Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Jumat, 14 Apr 2017 10:31 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Long Weekend, Saatnya Sambangi Kota Tua Jakarta

Robert Adolf Izak
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Ramainya Kota Tua Jakarta
Ramainya Kota Tua Jakarta
detikTravel Community -

Libur panjang kali ini, saatnya menyambangi Kota Tua Jakarta. Kamu bisa berwisata sejarah, sekaligus foto-foto keren dengan biaya yang murah meriah.

Sangat menarik Workshop singkat Menulis ala detikTravel yang disampaikan Bapak Fitraya Ramadhanny dan kawan-kawan dari detikTravel. Diadakan di Kantor Pos, salah satu peninggalan bersejarah di Kota Tua.

Belajar berbagi kisah perjalanan melalui tulisan menarik. Tujuannya tidak hanya menambah informasi, tetapi juga dapat menginspirasi orang lain untuk datang.

Semakin seru saat diadakan keliling keliling Kota Tua. Bersama pemandu pengalaman mengunjungi beberapa tempat menarik di kawasan seluas sekitar 1.3 kilometer persegi. Peserta pun di buat berkesan.

Kota Tua merefleksikan sejarah ibu kota negara. Pernah beberapa kali berganti nama sebelum di sebut Jakarta sekarang ini. Berawal tahun 1526 saat Fatahillah menyerang Pelabuhan Sunda Kelapa dan berhasil menguasainya. Jadilah benama JAYAKARTA.

Tahun 1619, VOC di bawah JP Coen menghancurkan kerajaan Jayakarta, mendirikan kota baru bernama BATAVIA. Berasal dari Batavieren, yang adalah leluhur bangsa Belanda di benua Eropa. Penduduk yang tinggal di Batavia disebut Batavianen. Selanjutnya menjadi cikal bakal suku Betawi, Sejak awal ini suku Betawi sudah terdiri beragam multi etnis.

Selanjutnya Batavia menjadi kantor pusat VOC wilayah Hindia Timur. Di fungsikan juga sebagai pusat Administrasi Hindia Timur Belanda. Bukti sejarah yang masih bisa dilihat adalah Museum Fatahillah yang dulunya adalah BALAI KOTA BATAVIA.

Di masa pendudukan Jepang berganti nama menjadi JAKARTA. Oleh pemerintah Jepang di jadikan sebagai ibu kota negara. Sejarah sejak jaman Jepang masih berlanjut sampai sekarang.
Karena sarat nilai sejarah, sejak tahun 1972, Gubernur Ali Sadikin waktu itu, menjadikan Kota Tua Sebagai Situs Warisan Sejarah.

Pasang surut penataan Kota Tua ke arah yang lebih baik dapat di rasakan sampai sekarang. Tujuannya adalah generasi selanjutnya masih dapat menyaksikan sisa-sisa peningalan sejarah kejayaan masa doeloe.

Sampai sekarang kawasan Kota Tua menjadi wisata sejarang yang di minati warga kota Jakarta khususnya. Memahami sejarah kota Jakarta khususnya yang tidak bisa dipisahkan kekuasaan pemerintah Belanda. Museum Wayang, Jembatan Kota Intan, Museum Fatahilah, Museum Bank Mandiri, Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari, adalah sebagian dari sekian banyak tujuan belajar dan mengenal sejarah.

Peninggalan sejumlah bangunan sejarah, dari sisi bentuk dan arsitektur, menambah suasana yang lebih eksotik. Sebutlah, Stasiun Jakarta-Kota, Jembatan Kota Intan, Sumur Batavia, Kali Besar, Toko Merah, Gedung Dasaad Musin, Menara Syahbandar, pelabuhan Sunda Kelapa, dan masih banyak lagi. Corak bangunan Belanda Eropa yang masih terlihat sampai sekarang dari bangunan tersebut, menyajikan nuansa seni yang sangat di minati pencinta seni lukis dan fotografi.

Masih belum cukup. Lokasi yang mudah di jangkau kendaraan umum, memudahkan siapa saja ke sini. Tidak ada retribusi serta atraksi spontan yang selalu ada dari pengunjung, menjadikan pilihan ber-wisata murah dan meriah. Tidak hanya pelancong daerah lain yang merasa wajib ke sini jika bertandang ke Jakarta. Tidak sedikit warga Jakarta yang memilih melewati hari libur di kawasan ini.

Lengkap dan akan terpuaskan menikmati wisata di kawasan Kota Tua. Di dukung sikap pro-aktif pemerintah kota Jakarta yang tidak henti menata agar lebih rapi dan nyaman. Harapanya agar pengunjung tidak hanya senang namun juga berkesan. Selamat ber-wisata di Kota Tua Jakarta.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED