Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Des 2017 10:44 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Hiking Menaklukkan Gunung Batur, Seru Abis!

Ariella Claresta
d'travelers
Foto 1 dari 4
Pura di kaki trek pendakian Gunung Batur
Pura di kaki trek pendakian Gunung Batur
detikTravel Community - Gunung Batur di Bali jadi destinasi yang menantang untuk ditaklukkan. Siapkan fisik dan hati yang bersih karena gunung ini termasuk yang sakral di Bali.

Semua berawal dari liburan kantor. Namanya juga karyawan muda dan punya stamina tinggi, mungkin itu yang ada di pikiran bos saya. Singkat cerita jadilah rencana kami pergi liburan ke Bali. Lokasi liburan yang sudah lama dinanti-nanti.

Awalnya dari 15 orang ditawari siapa saja yang mau ikut, alhasil saya jadilah saya perempuan satu-satunya yang mau ikut mendaki, sisanya semua 10 orang laki-laki. Tidak apa-apa yang penting bareng-bareng pasti seru.

Kami semua si pendaki-pendaki abal-abal ini dari awal sudah diwanti-wanti untuk bawa sepatu daki sendiri. Walau berat di koper ya sudahlah asal kaki ini aman walafiat.

Bos yang kebetulan orang Bali asli sudah memberi tahu sebaiknya ke Gunung Batur harus dengan badan dan pikiran bersih, karena gunung ini termasuk gunung suci dan sakral di Bali. Nah, baiknya teman-teman yang berniat untuk hiking ke sana juga jangan lupa nasehat yang satu ini ya.

Tibalah hari H, berhubung lumayan banyak juga orang yang mau mendaki jadilah bos mengajak serta temannya, untuk jaga-jaga karena konon katanya mereka waktu muda suka sering ke sana dan tentu saja teman bos juga turut meramaikan suasana pendakian (iya deh bos). Hore makin banyak orang makin seruuuu.

Oiya satu lagi syarat untuk pergi ke sana yaitu kita harus meminta orang lokal sebagai petunjuk jalan. Lengkaplah sudah personel pendakinya.

Hari sudah lumayan siang, kami makan dulu di restaurant dekat jalur trek pendakian. Dari restaurant tersebut sudah terlihat Gunung Batur yang gagah dan mempesona. Kemudian dari sana kami naik mobil mengikuti trek jalur mobil sebelum pendakian.

Banyak puing warung-warung kecil dari bata putih dan gugusan batu karang serta rumput ilalang di sepanjang jalan. Sangat indah, seolah-olah kita berada di padang batu dan ilalang, liar dan sangat natural keindahannya. Ada pula calon pendaki lain yang memberhentikan perjalanan mereka sekedar untuk mengambil foto kenang-kenangan di area tersebut.

Setelah sampai ke tempat pendakian, kami bersiap-siap dengan menyediakan sebotol air minum per orang. Di jalan setapak tentu saja kerindangan pohon membuat udara tetap sejuk, mata kami dimanjakan dengan keindahan hutan Gunung Batur.

Yang menarik adalah terdapat payung-payung kuning adat Bali yang di letakan sepanjang jalan. Terdapat pula pura yang saya kurang tahu namanya, tersembunyi di balik pepohonan tersebut. Kentalnya budaya Bali amat terasa di sekitar pura itu.

Hari semakin siang dan keringat kami mulai bercucuran, kami pun beristirahat sejenak. Terdapat beberapa spot dimana terdapat warung-warung kecil berjualan. Infonya warung-warung itu justru buka dari tengah malam sampai subuh, karena di jam-jam itulah pendaki professional berdatangan. Namun karena kami datangnya siang, sayangnya warung tersebut sudah tutup.

Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan, makin ke atas makin banyak batu-batu karang bertebaran, dan tanah berganti pasir. Sulit rasanya melanjutkan perjalanan apabila seorang diri saja, namun berkat banyaknya teman seperjuangan (baca: sama-sama kelelahan) akhirnya kami sampai juga di punggung Gunung Batur.

Di sini pemandanganya sudah hampir terlihat utuh, ada Danau Batur dan Desa Truyan di seberang danau. Ada juga spot lain berupa sebuah warung berdiri sendirian di sana, seolah-olah menyambut datangnya pendaki gunung yang kelelahan seperti kami.

Kami duduk-duduk sebentar untuk menghilangkan nafas pas-pasan, mengistirahatkan kaki dan memanjakan mata sejenak. Tidak seberapa jauh akhirnya sampai juga kami di puncak Gunung Batur.

Kabut tebal mulai berdatangan, dan matahari mengintip dari sela-sela kabut. Keindahannya luar biasa membuat kami merasa senang sekali, lega dan bahagia perjalanan sulit terbayarkan.

Sedikit berlebihan namun maklumlah ini pertama kalinya rombongan kantor bersama-sama berliburan dengan kegiatan macam ini dan merasakan letih serta puasnya mendaki merupakan salah satu pengalaman yang patut diingat.

Di puncak gunung terdapat pura kecil, sesuatu yang mengingatkan lokasi kami berada. Pulau Bali dengan sejuta keindahan budaya dan adat asli Indonesia tercinta. Tak lupa kami berfoto bersama di atas puncak Gunung Batur setinggi 1.717 mdpl.

Ada sesuatu yang istimewa di sana, selain adanya pura kecil itu ada pula sepasang anjing hitam yang entah darimana muncul begitu saja. Mungkin sepasang anjing ini milik orang lokal di sana. Entahlah, yang pasti mereka ini sangat membantu kami saat menuruni Gunung Batur.

Setelah puas berfoto, kami pun menuruni Gunung Batur. Hari mulai gelap, senter pun dibagikan. Perjalanan yang sulit adalah saat menuruni area berpasir dan berbatu karang. Perlu ekstra hati-hati karena gelapnya hari membuat keberadaan batu-batu tersebut kurang terlihat.

Setelah melewati area berpasir ini, akhirnya sampailah kami ke dalam area pepohonan Gunung Batur. Di sinilah sepanjang anjing itu berperan. Mereka membantu kami memilih jalan (maklum karena gelap, sulit membedakan jalan yang mana yang kami tempuh) dan mereka dengan setia menunggu orang terakhir yang berjalan di rombongan yang tentu saja adalah saya.

Mereka menjagai kami di sepanjang jalan dengan berjalan di depan dan di belakang rombongan. Tak terasa akhirnya sampai pula kami di kaki gunung Batur. Pengalaman yang tak terlupakan bersama rombongan kantor, badan ini lelah, tapi hati puas telah menapakan kaki di puncak Gunung Batur.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED