Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Jan 2018 13:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Weekend, Ayo Lihat Jakarta dari Puncak Monas!

Rudi Chandra
d'travelers
Foto 3 dari 4
Museum Sejarah Nasional di bawah Monas
Museum Sejarah Nasional di bawah Monas
detikTravel Community - Monas atau Monumen Nasional menjadi magnet bagi wisatawan di Jakarta. Mumpung weekend, ayo lihat Jakarta dari puncak Monas.

Jika berlibur ke suatu daerah, tentu belum sah rasanya jika belum mengunjungi ikon tertentu dari daerah tersebut. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu saat saya sedang berwisata di Jakarta, saya pun menyempatkan diri mengunjungi ikonnya Jakata, yaitu Monumen Nasional.

Monumen Nasional atau yang biasa disingkat dengan nama Monas adalah sebuah monumen peringatan yang dibangun untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Monumen ini mulai dibangun pada 17 Agustus 1961. Arsiteknya sendiri adalah Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono dengan rancang bangunnya berkonsep Lingga dan Yoni.

Tugu Obelisk yang menjulang tinggi melambangkan Lingga yang berarti laki-laki sementara pelataran cawan adalah Yoni yang melambangkan perempuan.

Monas sendiri memiliki ketinggian hingga 132 meter dan di puncaknya terdapat cawan yang menopang nyala obor lidah api yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kilogram. Pada perayaan 50 tahun kemerdekaan Indonesia, lembaran emasnya dilapis ulang hingga mencapai 50 kilogram.

Cara terbaik untuk menikmati Monumen Nasional adalah langsung dari cawan di puncaknya. Hanya saja untuk naik ke atas biasanya harus antri dahulu, karena lift yang tersedia untuk mengangkut wisatawan ke atas cukup terbatas. Sehingga wisatawan harus sabar mengantri.

Namun begitu sampai di atas, kita bisa menikmati pesona Kota Jakarta dari ketinggian 132 meter. Sejauh mata memandang terlihat berbagai bangunan yang memenuhi segala sudut Kota Jakarta hingga ke batas horizon.

Terlihat pula dengan jelas bangunan-bangunan pencakar langit dan Masjid Istiqlal yang berdiri gagah dari sini. Jika cuaca cerah dan tidak berkabut polusi, dari atas sini juga terlihat pegunungan di kejauhan.

Selain cawan puncak, masih ada beberapa hal menarik yang bisa ditemukan di Monumen Nasional ini. Salah satunya adalah pelataran cawan yang berada di tingkat kedua Monumen Nasional. Tempat ini cukup luas dan cukup asyik untuk duduk bersantai sambil menikmati pemandangan Kota Jakarta.

Dari cawan ini kita bisa masuk ke dalam Ruang Kemerdekaan yang berada di bagian dalam cawan monumen. Di ruangan ini terdapat lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Kemudian naskah proklamasi dan peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlapiskan emas.

Kemudian di bagian bawah Monumen Nasional ini juga terdapat Museum Sejarah Nasional. Museum yang berada di kedalaman 3 meter di bawah tanah ini berisi berbagai diorama yang menampilkan sejarah Indonesia sejak masa prasejarah hingga masa orde baru. Diorama tersebut dipajang di sekeliling dinding museum.

Monumen Nasional beralamat di Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi. Pada hari senin pekan terakhir setiap bulannya monumen ini ditutup untuk umum karena pemeliharaan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED