Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Sep 2018 09:14 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Surga Dari Nusa Penida Bernama Pantai Kelingking

Foto 1 dari 5
Kelingking Beach, The Hidden Paradise of Nusa Penida
Kelingking Beach, The Hidden Paradise of Nusa Penida
detikTravel Community - Traveler pasti sudah sering dengar tentang Pantai Kelingking di Nusa Penida. Selain cantik bagai surga, tempat ini juga perlu perjuangan untuk dijelajahi.

Rasanya tidak berlebihan jika saya menyematkan The Hidden Paradise of Nusa Penida bagi Kelingking Beach atau Pantai Kelingking. Hal ini terjadi karena kamu akan merasa begitu bersyukur atas ciptaan Tuhan yang begitu menakjubkan.

Untuk mengakses bagian dari pantai ini, traveler wajib menempuh bukit sampai tebing lebih tepatnya. Mungkin terdengar biasa, tapi tunggu sampai traveler sendiri melakukannya.

Saat sampai ketempat ini, panas dan kering begitu terasa, mungkin karena saat saya berkunjung ke sini masih dalam musim panas. Terlihat kerumunan orang yang antri untuk berfoto di salah satu spot andalan yang menunjukan bentuk dari Pantai Kelingking ini, bentuknya seperti kepala T-rex.

T-rex Beach terdengar lebih cocok, bisa juga C or F Beach mungkin. Nama Kerennya tetap Kelingking Beach.

Menurut cerita warga lokal, yang membuat tempat ini terkenal adalah wisatawan asing. Walaupun mungkin masyarakat setempat sudah mengetahui tempat ini lebih dulu, tapi siapa yang berani mengeksplorasi lebih itu yang akan tahu lebih.

Walaupun saya ke sini bersama rombongan backpacker, tapi belum tentu semua mau turun, karena tantangan untuk turun dan naik kurang lebih butuh tenaga besar. Untungnya ada teman saya yang mau turun, malu dong sama turis asing yang banyak lalu-lalang turun naik.

Sepanjang perjalanan turun, tidak lupa kami mengambil beberapa foto dengan sudut pandang yang menakjubkan, dan kalau traveler beruntung dari kejauhan terlihat manta loh. Berharap suatu saat bisa berenang bersama Manta.

Berlanjut ke perjalanan, terperosok beberapa kali, jalanan yang licin dan berdebu tidak mengurungkan niat kami. Saat mulai putus asa, melihat ke atas, sudah terlalu jauh, melihat ke bawah tidak sampai-sampai.

Menyebar pandangan kebawah, terlihat beberapa orang yang berusaha turun, membayangkan keindahan yang menanti kebawah. Itu motivasi yang membuat kami terus melangkah.

Dan perasaan bahagia membuncah, saat melihat tulisan Kelingking Beach, tanda tempat yang kami tuju semakin dekat. Akhirnya kami sampai juga. Pasir lembut menyapa kami, putih bersih dan lembut seperti salju.

Ombak bergelung yang berkejaran, membuat saya yang sebelumnya tidak mau bermain air, akhirnya bermain air. Berada di Pantai Kelingking terasa seperti di luar negeri, karena lebih banyak wisatawan asingnya dibanding lokal.

Setelah puas bermain air, kami harus segera kembali. Karena katanya lebih banyak waktu dan tenaga untuk naik daripada turun. Dan ternyata benar apa kata kebanyakan orang, saya seperti mendaki tebing kapur.

Rasa lelah yang harus saya bayar untuk mencapai puncak lagi, tapi tenang, jika orang lain bisa maka saya pun bisa. itu yang selalu saya bisikan dalam hati saya.

Saran dari saya, ambil foto sepuas-puasnya saat turun menunjuk pantai, karena saat naik biasanya tenaga sudah habis dan tidak fokus lagi untuk foto-foto. Jangan lupa bawa air minum, karena terik matahari dan debu tanah dari jalanan. Saya berhenti sejenak tiap berasa lelah, dan minum secukupnya untuk mengembalikan energi saya.

Yuk, jelajahi Indonesiamu!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED