Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Okt 2018 10:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengintip Pesona Labuan Bajo

Yudhistira Arga
d'travelers
Foto 1 dari 4
Yeah, im free!
Yeah, im free!
detikTravel Community - Siapa yang tak kenal dengan Labuan Bajo di NTT? Pesonanya sudah diakui oleh wisatawan dalam dan luar negeri.

Labuan Bajo merupakan salah satu desa tercantik dari 9 desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provisi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. 

Nama desa ini cukup terkenal di telinga wisatawan lokal maupun dunia, mengingat tempat ini menawarkan pemandangan gugusan pulau-pulau berdiri di atas birunya air laut yang membuat para pelancong terpesona. 

Popularitas Labuan Bajo sudah lama kami dengar, tapi baru akhir tahun lalu kami memiliki kesempatan untuk menjejakkan kaki di tanah surga dari timur Indonesia ini. 

Perjalanan kami mulai dari Yogyakarta. Kala itu jadwal pesawat kami berangkat pukul 06.10 WIB. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kami putuskan untuk berada di bandara pukul 05.00 WIB, setelah kurang lebih satu jam menunggu akhirnya perjalanan kami dimulai. 

Untuk menuju Labuan Bajo, kami singgah sebentar di bandara Ngurah Rai Bali. Pesawat selanjutnya dijadwalkan terbang pukul 11.00 WIB.

Sayangnya pesawat yang kami tumpangi terkendala masalah sehingga kami diminta untuk menunggu hingga pukul 15.00 WIB. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya saat yang dinantikan tiba akhirnya pesawat tersebut membawa kami ke Bandara Komodo.

Setelah satu jam berada di ketinggian sepuluh ribu kaki, akhirnya kami menginjakkan kaki pertama kalinya di Bandara Komodo. Mengingat waktu sudah terlalu sore dan kala itu kondisi tubuh sedang tidak bersahabat kami putuskan untuk segera menuju ke hotel tempat kami bermalam.

Jarak antara hotel dan bandara tidak terlalu jauh, hanya memerlukan sekitar 10 menit perjalanan darat. Namun, mengingat area ini merupakan destinasi wisata maka jangan berharap untuk mendapatkan moda transportasi dengan harga miring. 

Kala itu kami perlu membayar sebesar Rp 65 Ribu untuk perjalanan menggunakan taksi yang tidak lebih jauh dari 4 Km.

Kami tiba di hotel dengan sambutan keindahan pemandangan di balik kaca lobi. Gugusan pulau hijau yang berjajar rapi di tengah birunya air laut terhampar luar di depan mata. 

Seakan tak ingin melewatkan momen yang belum tentu bisa dinikmati seumur hidup ini, kami segera menjatuhkan tas dan mengabadikan momen menggunakan lensa kamera.

Setelah puas mengambil beberapa gambar, kami segera menuju ruangan masing-masing. Kali ini kami kembali dikejutkan dengan pemandangan objek yang sama, tapi dengan angle berbeda. 

Kamar yang kami tempati terletak di lantai bawah dan dilengkapi dengan teras yang langsung berhadapan dengan laut.

Pada hari kedua kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa tour yang disediakan pihak hotel.  

Dengan membaya sejumlah uang kami mendapat kesempatan untuk dibawa berkeliling mengitari pulau-pulau sekitar Labuan Bajo. Pulau pertama yang kami kunjungi adalah pulau Padar, pulau ini terletak di sisi barat Labuan Bajo.

Perjalanan menuju pulau ini hanya bisa menggunakan jalur laut, dan setidaknya memerlukan waktu sekitar 5 jam perjalanan. Memang terdengar jauh dan memakan banyak waktu, tapi sepanjang perjalanan Anda akan menemukan pemandangan yang mengagumkan. 

Jika Anda beruntung, terkadang satwa mamalia seperti lumba-lumba juga akan dengan mudah ditemui bermain-main di sekitar kapal yang Anda tumpangi. 

Sesampainya di Pulau Padar, kami segera melompat dari perahu dan mendaki bukit tinggi untuk mendapatkan pemandangan yang lebih spektakuler.  

Pada dasarnya Pulau Padar ini merupakan sebuah bukit yang memiliki bentuk melengkung dan memisahkan laut Sulawesi dan laut NTB. 

Untuk menikmati panorama terbaik dari puncak bukit, pelancong harus mendaki kurang lebih satu jam. Satu hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pendakian adalah untuk membawa bekal air minum dan menggunakan alas kaki sepatu yang nyaman, mengingat cuaca di Labuan Bajo sangat terik.

Setelah sampai di puncak bukit, rasa lelah kami terbayar lunas. Pemandangan yang selama ini hanya bisa kami lihat di layar komputer atau televisi akhirnya bisa kami rasakan secara nyata.  

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Hembusan angin serta pemandangan yang memanjakan mata membuat kami enggan untuk beranjak. 

Hari semakin terik dan masih banyak tempat indah lain yang menunggu untuk kami jamah. Akhirnya kru kapal yang membawa kami menyarankan untuk berpindah lokasi, kali ini kami akan dibawa ke area Pink Beach sebuah pantai yang memiliki pasir berwarna merah muda.

Perjalanan dari tempat kami berdiri ke Pink Beach tidak terpaut jauh, hanya memakan waktu 1 jam perjalanan. Namun, sayang kala itu cuaca sedang mendung, sehingga warna merah muda yang dihasilkan dari pancaran sinar matahari ke pasir kurang begitu jelas. Sehingga kami memutuskan menikmati pesona alam bawah laut dengan melakukan snorkeling. 

Setelah puas bermain air, kami pun kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan menuju hotel. Di tengah perjalanan kru kapal menyajikan menu makanan yang secara khusus dihidangkan untuk kami, secara umum menu yang disajikan terlihat sama. 

Nasi serta lauk-pauk yang digoreng, seketika kami yang sudah menahan lapar sejak menaiki bukit di pulau Padar beberapa jam lalu segera melahap habis semua hidangan yang tersedia.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED