Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Sep 2017 14:36 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bukan Thailand, Ini Pasar Terapung di Banjarmasin

Ica Wulansari
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Suasana Pasar Terapung Lok Baintan
Suasana Pasar Terapung Lok Baintan
detikTravel Community - Pasar terapung tidak hanya ada di Thailand, tapi juga di Banjarmasin. Seperti ini suasananya.

Belum ke Banjarmasin kalau belum ke Pasar Terapung. Dulu tahun 1990-an, salah satu icon sebuah tagline televisi swasta memperlihatkan setting di sebuah sungai dengan latar belakang Pasar Terapung dan seorang ibu mengacungkan jempol.

Ya, lokasi tersebut terletak di Muara Kuin di Sungai Barito, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun, saat ini lokasi tersebut sudah tidak lagi berfungsi sebagai pasar terapung.

Apabila ingin mengunjungi Pasar Terapung, terdapat dua pilihan lokasi. Yang pertama terletak di Lok Baintan di Kabupaten Banjar dan di Taman Siring, Kota Banjarmasin.

Untuk menuju Lok Baintan, Kami (saya dan suami) masuk melalui Warung Soto Banjar Bang Amat di Jalan Banua Anyar, Banjarmasin yang berhadapan langsung dengan Sungai Martapura.

Sampai di tempat tersebut pukul 05.20 WITA (Waktu Indonesia Tengah) dengan menggunakan Kelotok yang menempuh satu jam perjalanan ke Lok Baintan.

Harga sewa kelotoknya Rp 400.000,00 (karena kelotoknya memuat banyak ruang untuk banyak penumpang). Jadi kalau banyak yang sewa kelotok, maka bayarnya lebih murah karena bisa patungan.

Mengapa kami pergi pagi sekali? Karena Pasar Terapung dimulai pagi hari saja sejak pukul 6 dan berakhir pukul 9 WITA.

Karena masih pagi, maka masih agak gelap. Namun sepanjang perjalanan membelah Sungai martapura merupakan perjalanan yang asyik banget.

Bagi yang tidak terbiasa tinggal di kawasan sungai, kita bisa melihat kehidupan pinggir sungai yang dipadati oleh pemukiman penduduk yang akan memperkaya pengalaman batin selama perjalanan.

Melewati sungai, di pinggir sungai terdapat bangunan Sekolah Dasar, keranda (beternak ikan), masjid, rumah penduduk, warung hingga dapat mengamati aktivitas warga mencari ikan, perjalanan menggunakan sampan, mencuci pakaian hingga aktivitas mandi (Dengan cara yang santun tidak vulgar) dan sikat gigi.

Bahkan kita bisa menikmati perubahan cahaya matahari yang asalnya malu-malu, hingga pencaran cahaya bersinar yang menyuguhkan pemandangan yang apik untuk swa foto dan foto pemandangan.

Setelah hampir satu jam melintas Sungai Martapura, kemudian setelah melewati tanda telah tiba di Lok Baintan akan terlihat hiruk pikuk aktivitas Pasar Terapung.

Kebetulan, saya datang ke lokasi pas hari Minggu dan seminggu setelah hari raya Idul fitri. Jadi lokasinya lebih banyak diramaikan oleh turis lokal (dalam negeri) dibandingkan pedagang Pasar Terapung.

Sebagian besar pedagang adalah ibu rumah tangga yang menjajakan berbagi penganan, salah satunya buah-buahan (pisang, jeruk, sirsak dan kasturi).

Nah, untuk yang belum mengetahui buah kasturi, bentuknya kecil, kulitnya berwarna coklat mirip alpukat. Namun ketika dibuka, kulitnya berwarna kuning seperti mangga dan rasanya sangat manis.

Selain buah-buahan, aneka sarapan pagi pun dijual seperti nasi kuning masak habang hingga laksa Banjar (semacam kue kukus dengan kuah santan dan gula merah). Selain itu, banyak juga yang menjual berbagai macam ikan. Harganya sangat terjangkau, jadi sambil menikmati sarapan sambil menikmati suasana di pasar Terapung.

Kalau malas jauh-jauh ke Lok Baintan, di Kota Banjarmasin pun setiap hari minggu ada juga Pasar Terapung. Lokasinya di Taman Siring di Jalan Jenderal Sudirman yang diapit oleh Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Menara Pandang dan Patung Bekantan yang juga berada di Taman Siring.

Jadi, kalau mau ke lokasi wisata yang praktis di kota Banjarmasin langsung saja ke Taman Siring untuk menjelajah lokasi yang saya sebutkan di atas karena jaraknya tidak jauh satu sama lain.

Namun, kalau hari Minggu pagi datang ke Taman Siring ya situasinya padat, ramai oleh warga yang sedang menikmati hari libur akhir pekan.

Nah, pasar terapung di Taman Siring memang berbeda dengan Pasar Terapung Lok Baintan. Di Taman Siring, pedagang menjajakan dagangannya seperti di pasar pada umumnya.

Sedangkan di Lok baintan, pedagang menjajakan dagangannya di perahu kecil. Pasar Terapung di Lok Baintan memang eksotis, karena pengunjung akan disuguhi kehidupan masyarakat khas yang tinggal di kawasan sungai secara alamiah.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Laporan dari Inggris

Foto: Museum Paling Keren di London

Selasa, 21 Nov 2017 08:20 WIB

Museum Natural History menjadi destinasi yang wajib dikunjungi di London, Inggris. Museum itu juga menyimpan sekitar 80 juta spesimen hewan sampai tumbuhan.