Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Jun 2017 18:59 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Yang Harus Kamu Kunjungi Saat Mudik ke Sleman: Candi Sambisari

Musida
d'travelers
Foto 1 dari 5
Satu-satunya petunjung yang ditemui setelah pintu masuk ke komplek candi Sambisari
Satu-satunya petunjung yang ditemui setelah pintu masuk ke komplek candi Sambisari
detikTravel Community -

Banyak yang belum tahu kalau Sleman juga punya candi cantik yang bisa kamu kunjungi saat mudik ke sini. Namanya Candi Sambisari.


Perjalanan saya ke Yogya kali ini untuk bertemu dengan rekan bisnis. Pertemuan akan diakan di hari jumat, maka weekend saya manfaatkan untuk explore Yogyakarta, sebelum hari minggu saya kembali ke Jakarta.

Karena waktu kunjungan pendek dan beberapa tempat sudah pernah saya kunjungi, maka pilihannya adalah, mencari tempat yang belum pernah saya kunjungi, tapi lokasinya tidak jauh dari kota Yogyakarta.

Setelah cari informasi ke sana dan ke sini, pilihan utama saya ke Candi Sambisari. Begitu melihat fotonya di internet, saya langsung jatuh cinta dengan candi tersebut.

Hari sabtu pagi, 07.00 WIB saya berangkat dari hotel. Saya memiliki kebiasan untuk hunting pada pagi hari.

Saat pintu mulai dibuka, selain masih sepi pengunjung, pancaran sinar matahari pagi yang langsung mengarah ke batu batu akan membuat candi akan terlihat lebih dramatis. Ditambah dengan bayangan yang kontras dari sinar tersebut.

Menurut artikel yang saya baca, Candi Sambisari merupakan salah satu candi hindu di Indonesia. Lokasinya berada di Purwomartani (sekarang jadi desa Sambisari), Kalasan, Sleman, sekitar 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta arah ke kota solo. Jaraknya sekitar 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan.

Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung pada Zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini ditemukan tahun 1966 dan baru dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Candi Sambisari:

Parkir kendaraan cukup aman, penduduk lokal merelakan halaman rumahnya dijadikan lokasi parkir. Cukup membayar Rp. 5.000, kendaraan dijamin aman parkir disana.
   

Karcis masuk relatif murah yaitu Rp 5.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing. Jam buka mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

Untuk hari sabtu, pengunjung bisa menjelajahi candi ini dengan lebih lama. Karena tiap hari sabtu lampu malam dinyalakan beberapa jam dan pengunjung dipersilahkan menikmati keindahan Candi di malam hari dengan bantuan cahaya dari lampu sorot.
    
Lokasi candi sekitar 6,5 meter dibawah permukaan tanah. Dari atas tidak terlihat kemegahan candinya, hanya terlihat ujung stupa. Tapi begitu beberapa langkah dari loket, akan terlihat kemegahan dari Candi Sambisari.

Jangan langsung terbuai dengan pandangan pertama, tapi lanjutkan dengan jalan mengelilingi candi dari atas. Tersedia jalan setapak yang nyaman. Lewat jalur ini, pengunjung akan melihat candi dari sudut yang berbeda.

Seakan-akan kita berada di gedung bioskop dan melihat film 4 Dimensi. Sayangnya, setiap tamu yang datang terutama yang menggunakan guide akan langsung  dibawa turun ke bawah. Jadi mereka tidak merasakan sensasi seperti ini.
    
Selanjutnya, saat pengunjung turun melalui pintu utama, akan telihat Yoni di dalam kuil. Saat berkeliling jangan lewatkan candi utama. Kamu bisa melihat dengan seksama relief candi tersebut.

Bagian dinding luar akan terlihat Patung Durga Mahisasuramardini di sebelah Utara, Patung Ganesha di sebelah timur, patung Agastya di sebelah selatan, dan sebelah barat terdapat dua dewa penjaga pintu: Mahakal dan Nandiswara.
    
Candi Sambari memiliki banyak spot cantik untu berfoto. Sudut candi misalnya, spot ini bisa memberikan efek foto yang cantik. Tapi jangan mencoba untuk memanjat candi, karena kita harus menjaga situs ini.

Tips terakhir, jangan meninggalkan sampah atau kotoran disana. Lokasi candi sangat bersih. Petugas dari dinas kebersihan tidak pernah lelah untuk selalu menjaga kebersihan candi. Karena cuaca cukup panas, bawalah air secukupnya.

Sebelum meninggalkan candi, pengunjung bisa melepas lelah sambil melihat foto dokumentasi saat pemugaran candi dan berbincang-bincang dengan petugas di ruang informasi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA