Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Des 2017 10:44 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kehangatan Warga Desa Tertingi Pulau Jawa yang Bikin Meleleh

Widi Arini
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
gerbang masuk ke desa wisata Sembungan
gerbang masuk ke desa wisata Sembungan
detikTravel Community - Nama Desa Sembungan sudah tak asing lagi bagi para traveler. Liburan ke sini, traveler akan dibuat meleleh dengan hangatnya suasana warga di desa ini.

Dataran tinggi Dieng menjadi salah satu magnet tersendiri dari aspek pariwisata di Pulau Jawa. Banyak wisata alam yang ditawarkan disini, mulai dari perbukitan, telaga, kawah, kawasan candi dan masih banyak lagi, salah satunya adalah Desa Wisata Sembungan yang terletak di kecamatan Kejajar, Wonosobo.

Berada di ketinggian lebih dari 2.300 meter di atas permukaan laut menjadikan Desa Wisata Sembungan bukan hanya merupakan desa tertinggi yang ada di Dataran Tinggi Dieng, tapi juga merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa. Keren!

Konon, di kawasan Dataran Tinggi Dieng, desa inilah yang pertama kali dihuni. Masyarakat yang datang dari daerah Wonosobo tinggal di desa ini, lalu menyebar ke daerah-daerah yang ada di sekitarnya membentuk desa-desa baru. Meski begitu, tidak diketahui dengan pasti kapan pertama kali masyarakat menempati desa ini.

Tidak terlalu sulit untuk menjangkau desa ini aksesnya cukup mudah dengan jalan menuju Desa Sembungan sudah dilapisi aspal. Suhu udara disini mampu membuat seluruh tubuh menggigil, ketika saya dateng kesini di musim penghujan mencapai suhu 12 derajat. Namun, berbeda jika anda berkunjung di puncak musim kemarau pada bulan Juli sampai Agustus, suhunya dapat mencapai 0 derajat celcius. Amazing!

Satu yang menarik saat datang ke desa ini adalah kehangatan penduduk desa. Sebagai salah satu desa wisata, penduduk desa ini sudah terbiasa berkomunikasi dengan pengunjung. Mereka akan menyapa dengan ramah atau sekadar memberikan senyum ketika berpapasan di jalan.

Suasana kebersamaan di antara penduduk pun sangat terasa. Gotong royong menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Sembungan.

Hampir semua penduduk Desa Sembungan berprofesi sebagai petani. Sayur mayur, kentang, serta carica menjadi jenis tanaman yang menjadi komoditi utama pertanian di desa ini. Lahan pertanian mereka terhampar luas yang bila dilihat dari kejauhan akan membentuk seperti permadani.

Selain itu, di desa juga terdapat beberapa objek wisata. Di sebelah selatan desa, terdapat Telaga Cebongan dan bukit Sikunir yang terkenal dengan golden sunrise-nya.

Tidak perlu khawatir soal penginapan saat berkunjung ke Desa Sembungan karena sudah banyak berdiri homestay-homestay yang dikelola warga sekitar. Biasanya homestay ini terletak di lantai atas rumah penduduk, jadi masih dapat berkomunikasi dengan pemiliknya yang notabenenya warga Sembungan.

Uniknya homestay di desa Sembungan yang mungkin tidak dapat kamu rasakan di homestay manapun di Indonesia adalah kita diberikan tungku perapian dari bara untuk membantu menghangatkan tubuh.

Walau penginapan di sini banyak namun kadang jika musim liburan datang akan sulit mendapatkan kamar di penginapan. Meski begitu, pengunjung akan diterima dengan hangat di rumah-rumah warga.

Bahkan, tinggal di rumah warga sekitar akan membuat perjalanan ke Desa Sembungan menjadi lebih berkesan. Menikmati keramah tamahan masyarakat sekitar, keindahan pesona alam yang terhampar, serta kehangatan mengobrol santai di sekitar tungku menjadi pengalaman yang akan selalu indah untuk dikenang.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
20Detik

Ada Matryoshka Jokowi di Rusia

Kamis, 19 Jul 2018 08:52 WIB

Matryoshka adalah boneka khas Rusia. Banyak tokoh yang dijadikan model boneka ini, termasuk tokoh dari Indonesia, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.