terakhir kali naik gunung di daerah Jawa Barat pada 2012 silam yaitu Gunung Gede. Kali ini mau cerita sedikit tentang pendakian gunung tertinggi di Jawa Barat yaitu Gunung Ciremai.

Gunung Ciremai merupakan gunung yang secara administratif berada di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Gunung Ciremai memiliki ketinggian 3078 meter dari permukaan laut. Gunung Ciremai secara resmi memiliki tiga jalur pendakian yaitu Jalur Palutungan, Apuy dan Linggarjati. Pada kesempatan kali ini mau sedikit bercerita pendakian Gunung Ciremai melalui jalur palutungan.

Pendakian Gunung Ciremai ini sudah agak lama sih pas masih penempatan di Surabaya. Akan tetapi baru sempat nulisnya.

Star awal saya dan 1 rekan saya dari stasiun Pasar Turi Surabaya ketika itu kami hanya berdua saja dari Surabaya dan akan bertemu dengan 5 orang teman yang lain di Terminal Cirebon. Kereta Api berangkat dari Surabaya tepat Pukul 21.00 dengan menumpang KA Kertajaya. Peluit dari pengatur perjalanan kereta api telah ditiupkan menandakan perjalanan kami di mulai. Beberapa menit kereta berjalan, kami pun telah terlelap tidur karena mungkin kecapean setelah bekerja seharian. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam, kami pun tiba di Stasiun Cirebon.

Setelah turun dari kereta, kami pun istirahat sejenak meluruskan punggung dan solat subuh kemudian dengan menumpak ojek kami menuju Terminal Cirebon. Di Terminal Cirebon kami telah ditunggu 5 rekan kami yang sudah dari dini hari tiba. Rombongan berlima ini merupakan teman-teman dari Jakarta. Setelah kumpul semua, segera kami menuju angkutan umum sejenis elf untuk menuju Kuningan dan bilang saja ke supirnya minta diturunkan di jalan menuju Pos pendakian Gunung Ciremai.

Pos Pendakian Via Palutungan memamng sudah sangat terkanl sehingga sangat mudah untuk menemukannya. Tarif Elf untuk menuju Kuningan sebesar Rp 15.000. Setelah turun dari elf, kami menaiki angkot untuk menuju basecamp Palutungan dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam dan tarif Rp15.000.

Sesampainya di basecamp, kami pun segera mengurus Simaksi atau perizinan pendakian. Biaya retribusi pendakian gunung ciremai sebesar Rp 50.000. tarif ini memang agak mahal akan tetapi sesuai dengan yang kami dapatkan. Dengan biaya Rp 50.000 tersbeut kami sudah mendapatkan nasi bungkus per orang setelah pendakian selesai.

Pukul 09.00 kami siap mendaki. Untuk menuju Puncak Gunung Ciremai kami harus melewati 8 Pos. Jarak dan waktu tempuh antar pos berbeda-beda. Setelah berdoa demi keselamatan tim, kami pun memulai melangkahkan kaki kami perlahan. Pendakian yang dimulai pagi hari, udara sejuk khas pegunungan masih sangat terasa, berjalan langkah demi langkah memasuki Desa Palutungan dan kemudian ladang sayur milik warga. Â Dari Basecamp ini untuk menuju pos 1 memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.

Jalur dari basecamp menuju pos 1 atau yang sering disebut pos Cigowong didominasi dengan jalur menanjak dan memasuki kawasan hutan yang rindang. Pos 1 merupakan pos dengan lahan yang luas yang dan terdapat sumber mata air. Sumber mata air ini merupakan sumber mata air terakhir sepanjang jalur pendakian. Pos Cigowong berada di ketinggian 1450 mdpl.

Dari Pos 1 ke Pos 2 hanya menempuh waktu 30 menit. Jalur yang dilalui berupa jalan menanjak curam akan tetapi karena di dalam hutan yang rindang sehingga tidak begitu terasa lelahnya. Pos 2 ini sering disebut sebagai Pos Kuta dengan ketinggian 1.575 mdpl.

Pos 2 menuju Pos 3 membututuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Jalur yang dilalui berupa jalur landai akan tetapi sedikit memutar dengan menembus rimbunnya hutan dengan suasana yang sangat asri dan udara sangat sejuk. Pos 3 atau lebih dikenal sebagai Pos Paguyangan badak berada di ketinggian 1.800 mdpl.

Pos 3 menuju Pos 4 membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan jalur yang cukup menguras tenaga karena jalur yang dilewati merupakan jalur menanjak yang cukup panjang. Pos 4 dikenal sebagai Pos Arban yang berada di Ketinggian 2.050 mpdl.

Pos 4 menuju Pos 5 memerlukan waktu kurang lebih 30 menit. Pos 5 ini sering disebut sebagai tanjakan asoy karena akan melewati tanjakan panjang, curam dan bisa dibilang cukup ekstrim. Tanjakan yang cukup ekstrim ini membuat kami harus lebih ekstra hati-hati melewati jalan ini. Tanjakan asoy berada di ketinggian 2.108 mdpl.

Perjalanan dari Pos 5 menuju Pos 6 masih didominasi dengan tanjakan ekstrim yang cukup panjang. Untuk sampai di Pos 6 memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Pos 6 ini lebih dikenal sebagai Pos Pesanggrahan yang berada di ketinggian 2.200 mdpl.

Dari Pos 6 menuju Pos 7 masih didominasi dengan jalan menanjak akan tetapi sedikit berbeda karena jalan yang dilewati berupa bebatuan yang sebelum pos 6 ini masih berupa tanah. Jalur menanjak bebatuan ini merupakan sisa-sisa lava letusan Gunung Ciremai.

Di Pos 7 merupakan jalur persimpangan antara jalur Palutungan dengan jalur Apuy. Di jalan menuju pos 7 ini kami sudah memasuki kawasan yang sudah ditumbuhi tanaman edelwise. Pos 7 ini dikenal sebagai Pos Sanghiyang Ropoh yang berada di ketinggian 2.650 mdpl. Waktu tempuh dari pos 6 menuju pos 7 kurang lebih 1 jam.

Perjalanan dari Pos 7 menuju Pos 8 semakin berat karena tidak hanya jalan yang semakin menanjak ekstrem dengan jalan berbatu, tetapi juga kondisi yang sudah mulai gelap. Pos 8 ini sering disebut sebagai Pos Goa Walet karena di Pos ini ada sebuah gua. Untuk menuju pos 8 ini kami harus berhati-hati karena letak pos ini di sisi kanan dan harus menuruni jalan setapak. Dari pos 7 menuju pos 8 ini memerlukan waktu kurang lebih 45 menit. Di Pos 8 ini lah favorit para pendaki untuk bermalam sebelum keesokan harinya menuju Puncak.

Setelah tidur yang cukup, pukul 05.00 pun kami melangkah menuju Puncak Gunung Ciremai. Dari Pos 8 untuk menuju puncak memerlukan waktu 30 hingga 45 menit. Jalur yang dilalui sudah pasti menanjak dan jalur yang sedikit sempit sehingga memerlukan ekstra kesabaran. Dari Puncak Gunung ciremai ini, pemandangan matahari terbit sangat indah. Lautan diatas awan terlihat begitu mempesona. Dari Puncak juga kita dapat melihat pemandangan kota Majalengka dan Kuningan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.