Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Feb 2018 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cerita Relic Suci Sang Buddha dan Pagoda 1000 Perwira Militer

Muchamad Irfan
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Bangunan depan Botataung Pagoda
Bangunan depan Botataung Pagoda
detikTravel Community - Bila ke Myanmar, jangan lupa ke Botataung Pagoda. Ada cerita menarik yang harus kamu tahu tentang  Pagoda 1000 Perwira Militer ini.

Botataung Pagoda yang berada di Kota Yangoon, Myanmar. Berada di sudut Jalan Botahtaung Pagoda dan Jalan trand. Di samping pagoda mengalir Sungai Yangoon, salah satu sungai besar di kota ini yang dapat dilayari kapal. Juga terdapat pelabuhan untuk kapal-kapal mendarat tidak jauh dari lokasi pagoda.

Botataung pagoda memiliki beberapa bangunan dan stupa. Ruang pertama yang kami melihat di dinding-dinding ruangan ini terdapat lukisan-lukisan dalam ukuran yang cukup besar menjelaskan sejarah Botataung P Bgoda.beruntung dibawah lukisan tersebut selain Bahasa Myanmar juga ada terjemahan Bahasa inggris sehingga wisatawan dapat memahami cerita yang disampaikan.

Di lukisan pertama digambarkan Sang Buddha Gautama yang sedang bersemedi di awah pohon boddhi di India sekitar 2.500 tahun yang lalu, mendapat kunjungan dua orang bersaudara bernama Tapissa dan Balikka yang berprofesi sebagai pedagang. Tapissa Dan Baliika berasal dari negara jauh di seberang lautan bernama Kerajaan Mon (sekarang menjadi negara Myanmar) di mana saat itu yang berkuasa adalah Raja Sihadipa.

Tapissa Dan Balikka membawakan persembahan kepada Sang Buddha berupa kue manis berlapis madu yang diterima dengan baik oleh sang Buddha. Sang Buddha pun memberkati kedua pedagang tersebut dengan memberikan 8 helai rambutnya yang kemudian disimpan kedua bersaudara kedalam kotak emas. Di lukisan berikutnya digambarkan perjuangan kedua bersaudara tersebut untuk sampai di negaranya.

Di satu lukisan digambarkan Tapisa Dan Balikka tiba di suatu kerajaan dan disambut baik Sang Raja bahkan keduanya dijamu di istana sang raja. Sayangnya begitu sang raja tahu kedua bersaudara tersebut membawa relic Sang Buddha sehinga dengan berat hati 2 lembar helai rambut sang Buddha diserahkan kepada sang raja. Di Lukisan selanjutnya ketika sedang berlayar di laut lepas kapal yang mereka naiki dihadang Raja Naga. Agar dapat lewat Raja Naga meminta relic Sang budha. Terpaksa kedua bersaudara tersebut memenuhi permintaan Raja naga dengan memberikan 2 helai rambut sang Buddha.

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dan tiba di kerajaan Mon setelah berbulan-bulan pergi. Ternyata meski sudah sampai negeri asal kemalangan yang didapat kedua bersaudara tersebut belumlah usai. ua helai rambut saSng Buddha dicuri pencuri dari rumahnya, dan kini tinggal 2 helai rambut sang Buddha dari jumlah awal. Semakin dalam rasa kecewa dan sedih serta malu yang dirasakan kedua bersaudara tersebut padahal mereka ingin mempersembahkan relic suci sang Buddha tersebut kepada Raja Mereka Raja Sidhapa.

Di lukisan berikutnya nampak Raja Sidhapa yang sedang beristirahat bermimpi bertemu Sang Buddha. Di mimpi itu Sang Buddha menjelaskan kejadian yang terjadi atas relic suci yang dibawa Tapissa Dan Balikka dan menjelaskan esok hari ke 6 helai rambut sang Buddha yang diambil selama perjalanan akan kembali.

Lukisan berikutnya menggambarkan saat Tapissa Dan Balikka membawa kota emas berisi relic suci Sang Buddha ke istana. Dihadapan Sang Raja Sidhapa dan pejabat istana kotak emas itu dibuka. Ajaib ternyata jumlah helai rambut sang Buddha kembali menjadi 8, hal ini membuat tekejut seluruh hadirin yang hadir. Raja Sidhapa memberikan penghargaan besar kepada Tapissa Dan Balikka yang sudah membawa relic suci Sang Buddha. Kedua bersaudara harus menempuh perjalanan ribuan kilometer dan berbulan-bulan menghadapi bahaya selama perjalanan untuk dapat membawa relic suci sang Buddha ke kerajaan.

Di lukisan terakhir menggambarkan setelah berdiskusi dengan para pejabat istana. Dipilihlah tempat terbaik mendirikan stupa untuk menyimpan Relic suci Sang Buddha. Saat hari pendirian Stupa selain sang raja, Tapissa Dan balika serta rakyat negeri ikut hadir, 1.000 pejabat militer mengawal prosesi ini. Inilah asal muasal nama Botataung Pagoda, 'Bo' berarti pemimpin dan 'tahtaung' berarti seribu dalam Bahasa Mon, yang bila digabung maknanya 'pagoda 1000 pemimpin militer'.

Kisah Botataung pagoda tidak selesai sampai disini di salah satu sudut pengunjung akan melihat lukisan pesawat pesawat tempur menjatuhkan bom-bom ke komplek Pagoda sehingga Pagoda itu terbakar.inilah cerita sedih yang dialami Botatatung pagoda tanggal 8 November 1943 Pesawat-pesawat Tempur RAF (Royal Air Force) membom komplek Botataung Pagoda saat menyerang Yangoon yang dikuasai Tentara Jepang saat perang dunia ke II.

Dari Ruang Lukisan sejarah Botataung Pagoda kami beranjak ke ruangan utama inilah tempat paling suci di Botataung Pagoda dan paling ramai oleh umat Buddha yang berdoa maupun wisatawan yang mengabadikan fotonya. Di sinilah 700 benda-benda bersejarah,batu mulia,emas dan perak yang diperoleh saat penggalian disimpan didalam pintu-pintu kaca terkunci rapat. Pagoda emas tempat relic sang Buddha diletakkan didalam pintu kaca tebal berlapis.

Keluar dari ruangan ini kita akan tiba di halaman pagoda yang amat luas biasanya tempat ini ramai dimana para peziarah akan mengelilingi pagoda sambil berdoa atau duduk sambil membaca kitab suci.
 Di Lapangan ini ada beberapa tempat yang menarik dikunjungi .tempat pertama yang kami kunjungi adalah kuil tempat Nat Bo Bo Gyi. Dari pinggir jembatan saat mengantri untuk melihat Nat Bo Bo Gyi kami melihat ikan dan kura-kura yang hidup bebas di danau ini .

Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah kuil tempat dimana patung Buddha berumur ratusan tahun berada. Saat kami samapai di tempat ini ada sekitar 25 orang peziarah duduk didepan patung Buddha berwarna keemasan yang duduk bersemedi di singgsana yang juga berwarna keemasan. Patung Buddha ini merupakan kekayaan budaya Myanmar. Menurut sejarahnya patung ini dibuat atas perintah Raja Mindon Min pada tahun 1859 di Mandalay Ibukota terakhir Kerajaan Myanmar.

Di sebuah bangunan bercat hijau berbentuk segienam dengan pagoda kecil di puncaknya dan kaca-kaca besar di setiap sisinya. Inilah tempat relic suci sang Buddha disimpan tepat diatas pintu masuk tertulis budha tooth relic pagoda. Saat masuk ke tempat ini kami bertemu beberapa orang biksu Buddha yang sedang membaca paritta. Tepat di tengah ruangan berdiri pilar dari kayu berukir di atas pilar ini berdiri kotak kaca dimana di dalamnya terdapat 3 buah pagoda mini. Di salah satu pagoda mini dengan dinding kaca inilah terdapat beberapa buah gigi yang dipercaya sebagai gigi sang Buddha.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Desa Wisata Indonesia

Bagaimana Membangun Desa Wisata?

Senin, 20 Agu 2018 17:15 WIB

Membangun desa wisata, tidak hanya bermodalkan pemandangan indah. Ada beberapa kritertia dan hal-hal penting yang harus diperhatikan.