Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 15 Jul 2017 12:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Nepal, dari Himalaya Sampai Kejayaan Masa Lampau

Novi Kusumayanti
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pegunungan Himalaya dilihat dalam pesawat saat mountain flight tour
Pegunungan Himalaya dilihat dalam pesawat saat mountain flight tour
detikTravel Community -

Nepal tidak melulu tentang Pegunungan Himalaya, tapi juga objek wisata sejarah. Traveler pun bisa melihatnya di Kathmandu hingga Lalitpur.

Hari terakhir di Nepal, tepatnya di Kathmandu, saya isi dengan mengunjungi beberapa tempat di sekitar Kathmandu sebelum mengejar pesawat yang akan mengantar saya kembali ke Jakarta di malam har1.

Dimulai dari pukul 05.00 di mana saya harus mencari taxi untuk menuju bandara. Kebetulan tempat saya menginap di Thamel tidak sulit untuk mendapatkan taxi.

Sekali lagi, selama di Kathmandu dan menggunakan taxi, calon penumpang harus menawar biaya taxi sebelumnya dan sebisa mungkin menyiapkan uang pas.

Tujuan ke Bandara Tribhuvan adalah untuk mengikuti 45 menit tur mengelilingi pegunungan Himalaya dengan menggunakan pesawat kecil. Pesawat untuk tur ini cukup banyak dengan jadwal yang berdekatan. Ada beberapa maskapai lokal yang melayani tur ini diantaranya Buddha Air dan Yetti Air.

Pesawat ini hanya berkapasitas sekitar 19 orang penumpang, di mana setiap penumpang akan duduk di samping jendela sehingga dapat melihat jajaran pegunungan Himalaya.

Setiap penumpang pun diberi kesempatan untuk bergantian ke ruang kokpit untuk melihat lebih jelas pegunungan Himalaya. Saran saya, usahakan untuk mendapat tempat duduk di bagian belakang sehingga bisa leluasa melihat pemandangan di luar.

Tiket pesawat dapat dibeli secara online ataupun membeli langsung di agen perjalanan di sekitar Thamel (Kathmandu). Jika membeli langsung, harga tiket dapat ditawar. Memang selisihnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 10 US dollar lebih murah.

Setelah selesai mengikuti mountain flight tour, saya bergegas melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi kuil Pashupatinath. Lokasi kuil ini tidak jauh dari bandara dan dapat menggunakan bus umum.

Tidak semua orang dapat masuk ke kuil utama di Pashupatinath ini. Hanya penganut agama Buddha dan Hindu yang dapat masuk ke kuil utama ini. Namun wisatawan masih dapat berkeliling di sekitar kuil utama.

Beruntung, pada saat saya berkunjung ada beberapa acara keagamaan yang diadakan di tempat ini. Di antaranya acara keagamaan bagi anak laki-laki dan acara keagamaan kremasi.

Menurut pemandu wisata yang mendampingi saya, di kuil Pashupatinath kremasi dapat diadakan kapan saja dari pagi sampai malam. Wisatawan hanya dapat melihat prosesi kremasi dari kejauhan.

Dan yang sangat menggembirakan bagi saya adalah saat ada sepasang calon pengantin dengan busana tradisional Nepal sedang menuju kuil utama.

Mendadak pemandu wisata saya menyuruh saya mengejar mereka dan dia meminta waktu kedua mempelai untuk berfoto bersama saya! Serasa menjadi pendamping pengantin yang khusus datang dari Jakarta!

Setelah puas berkeliling di Kuil Pashupatinath, saya bergegas menuju Kuil Swayambunath. Untuk menghemat waktu, saya menggunakan taxi karena jaraknya yang cukup jauh. Siapkan kaki untuk menuju tempat ini karena harus menaiki anak tangga yang banyak jumlahnya.

Seperti di kuil-kuil lainnya, di tempat ini pun banyak terlihat bendera kecil berwarna warni. Jika dilihat dari dekat pada bendera berwarna tersebut, terdapat tulisan berupa doa-doa dan masing-masing warna pun mempunyai arti. Di atas stupa terdapat gambar 4 mata Buddha (the eye of Buddha) yang memandang ke empat penjuru.

Tempat terakhir di Nepal yang saya kunjungi sebelum kembali ke Jakarta adalah Patan yang disebut juga sebagai Lalitpur. Kota terdekat dari Kathmandu yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum.

Di Patan terdapat beberapa museum dan istana. Terlihat jejak kejayaan masa lampau dari bangunan istana. Namun beberapa bangunan masih dalam proses perbaikan akibat kerusakan saat gempa tahun 2015.

Tuntas sudah perjalanan saya ke Nepal. Nepal tidak sekadar hanya Himalaya dengan saljunya, namun di Nepal pun dapat menikmati keindahan kejayaan masa lampau dengan mengunjungi situs-situs bersejarah dan mengunjungi beberapa kuil keagamaan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA