Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Jun 2017 15:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menatap Kangean di Timur Madura dari Udara

Pradikta Kusuma
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Gradasi warna laut dari ketinggian
Gradasi warna laut dari ketinggian
detikTravel Community - Di bagian paling timur Madura, ada Kepulauan Kangean. Dilihat dari udara, penampakannya begitu indah.

Gradasi warna air laut dari biru perlahan menjadi hijau toska berpadu dengan birunya langit yang menyatu lurus dengan garis cakrawala. Pulau-pulau kecil tersebar bak mutu manikam yang menghiasi samudera. Lambaian daun daun kelapa menyampaikan sebuah nyiur pesan untuk kita semua agar bisa melihat lebih dekat keindahan dari ujung timur Pulau Madura.

Tak semua orang mengenal kepulauan bernama Kangean, pulau yang berada di ujung paling timur dari Madura. Tak banyak informasi yang dapat digali tentang kepulauan ini. Apalagi jika Kangean tak mempunyai ladang gas terbesar di Jawa Timur bisa jadi Kangean lebih tersisihkan lagi keberadaannya. Tapi faktanya untuk saat ini memang kangean memiliki cadangan migas yang besar bagi negeri yang masih bisa dimanfaatkan untuk puluhan tahun ke depan.

Sedikit informasi yang saya dapat mengenai transportasi menuju Kangean, menurut orang sekitar hanya ada kapal yang melayani dari pelabuhan Kalianget di Sumenep, dan dapat ditempuh dengan berjam-jam di tengah lautan. Itu pun tak setiap hari ada kapal yang melayani penyeberangan.

Penerbangan komersil pun tak ada yang melayani rute ke Kangean, ya karena memang belum ada landasan bandara umum di sana, kecuali landasan milik sebuah perusahaan migas yang menancapkan mata bornya sedari tahun 1993.

Transportasi paling cepat hanya menggunakan helikopter carteran yang melayani perusahaan migas ini, dan saya menjadi salah satu yang beruntung dapat ikut di dalamnya dan dapat melihat Kangean lebih dekat. Berharap dengan sedikit foto dan cerita ini dapat membuka sedikit akan keindahan Kangean untuk dapat kita nikmati bersama.

Jangan dibayangkan naik helikopter itu nyaman seperti naik pesawat pada umumnya. Hanya namanya saja yang membuat keren namun selebihnya adalah biasa saja dan cenderung kurang nyaman.

Selama perjalanan kita diwajibkan mengenakan lifejacket dan pelindung telinga. Belum lagi getaran yang ditimbulkan dari baling-baling. Tak nyaman namun dapat lebih mudah menjangkau daerah terpencil dan tanpa landasan yang panjang sekalipun.

Perjalananan dimulai dari Bandara Ngurah Rai Bali karena akses paling dekat dan mudah dari bandara ini. Dan juga memang posisi Kangean yang berada persis di sebelah utara Pulau Bali.

Helikopter melaju tepat di atas selat yang memisahkan Bali dan Lombok. Memandang sebelah kiri saya bisa memandang jelas kemegahan Gunung Agung dan Gunung Batur yang selalu menemani di sebelahnya.

Memandang jauh ke kanan nampak runcingnya puncak Rinjani menjulang menembus pekat awan. Melihat ke bawah, gradasi warna biru laut jernih menghiasi tepian Sanur, Tulamben, hingga perbukitan asah. 3 gugusan pulau sejajar pun terlihat dengan anggunnya dan dapat saya pastikan jika 3 pulau identik itu adalah Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan.

Sedikit memicingkan mata, saya pun menerawang hiruk pikuk kehidupan di Gili Trawangan yang pernah aku kunjungi beberapa waktu yang lalu. Sungguh luar biasa pemandangan saat itu, terlebih helikopter terbang cukup rendah sehingga semua hamparan pemandangan tersaji dengan jelasnya di depan mata.

Apalagi kaca-kaca yang lebih luas daripada kaca pesawat yang hanya beberapa cm saja menjadikan kita bisa leluasa memandang keluar. Kurang lebih 1 jam mengudara, dari kejauhan mulai nampak deretan pulau pulau berjejer.

Mulai dari kecil hingga besar mulai menampakkan dirinya. Air laut warnanya mulai bergradasi mengikuti kedalaman air yang mulai berkurang. Dan nampaknya saya telah tiba di Kepulauan Kangean.

Dari atas saja sudah begini cantiknya, bagaimana jika bisa turun ke bawah dan melihat keindahan di dalam airnya. Negeri ini memang selalu punya cara untuk membuat saya terpesona.

Sang captain nampaknya sadar akan kekaguman dari para penumpang di belakang. Dia sedikit melambatkan laju helikopter ketika melewati deretan pulau-pulau indah lalu membiarkan kami terkagum-kagum akan keindahan yang ada di depan mata.

Sang kapten pun mengarahkan laju menuju pulau kecil yang bernama Pagerungan. Sebuah pulau yang memiliki semua fasilitas yang lebih dari pulau lainnya. Mulai dari landasan pesawat, hunian nyaman, kolam renang, sport center, semua ada di sana karena notabene di Pagerungan lah Homebase dari perusahaan Migas yang beroperasi di Kangean.

Perlahan-lahan helikopter pun turun dan menyentuh landasan. Berangsur pula keindahan yang ada di atas tadi menjadi sebuah kenyataan di mana kita harus mulai bekerja setelah ini. Tapi bekerja di tempat seindah ini, saya rasa hanya seperti liburan saja karena alam selalu menyambut di setiap jam di Pulau Pagerungan-Kangean.

Dan dengan ini semoga Kangean lebih dikenal oleh khalayak umum, karena menyimpan banyak sekali potensi wisata laut Nusantara dan banyak sekali keindahan yang masih menunggu kehadiran kita untuk menikmati semuanya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.