Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Sep 2017 10:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berkunjung ke Zaman Batu di Kampung Bena

Neny Setiyowati
detikTravel Community
Foto 4 dari 5
Kemiri salah satu hasil bumi di Kampung Bena
Kemiri salah satu hasil bumi di Kampung Bena
detikTravel Community - Di Flores terdapat sebuah kampung unik yang masih alami. Di kampung ini kamu akan berasa kembali pada zaman batu. Penasaran?

Beragam keindahan yang dimiliki bumi Flores menjadi magnet kuat bagi para wisatawan. Tidak hanya alam, pesona budayanya pun sungguh mengagumkan. Kampung Adat Bena salah satu buktinya. Diperkirakan Kampung Bena sudah ada sejak 1200 tahun yang lalu.

Kampung adat ini terletak sekitar 18 Km dari Kota Bajawa, Kabupaten Ngada. Kampung ini seperti tidak tersentuh oleh perkembangan zaman. Masyarakatnya masih menjaga tradisi leluhurnya sejak ribuan tahun yang lalu. Berada di kaki Gunung Inerie dan dikelilingi oleh pepohonan, membuat udara di kampung ini sejuk dan segar.

Terdapat sekitar 45 rumah di kampung ini dengan 9 suku yang berbeda. Diantaranya suku Dizi, Dizi Azi, Wahto, Deru Lalulewa, Deru Solamae, Ngada, Khopa, Ago dan suku Bena sendiri. Suku-suku ini hidup dengan damai dengan pertalian saudara yang sangat kuat. Bisa dilihat dari kegiatan bersama seperti gotong royong dalam pembangunan rumah dan acara adat.

Wilayah Kampung Bena memiliki bentuk yang unik, yaitu memanjang dari utara ke selatan menyerupai perahu. Bentuk ini merupakan cermin dari sifat kerja sama, gotong royong dan kerja keras yang diajarkan oleh para leluhurnya dalam menaklukan alam, mengarungi lautan sampai akhirnya tiba di kampung ini. Masyarakat setempat juga percaya bahwa perahu adalah sarana bagi arwah untuk menuju ke tempat tinggalnya di alam baka.

Terdapat beberapa bangunan yang dianggap penting di Kampung Bena. Seperti Bhaga miniatur rumah yang merupakan simbol leluhur dari kaum perempuan. Serta juga ada Ngadhu, yang merupakan simbol leluhur laki-laki. Bentuknya mirip dengan payung dengan atap yang terbuat dari serat ijuk dengan tiang yang berfungsi sebagai tempat menggantung hewan kurban ketika upacara adat berlangsung.

Bhaga dan Ngadhu berada di halaman di tengah-tengah di antara rumah-rumah adat atau disebut juga halaman Kisanatapat. Upacara adat yang dilangsungkan di halaman ini adalah upacara sakral. Masyarakat setempat menyakini bahwa leluhur mereka berkomunikasi dengan mereka melalui upacara adat tersebut.

Bangunan yang juga dianggap penting oleh masyarakat Kampung Bena adalah Batu Nabe. Merupakan susunan bebatuan yang dibawahnya terdapat makam leluhur kampung ini. Batu Nabe juga merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan nenek moyang. Biasanya digunakan oleh para tetua adat untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi di kampung.

Mengunjungi kampung ini serasa kembali ke zaman megalitikum. Hal ini diperkental dengan masyarakat setempat yang sangat menghormati Gunung Inerie. Mereka percaya bahwa gunung ini sebagai tempat bersemayamnya Dewa Zeta yang melindungi Kampung Bena.

Selain gunung, masyarakat setempat juga menghormati batu dan hewan-hewan karena merupakan bagian dari kehidupan. Dengan banyaknya susunan batu yang berasal dari zaman megalitikum yang tertata apik, semakin membawa kita ke suasana zaman purba. Ditambah lagi dengan pola kehidupan masyarakatnya yang masih memegang teguh adat istiadat dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Untuk menuju ke sini gampang kok, bisa menggunakan ojek untuk langsung sampai ke lokasi. pengunjung nantinya membeli tiket masuknya seharga Rp 20.000. Uang ini digunakan sebagai donasi untuk warga setempat dan juga pemeliharaan kampung. Yuk, rasakan zaman batu di Kampung Bena.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Laporan dari Jepang

Foto: Secuil Rasa Amerika di Osaka

Senin, 20 Nov 2017 08:52 WIB

Pengaruh dan nuansa Amerika kental terasa di Amerika-mura. Inilah kawasan belanja, dimana anak-anak gaul Jepang terpengaruh gaya dan budaya negeri Paman Sam.