Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Mei 2018 16:46 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ngabuburit Asyik Menjelajah Kampung Arab di Surabaya

Zahra Safithry Irawan
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Kebab menjadi salah satu makanan andalan kawasan ini.
Kebab menjadi salah satu makanan andalan kawasan ini.
detikTravel Community - Kawasan Ampel atau Kampung Arab, Surabaya selama bulan Ramadan terkenal dengan banyaknya stan makanan. Ngabuburit di sini, asyik banget untuk wisata religi dan budaya.

Terletak di utara Kota Surabaya, kawasan ini akan membuat pengunjungnya merasakan budaya Timur Tengah yang begitu kental di tengah budaya multietnis Kota Surabaya. Kampung Arab adalah tempat komplit dengan perpaduan wisata religi, sejarah, belanja, hingga kuliner yang pas dan menyenangkan. Ditambah dengan nuansa dan arsitektur yang unik menjadikan kawasan ini daerah yang wajib kamu kunjungi bila berada di Surabaya, terlebih pada bulan Ramadan.

Selama bulan Ramadan, kawasan ini terkenal dengan banyaknya stan makanan minuman yang ramai akan pengunjung yang berburu makanan untuk berbuka. Nama Ampel diambil dari Sunan Ampel yang merupakan salah satu tokoh terkenal yang disegani dari Wali Songo yang menyebarkan ajaran agama Islam di Pulau Jawa.

Ketika beliau meninggal, ia dimakamkan di daerah barat sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ampel. Bagai Arab Street di tengah tengah Singapura, kawasan Ampel ini akan membuat pengunjungnya merasakan budaya Timur Tengah yang begitu kental.

Saya berangkat sekitar pukul 15.00 WIB di saat matahari sudah tidak begitu terik. Begitu memasuki kawasan Sunan Ampel, saya langsung bisa merasakan perbedaan budaya yang membuat lupa bahwa ini adalah bagian dari Surabaya. Akulturasi budaya yang sangat kuat antara komunitas Arab sebagai yang terbesar, dapat dilihat dari banyaknya wajah etnis Arab yang memenuhi daerah ini mulai dari penduduk hingga pedagang, dengan komunitas lokal Surabaya seperti Madura dan Jawa yang membaur dengan bahasa Jawa campuran yang sehari-hari mereka pakai di daerah tersebut.

Setelah melewati gerbang masuk Kawasan Religi Sunan Ampel, saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki mencari arah Masjid Sunan Ampel. Lokasi masjid ini terletak di tengah rumah penduduk dengan akses jalanan yang kecil. Sepanjang perjalanan menuju masjid, saya dapat mencium aroma rempah dan minyak Arab yang silih berganti, menambah sensasi wisata budaya menjadi lebih menyenangkan.

Untuk mencapai Masjid Ampel, kita melewati deretan wisata belanja berupa lorong panjang yang teduh dengan desain unik tempat penduduk sekitar berdagang, mulai dari baju muslim, tasbih, aksesoris, minyak wangi, kurma, dan makanan khas Timur Tengah lainnya bisa didapatkan di pasar ini dengan harga yang terjangkau. Setelah membeli pernak pernik, saya meneruskan perjalanan ke gerbang Masjid Ampel yang sudah ramai dengan santri dan penduduk sekitar yang beribadah.

Karena sudah memasuki waktu Ashar, salat di masjid ini. Masjid Ampel ini termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang dibangun dengan arsitektur Jawa Kuno yang dipadu arsitektur Arab. Perawatan masjid ini dapat dibilang sangat baik, karena meskipun banyak pengunjung, suasana dalam masjid sejuk, rapi, dan terpelihara dengan baik. Ditopang oleh tiang dari kayu jati yang kokoh, tidak heran bahwa Masjid Ampel ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat.

Begitu keluar dari pintu Masjid Ampel, kita mengikuti arah jalan menuju Kompleks Pemakaman Sunan Ampel. Di sana ada gapura yang menjadi gerbang utama daerah pemakaman Sunan Ampel, istri, beserta kerabat-kerabatnya. Banyak pengunjung yang melakukan ziarah dan memperlajari sejarah lebih dalam dari Sunan Ampel.

Setelah puas wisata belanja dan wisata religi, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan wisata kuliner Ampel. Terlebih, pada bulan Ramadan, banyak sekali stan makanan minuman sepanjang jalan utama kawasan Sunan Ampel yang buka mulai dari pukul 15.30 WIB.

Mendekati waktu Maghrib, kawasan Ampel ini semakin ramai dipenuhi dengan pembeli dan pedagang makanan minuman untuk berbuka. Di sini banyak dijumpai makanan khas Arab, antara lain kebab, shawarma, parata, nasi biryani, gulai kambing, nasi tomat, dan masih banyak lagi. Makanan/minuman ini dijual di gang-gang kecil hingga jalan utama. Jika ingin menikmatinya di tempat, ada beberapa restoran di sekitar kawasan ini yang nyaman dan tentunya dengan menu lezat kaya akan rempah khas Timur Tengah.

Semua makanan minuman yang ditemui juga dijual dengan harga yang sangat terjangkau, pas untuk kantong mahasiswa. Hal yang paling diuka dari wisata kuliner Ampel adalah tidak perlu mahal untuk mendapatkan kenikmatan luar biasa, haha!

Kawasan Ampel atau Kampung Arab adalah tempat komplit dengan perpaduan wisata religi, sejarah, belanja, hingga kuliner yang pas dan menyenangkan. Ditambah dengan nuansa dan arsitektur yang unik menjadikan kawasan ini daerah yang wajib kamu kunjungi bila berada di Surabaya, terlebih pada bulan Ramadan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED