Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Sep 2017 14:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Perjuangan Mencari Komodo di Alam Liar

Edisonlestari
detikTravel Community
Foto 4 dari 5
Komodo dewasa yang sedang beristirahat
Komodo dewasa yang sedang beristirahat
detikTravel Community - Indonesia boleh berbangga karena menjadi satu-satunya negara yang memiliki reptil langka Komodo. Mereka pun bisa dilihat secara langsung di habitat aslinya.

Momen liburan merupakan saat yang paling tepat untuk berpetualang dan refreshing. Kali ini, penulis memilih berpetualang ke Pulau Komodo.

Beruntungnya, salah satu rekan penulis, Margaret, telah melakukan riset yang mendetail untuk point of interest dan mem-booking tour sehingga semuanya menjadi lebih mudah.

Di pagi hari yang telah disepakati bersama, tour guide menunggu di lobby hotel sekitar jam 9 pagi. Kami pun langsung menuju dermaga dan kapal telah siap menunggu.

Tanpa membuang waktu, kapal segera meninggalkan Labuan Bajo untuk menuju Pulau Komodo. Sebelumnya, tour guide telah mengatakan kalau Juli bukanlah waktu yang tepat untuk melihat komodo.

Bulan Juli adalah musim kawin bagi Komodo sehingga mereka lebih tertarik untuk masuk ke hutan mencari pasangannya daripada berada di pinggir pulau untuk mencari makan.

Tour guide juga menceritakan kalau rasio komodo jantan dan betina adalah sekitar 1:3, sehingga hanya komodo jantan yang sudah menang bertarung sajalah yang dapat membuahi komodo betina.

Sesudah berlayar sekitar 3 jam, kapal pun mendarat di Pulau Komodo. Ternyata benar, semua komodo masuk ke hutan di masa kawin. Tidak ada seekor komodo pun yang berhasil ditemu di sepanjang jalur trekking sekitar 45 menit. Hanya satu komodo tua renta yang terlihat berada di dekat pantai.

Rasanya belum puas kalau belum melihat komodo muda dan segar di alam bebas, sehingga perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Rinca. Katanya peluang untuk melihat komodo memang lebih besar di Pulau Rinca daripada di Pulau Komodo.

Berbeda dengan Pulau Komodo, komodo di pulau Rinca lebih gampang ditemui. Hanya berjalan beberapa ratus meter saja sudah bertemu seekor komodo muda yang besar sedang berteduh.

Ranger menyatakan aman untuk mengambil foto di dekat komodo tersebut. Alhasil semua turis bergantian mengambil foto di dekat komodo besar tersebut.

Keberuntungan kembali memihak. Hanya beberapa ratus meter kemudian, terlihat seekor komodo kecil yang sedang memakan sisa bangkai kambing di pinggir sungai.

Ranger menceritakan kalau kambing tersebut hanya merupakan sisa bangkai. Beberapa komodo telah memakan kambing tersebut satu hari sebelumnya.

Beberapa ratus meter kemudian ranger menunjukan sarang komodo. Rupanya, komodo akan membuat beberapa sarang agar predatornya tidak gampang menemukan mana sarang yang berisi telur komodo.

Rangernya juga menceritakan kalau begitu menetas, anak komodo harus langsung berlari memanjat ke pohon terdekat. Ibu komodo akan memakan anaknya yang tidak berhasil menyelamatkan diri. Survival of the fittest sejak menetas.

Anak komodo tersebut akan tinggal di pohon selama 1-2 tahun sampai ukuran tubuhnya membesar. Tinggal di pohon adalah jalan untuk bertahan hidup, karena komodo besar tidak segan-segan memakan komodo kecil tetapi komodo besar tidak bisa memanjat pohon.

Perjalanan kemudian dilanjutkan sesuai dengan rute trekking. Berbeda dengan suasana hutan sebelumnya, medan trekking kini menjadi padang savana dengan kontur yang menanjak.

Begitu sampai di puncak, pemandangan yang disungguhkan sungguh luar biasa. Laut lepas dengan kapal-kapal yang menuju dan meninggalkan Pulau Rinca.

Semua rasa penat trekking di siang hari terbayar sudah. Sesudah mengambil foto-foto, kamipun meninggalkan Pulau Rinca untuk kembali ke Labuan Bajo.

Singkat kata, petualangan mencari komodo adalah sebuah pengalaman yang harus dirasakan sendiri once in a lifetime. Melihat komodo berarti satu bucket list sudah di-centang!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Kota London dan Thames River

Jumat, 17 Nov 2017 23:35 WIB

Nama sungai ini memang selalu identik dengan London, Thames River. Selain cantik, di atas sungai ini para turis juga bisa berlayar melihat landmarknya London.