Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Mei 2018 08:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Penangkaran Rusa yang Hanya Ada di Pulau Bawean

Pradikta Kusuma
d'travelers
Foto 2 dari 5
Populasinya yang kian menurun dan terancam punah
Populasinya yang kian menurun dan terancam punah
detikTravel Community - Pulau Bawean tak hanya menawarkan pemandangan alam nan indah saja. Namun di sini juga menjadi rumah bagi rusa Bawean yang hampir punah.

Pukul 5 pagi matahari untuk pertama kali mulai menampakkan sinarnya. Lembut dan perlahan seiring dengan laju kapal Ferry yang juga perlahan menerjang Laut Jawa. Sudah 8 jam kapal ini berlayar dari pelabuhan Gresik dengan tujuan Pulau Bawean yang berada di garis paling luar dari Kabupaten yang berjuluk 'Kota Pudak'.

Bawean adalah sebuah gugusan pulau yang berstatus 'Cagar Alam' dan mulai digadang gadang menjadi tujuan wisata utama di Kabupaten Gresik. Destinasi pertama kami adalah Penangkaran Rusa yang berada di sebelah barat Pulau Bawean.

Tak banyak penunjuk arah yang dapat ditemui sepanjang perjalanan, bagi orang awam kemungkinan untuk salah arah sangat besar, maka dari itu bertanya adalah salah satu hal wajib ataupun mengajak seorang guide lokal untuk menemani perjalanan.

Penangkaran rusa ini berada tepat di lembahan perbukitan yang ada di pusat Pulau Bawean. Berada di ketinggian dan jauh dari perumahan warga, menjadikan tempat ini sangat cocok untuk rusa-rusa yang membutuhkan ketenangan. Pemandangannya pun aduhai, dari pos penjaga sini terlihat dari kejauhan birunya langit dan hijaunya persawahan di bawah sana.

Rusa-rusa yang ada di dalam kandang pun nampak begitu terawat dengan makanan yang melimpah. Sesekali mereka memandang kami dengan tatapan menyelidik. Seakan tak terganggu dengan kedatangan kami, para rusa pun nampak tenang meneruskan acara makan mereka.

Dari segi bentuk memang tak ada yang nampak berbeda dari rusa kebanyakan, namun yang membedakan adalah rusa yang bernama latin Axis kuhlii ini adalah endemik dan tak dapat ditemukan di tempat lainnya selain di Bawean.

"Sebenarnya saat ini kami tutup penangkaran ini untuk pengunjung mas, di luar sana kan sudah kami tutup juga pagarnya," ujar seorang penjaga yang sedang bertugas menemui kami.

Memang di luar tadi kami tetap nekat untuk masuk walaupun terdapat sebuah plang bambu dan bertuliskan Penangkaran Rusa Tutup. Sudah jauh-jauh datang, sekadar menengok saja kenapa tidak boleh, begitulah pemikiran kami berpendapat.

"Maaf pak, kami sudah masuk tanpa izin. Kami datang kesini dari Surabaya karena penasaran seperti apa rusa endemik yang ada di Bawean ini," aku sedikit mengutarakan argumentasi saat itu.

"Kami tutup karena saat ini sedang ada 4 rusa yang kami rehabilitasi sebelum dilepas liarkan mas, mereka butuh ketenangan, oleh karena itu kami larang pengunjung untuk masuk, tapi karena sudah terlanjur di sini, silahkan mas-masnya melihat rusa tapi di Kandang yang belakang sana ya, tapi pelan pelan dan jangan membuat kegaduhan," katanya.

"Baik pak," serempak kawan-kawan menimpalinya.

Melihat yang lain mulai melangkah mendekati kandang rusa bagian belakang. Aku tetap berbincang-bincang dengan para penjaga penangkaran ini. Ingin mengetahui lebih jauh tentang Rusa Bawean langsung dari orang yang menjaga mereka.

"Rusa Bawean ini adalah hewan endemik di Bawean sini mas, jumlah yang hidup liar saat ini sangat sedikit, maka dari itu kami membantu perkembangan rusa dengan menangkarkannya di sini," ujarnya

"Selain rusa di Bawean ini juga ada Babi Kutil dan Elang yang endemik dan hanya bisa ditemui di sini. Bawean ini statusnya adalah Cagar Alam mas, jadi sebenarnya tak semua orang bisa masuk ke sini, harus ada izin khusus. Tapi makin ke sini Bawean semakin ramai oleh wisatawan, pemerintah pun melihat ini sebagai prospek jangka panjang dan nampaknya akan mengganti status Bawean ini sebagai pulau wisata mas," lanjutnya.

"Dalam hati kami tidak apa-apa status berganti, namun kami ingin agar hewan-hewan dan lingkungan di Bawean ini tetap lestari dan terjaga sampai kapan pun mas, itu saja," tuturnya.

Aku pun mengamini perkataan dari bapak penjaga penangkaran ini. Semoga ke depan Pulau Bawean tetap lestari dan tak bernasip serupa dengan Cagar Alam lain di Jawa Timur yang bernama Pulau Sempu dan belakangan dikomersialisasi oleh oknum-oknum terkait untuk mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok saja.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED