Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Nov 2018 09:17 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Selasa Wage, Saat Malioboro Sepi dari Pedagang Kaki Lima

arief kas
d'travelers
Foto 1 dari 5
Jalanan kota yang bersih dari PKL
Jalanan kota yang bersih dari PKL
detikTravel Community - Ada yang berbeda setiap hari Selasa Wage saat traveler berkunjung ke Malioboro, Yogya. Kawasan ini akan sepi total dari pedagang kaki lima. Ada apa gerangan?

Beruntung tadi malam saya bisa tidur pulas setelah lelah bekerja seharian dan tentu saja Tolak Angin yang mengatasi masuk angin dan membuat tubuh saya kembali bugar. Hari selasa pagi tepat pukul 8.30, saya keluar dari hotel yang hanya berjarak 50 meter dari perempatan stasiun KA Tugu dan Jalan Malioboro.

Ketika menyusuri jalan tersebut, ada yang berbeda pagi itu. Pedestrian jalan kota Malioboro tampak bersih dari kaki lima. Wah, ada apa ya? Pikir saya pagi itu!

Tidak ada satupun pedagang kaki lima yang berjualan. Setibanya di depan Pasar Beringharjo saya sempat menanyakan hal tersebut ke salah satu pengayuh becak yang sedang mangkal di depan pasar.

Ternyata setiap 35 hari sekali yaitu pada hari pasaran Selasa Wage pada penanggalan Jawa, jalan Malioboro mulai dari pukul 00.00-24.00 WIB tertutup untuk pedagang kaki lima. Wow!

Aktivitas perdagangan yang biasanya memenuhi jalan Malioboro diliburkan, sehingga memberi ruang bagi wisatawan menikmati suasana baruyang menjadi ikon kota Yogyakarta tersebut.

Para pedagang, pengayuh becak, kusir andong, seniman dan komunitas masyarakat bahu-membahu dalam membersihkan kawasan Malioboro dan bebas sampah serta kebisingan.

Fasilitas di pedestrian dibenahi oleh Pemkot Yogyakarta dengan lampu-lampu taman yang cantik, tempat duduk yang nyaman di sepanjang jalanan, marka jalan untuk kaum difabel hingga penghijauan.

Sesuai dengan titah dari Keraton Yogyakarta untuk mengembalikan lagi suasana jalan yang ramah bagi masyarakat, kini sudah dijalankan.

Para wisatawan yang datang pun bisa merasakan suasana yang berbeda. Bahkan di malam hari, di Titik Nol, para wisawatan berbaur dengan masyarakat lokal untuk menghabiskan waktu di Kota Gudeg tersebut. Pentas seni pun diadakan oleh salah satu toko serba ada di kota tersebut.

Pertunjukan gamelan dan tarian Jawa ditampilkan di pedestrian kota, sehingga membuat kota ini menjadi lebih hidup dan berseni. Sebuah patung singa besar menjadi ikon baru di kota ini dan sangat instagrammable banget. Luangkan waktu Anda setiap Selasa Wage di Kota Yogyakarta sebagai salah satu Pesona Asia.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED