Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Mei 2017 16:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Pemandangan Sindoro Sehabis Badai

I Gede Leo Agustina
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Sumbing dilihat dari Sindoro
Sumbing dilihat dari Sindoro
detikTravel Community - Pendakian biasanya dilakukan saat hari cerah. Tak cuma saat cerah, Sindoro tetap cantik bahkan sehabis badai.

Libur akhir pekan memang selalu dinantikan bagi setiap orang terutama yg tiap harinya disibukan dengan rutinitas kantor yang sangat menjenuhkan. Oke kemana saya akan menghabiskan liburan akhir pekan ini?

Pilihan yang tidak sulit untuk mengiyakan ajakan teman saya bernama @firmanesta13 atau biasa kita panggil Bule yaitu mendaki gunung Sindoro. Apalagi Bule sempat ngomong kalau kita akan mendaki via jalur alang-alang sewu yang merupakan jalur baru. Wow! dipikiranku pendakian kali ini pasti seru banget.

Langsung saja, @firmanesta13, @ryanendryano, @mspinandita, @mawahib_azis, @jisatyo, @mfajaranugrah dan saya berangkat dari Pasar Minggu. @schode_ dan @baimrhmt menunggu di Depok.

@nana1704 dan @miftachuldjamil berangkat dari kalideres. Sedangkan @sugabiba dan @muhamadcahyoo mereka sudah terlebih dahulu berangkat dan berencana ketemu di basecamp.

Rombongan dari pasar Minggu dan Depok berangkat dengan bis Sinarjaya yang berangkat jam 19.00 WIB. Jika sesuai rencana kita akan sampai di terminal Wonosobo keesokan harinya jam 07.00 wib.

Harga tiket bis Ps Minggu-Wonosobo Rp.100.000 per orang. Karena capek dan perjalanan yang lumayan lama, kita semua tidur.  Ada juga teman kami yang berusaha untuk tidur tapi tidak bisa karena ACnya yg terlalu dingin, namanya Ode.

Singkat cerita, kami pun sampai di Terminal Mendolo di Wonosobo. Begitu sampai terminal, tempat pertama yg kami datangi adalah toilet. Setelah selesai menyelesaikan rutinitas pagi dan bersih-bersih diri kami langsung sarapan.

tadinya kami berencana menunggu Nana dan mas Jamil yg berangkat dari Kalideres di terminal saja. Tapi menurut chat terakhir, bis yg mereka tumpangi baru sampai Brebes karena semalaman terjebak macet. Wah, masih lumayan lama untuk sampai Wonosobo. Lalu kami pun sepakat lebih baik menunggu di Basecamp saja.

Kami sampai ke basecamp dengan menumpang mobil pick up dengan biaya Rp.15.000 per orang. Dalam perjalanan ke base camp kami sempatkan mampir di sebuah mini market dan pasar tradisional untuk melengkapi logistik.

Setelah beberapa menit, kamipun sampai di base camp pendakian dengan disambut hujan yang cukup deras. Di base camp ini sudah menunggu 2 teman yg berencana mendaki bersama yaitu @sugabiba dari Lampung dan @muhamadcahyoo Jogja. Di basecamp kami punya waktu lumayan panjang karena menunggu 2 teman lagi yaitu Nana dan mas Jamil.

Di basecamp kami sempatkan untuk makan siang dan repacking sebelum memulai pendakian. Memastikan barang-barang yg kita bawa sudah lengkap dan tidak ada yang terlupakan.

Seperti biasa saat mendaki kita harus mengurus SIMAKSI dan membayar tiket sebesar Rp.5000 per orang. Dan akhirnya dua teman yg kami tunggu datang juga. Tak lama, sekitar pukul 15.30 kami memutuskan untuk mulai pendakian walaupun hujan belum juga reda. Sebelum memulai pendakian kami berdoa bersama.

Basecamp menuju pos 1: kondisi awal jalur kita melewati pemukiman warga lalu kemudian masuk ke daerah persawahan warga. Jalan berbatu dan lumayan menanjak.

Setelah beberapa menit melewati persawahan, kita masuk pintu rimba, tapi disini kita memasuki perkebunan kopi dahulu sebelum sampai pos 1. Di sini petunjuk arah sudah ada hanya saja ukurannya yg kecil dan sering tertutup oleh semak pohon.

Jadi harus ekstra teliti agar tidak salah jalan. Sekitar 1 jam dari basecamp sampailah kita di pos 1. kami memutuskan untuk beristirahat sejenak dan makan snack.

Pos 1 menuju Pos 2: dari pos 1 ke pos dua jalan mulai menanjak dan terdapat pohon yg tumbang di tengah-tengah sehingga kami harus merunduk untuk melewatinya. Sebelum pos 2 kita akan menemui persimpangan di mana kalau ke kanan kita menuju sumber air.

Kami memutuskan untuk mengisi botol-botol minum yg kosong untuk persediaan air. Karena setelah pos 2 sudah tidak ada lagi sumber air. Dari persimpangan ini setelah mengambil air kamipun meneruskan perjalanan menuju pos 2. Dari pos 1 kurang lebih 1 jam waktu untuk sampai ke pos 2.

Pos 2 menuju Pos 3 (camp ground): hari sudah gelap, kami melanjutkan pendakian ini dengan sisa-sisa tenaga yg sudah mulai terkuras. Udara semakin dingin.

Tanjakannya pun sudah makin terjal tidak ada bonus. Jalur menuju pos 3 sudah mulai terbuka, di kiri-kanan jalur sudah tidak ditemui pohon-pohon besar lagi. Sesekali kami beristirahat sambil menikmati indahnya lampu kota.

Jalur yang sudah terbuka ini didominasi oleh rumput ilalang, mungkin karena inilah kenapa jalur pendakian ini dinamai jalur Alang-alang Sewu. Dan akhirnya tidak kurang dari 1 jam kamipun sampai di Pos 3, tempat kami akan mendirikan tenda.

Semalaman Bergelut dengan Badai Sindoro, singkat cerita kami pun tidur di masing-masing tenda yang kami dirikan karena kami berencana untuk menuju puncak Sindoro pagi sebelum subuh.

Tapi tiba-tiba sekitar pukukl 00.00 angin kencang disertai hujan menghantam tenda kami. Beberapa tenda kami sampai roboh. Mungkin dalam sejarah pendakian saya, ini badai terparah yg saya alami.

Tidak main-main, badai yang terjadi juga sangat lama yaitu sampai pagi sekitar jam 7 pagi. Rencana untuk mendaki puncak pun tidak jadi. Sekitar jam 9 pagi cuaca mulai terbuka/ cerah.

Kami sempatkan berfoto di Pos 3, pemandangan yg sangat indah berlatar gunung Sumbing yg sangat gagah. Merbabu, Merapi dan beberapa gunung lainnya seraya menyapa dari kejauhan. Samudera awan yg indah juga tak lupa kami abadikan. Sungguh pemandangan yg luarbiasa indah.

Setelah puas foto-foto, kami berbincang untuk meneruskan ke puncak siang ini. Tapi beberapa teman kami memutuskan untuk tidak ikut dengan beberapa pertimbangan dan juga harus kembali ke Jakarta karena seninnya harus kembali ke kantor.

Ok, sudah diputuskan yg akan meneruskan pendakian ada: @firmanesta13, @ryanendryano, @mspinandita, @jisatyo, @mfajaranugrah, @sugabiba dan saya. Sedangkan @schode_, @baimrhmt, @nana1704, @miftachuldjamil, @mawahib_azis dan @muhamadcahyoo mereka kembali ke basecamp.

Jam 12.00 wib, kami bertujuh meneruskan pendakian ke puncak Sindoro. Udara yang sangat panas dan jalur terjal harus kami hadapi. Tapi pemandangan yg disuguhkan selama perjalanan pokoknya keren banget, banyak spot-spot foto yg sayang banget dilewatkan.

Dalam perjalanan kamipun sempat kehabisan air minum, sehingga terpaksa kami minum air hujan yg tertadah di batu. Serta sisa-sisa air hujan yg masih merembes dan menetes melalui lumut di bebatuan. Ya lumayanlah, daripada tidak minum sama sekali.

Perjalanan ke puncak dari pos 3 kurang lebih 3-4 jam. Akhirnya kami sampai di puncak Sindoro. Tidak lama kami berada di puncak, kabut sudah mulai datang.

Jarak pandang sudah sangat pendek tidak mau mengambil resiko terkena badai lagi, kamipun memutuskan kembali ke tenda dan berkemas untuk kembali ke base camp. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih tersisa dan sedikit dipaksakan kami sampai basecamp pukul 21.30 WIB. Itupun dijemput dengan ojek dari pintu rimba menuju base camp.

Sekian cerita pendakian Sindoro via Alang-alang Sewu yg merupakan jalur baru pendakian, menurut info dari orang basecamp jalur ini resmi dibuka sekitar bulan Desember 2016 lalu.

Kalian harus coba ya,,dijamin seru dan penuh tantangan. Tapi yang penting tetap utamakan keselamatan dalam pendakian dan stop vandalism dan bawa turun sampahmu.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED