Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Nov 2017 10:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Lho, Toraja Juga Punya Gumuk Pasir

Saskia Rajayani
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Gumuk pasir di Toraja
Gumuk pasir di Toraja
detikTravel Community -

Daya tarik Toraja tak hanya terkenal dari kuburan tebingnya. Masih ada banyak yang patut dikunjungi. Sekarang ini, para traveler lagi heboh-hebohnya dengan gumuk pasir yang ternyata tak hanya dimiliki oleh Yogyakarta.

Ada satu spot yang kalau boleh dibilang bukan Toraja banget. Toraja identik dengan tongkonannya, hamparan sawahnya, tedong bonga, ritual kematian dan kopinya. Spot yang tadi saya singgung itu adalah Bukit pasir atau Gumuk pasir atau Gurun Pasir.

Pasca lebaran, saya memutuskan untuk travel lagi dan kali ini lokasinya adalah Toraja. Gumuk pasir sebenarnya adalah referensi sepupu saya yang pernah ke tempat tersebut. Nah, setelah melihat beberapa foto dan membaca artikel tentang itu, ternyata bagus juga buat dikunjungi.

Gumuk pasir ini berlokasi di Desa Rantebua, Samalu, Toraja Utara. Saya melakukan berkendara dari Makale ke Rantepao kemudian ke arah Kete Kesu. Lama perjalanan adalah sekitar 1 jam 45 menit atau sekitar 25 kilometer untuk sampai ke desa tersebut. Jalan yang dilalui berbelok-belok dan lumayan mulus. Banyak hal yang bisa dilihat disepanjang jalan, antara lain hamparan sawah yang hijau, bukit, kerbau, anjing, air terjun kecil, dan rumah tradisional penduduk.

Beberapa kali saya harus turun dari motor untuk bertanya ke penduduk setempat tentang letak persis gumuk pasir ini. Beberapa kali harus berhenti karena merasa udah sangat jauh dari kota dan tidak melihat tanda-tanda desa yang ingin didatangi. Setelah melihat ada spanduk yang kusam dan sudah robek bertuliskan 'gurun pasir ', saya tambah semangat.

Jalan yang saya lalui sangat sepi dan hanya ada 2 rumah penduduk yang itupun jaraknya terpisah jauh. Saya pun bertanya lagi ada dan jaraknya sekitar sekilo lagi ke dalam.

walnya kami pikir bisa dilalui motor. Meskipun  alas kaki mau nggak mau dilepas. Ternyata beberapa meter saja kondisi jalan udah betul-betul parah. Takut motor kenapa-kenapa, akhirnya setelah melalui jalan berlumpur, becek, berbatu dan licin, saya putuskan untuk jalan kaki saja.

Di tengah hutan, setelah mendaki masih saja belum terlihat tanda-tanda gumuk pasir, sudah kelelahan dan sempat berunding untuk lanjut atau tidak. Saya hanya berdua, sekitar ratusan meter berjalan, alhasil bertemu dengan 2 orang pemuda pendaki gunung yang hendak kembali ke kota dan bertanya apakah masih jauh atau tidak, dan mereka menjawab sudah dekat sekali, tinggal lurus dikit, belok kiri dan naik ke bukit"

Akhirnya, setelah becek-becekan, ngos-ngosan, telapak kaki sudah perih gumuk pasirnya kelihatan juga. Sempat tertawa juga setelah melihat pakain dan kaki yang sudah sangat kotor. Tempat yang indah untuk dikenang dan mikir keras buat kembali lagi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Kota London dan Thames River

Jumat, 17 Nov 2017 23:35 WIB

Nama sungai ini memang selalu identik dengan London, Thames River. Selain cantik, di atas sungai ini para turis juga bisa berlayar melihat landmarknya London.