Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Okt 2018 16:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melewati Ratusan Anak Tangga Demi Pantai Tersembunyi di Bali

KHAIRULLEON
d'travelers
Foto 1 dari 5
Peselancar di Pantai Green Bowl
Peselancar di Pantai Green Bowl
detikTravel Community - Menikmati pantai di Bali yang indah dan tidak terlalu ramai turis, Green Bowl bisa jadi pilihan. Tapi traveler harus siap naik turun begitu banyak anak tangga.

Bali memiliki banyak pantai dengan segala keunikanya masing-masing. Salah satunya yaitu pantai Green Bowl. Pantai ini terletak di Jalan Bali Cliff, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Saat memasuki Pantai Green Bowl, pengunjung dikenai biaya Rp 5.000 yang juga digunakan untuk biaya operasional pantai atau Pura Batu Pageh yang berada tidak jauh dari lokasi parkir.

Tidak seperti nama pantai pada umumnya, Green Bowl terdengar lebih elegan. Namun, jika kita artikan, green bowl berarti mangkuk hijau. Dari beberapa artikel yang ku baca, ternyata makna Green Bowl memang benar-benar mangkuk berwarna hijau.

Jadi, ketika kondisi pantai dalam keadaan surut, karang-karang yang ditumbuhi lumut berwarna hijau akan muncul. Lalu jika kita melihat karang ini dari atas tebing maka bentuknya seakan menyerupai mangkuk raksasa berwarna hijau.

Anehnya, selama berada di sini aku sama sekali tidak melihat bentuk karang hijau yang menyerupai mangkuk. Sepertinya aku sedang kurang fokus.

Awalnya pantai Green Bowl ini diberi nama Bali Cliff, sebab di atas tebing terdapat hotel bernama Bali Cliff. Ada pula yang menyebutkan kalau pantai ini diambil dari sebuah nama perusahaan yang ingin mendirikan bangunan di sekitar pantai, nama perusahaan itu adalah PT Green Bowl.

Namun, dari asal-usul penamaan di atas, ada satu pendapat yang paling ku sukai yaitu The Hidden Beach. Entah siapa yang memberi nama tersebut, tapi pantai ini memang pantas dijuluki sebagai pantai tersembunyi.

Untuk bisa sampai ke Pantai Green Bowl, pengunjung harus turun melewati ratusan anak tangga yang agak curam. Jadi, pastikan sebelum ke sini kamu membawa perbekalan makanan dan minuman yang cukup. Sebab tangga-tangga ini menguras tenaga banget.

Selama menuruni anak tangga, kita akan menemui banyak monyet yang berkeliaran. Jadi, kita harus menjaga barang berharga kita supaya tidak dicuri monyet.

Ada banyak hal menarik yang bisa traveler lakukan di Pantai Green Bowl. Seperti berenang, berjemur, minum kelapa, memancing ikan, berteduh di bawah gua, surfing, dan lain sebagainya.

Ombak di pantai ini memang sangat cocok untuk surfing, pengunjungnya juga relatif sedikit jadi tidak perlu berebutan ombak. Pokoknya serasa pantai pribadi. Nggak heran kalau di sini banyak sekali bule-bule yang menenteng papan surfing.

Puas bermain-main di Green Bowl beach, aku melanjutkan perjalanan ke Uluwatu untuk berburu sunrise. Namun, aku harus berjuang lagi untuk menaiki ratusan anak tangga. Ternyata naik tangga lebih melelahkan daripada turunnya.

Ada kejadian kurang menyenangkan saat di pantai ini. Setelah menaiki ratusan anak tangga, aku istirahat sebentar di depan warung sambil membeli minuman dingin. Tidak beberapa lama ada seorang ibu-ibu menawarkan gelang handmade seharga Rp 10.000.

Karena tidak tertarik, aku pun menolaknya secara halus. Namun, penjual itu menurunkan harga menjadi Rp 5.000 per gelang. Karena benar-benar tidak berminat membeli gelang, aku pun tetap menolaknya, Kali ini dengan cara yang lebih halus lagi.

Namun si ibu tetap tidak mau pergi. Dia terus memaksa agar barangnya dibeli, bahkan dia memberikan diskon 3 gelang Rp 10.000.

Tidak beberapa lama dia merogoh kantong bajuku karena melihat ada uang Rp 10.000, uang kembalian beli minum. "Tuh ada uang 10 ribu, buat saya saja! Saya kasih 4 gelang! Cepat!" ujarnya.

Merasa terusik, aku memutuskan untuk pergi menjauh. Beruntung beliau tidak mengikutiku. Sangat disayangkan jika di Pulau Bali yang indah ini terdapat pedagang seperti itu. Bisa jadi, para wisatawan tidak mau balik lagi ke Bali hanya karena kejadian sepele seperti ini, ujungnya para pedagang kaki lima juga yang dirugikan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED