Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Nov 2018 21:31 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cerita Perjalanan Lombok yang Tak Ada Habisnya

Kurnadi
d'travelers
Foto 1 dari 5
Foto terbaru dengan produk Tolak Angin
Foto terbaru dengan produk Tolak Angin
detikTravel Community - Cerita tentang Lombok tidak habis-habisnya. Banyak destinasi cantik yang menarik untuk diabadikan dan diceritakan.

Saya masih ingat betul sekitar beberapa bulan yang lalu. Tepatnya Februari 2018, selama 4 hari mengikuti wisata ke Lombok NTB. Ketika itu saya dan istri saya, tentu saja hal itu merupakan sebuah kabar yang menggembirakan bagi kami. Tetapi jika ada satu hal yang kurang mengenakkan bagi saya pribadi adalah kondisi geografis kabupaten Lombok yang merupakan gugusan kepulauan kecil. Kabupaten Lombok terletak di Provinsi NTB.

Untuk mencapai tempat Penginapan Hotel Holiday Resort Lombok, saya bersama beberapa teman harus menggunakan transportasi darat dan disinilah kisah masuk angin saya dimulai. Saya berangkat tepat hari Minggu tanggal 18 Februari 2018, dari Gili Trawang menuju Pantai Mandalika. Awal kami berangkat, cuaca cerah dan panas terik. Kira-kira seperempat jam perjalanan tiba-tiba cuaca mendung lalu hujan pun turun sangat deras.

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan sekitar satu jam lebih, kami tiba di Rest Area Restoran. Setelah selesai makan dan istirahat, saya bersama teman-teman melanjutkan perjalanan dengan menaiki Bus. Udara pendingin (AC) kapal yang cukup dingin membuat badan menjadi terasa tidak enak. Sekitar 1 jam kemudian, kami tiba di Pantai Mandalika.

Perjalanan belum berakhir, dari Pantai Mandalika kami harus naik Bus lagi sekitar 2 jam lebih menuju Hotel Holiday Resort Lombok, ke posko tempat panitia membagi semua peserta menjadi beberapa kelompok sekaligus membagi kamar hotel dan teman satu kamar. Hari pertama mengikuti kegiatan saya sudah merasakan keanehan dalam badan saya.

Saya merasa tidak enak badan dan merasa agak linglung. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Di hari kedua saya merasakan daya tahan tubuh saya semakin menurun. Kepala terasa pusing dan linglung, perut kembung dan mual dan badan terasa panas dingin. Sepertinya saya seakan merasa tidak sanggup lagi melanjutkan hingga hari ketiga.

Saya menceritakan hal tersebut kepada Istri saya, lalu mengatakan kekuatiran saya kalau-kalau tubuh saya drop dan tidak dapat melanjutkan dihari berikutnya. Ketika saya menceritakan hal tersebut, sekitar pukul 16.30 sepulang kegiatan, Istri saya mengajak saya ke minimarket, yang jauhnya sekitar 300 meter dari hotel tempat kami menginap.

"Tunggu dulu, sepertinya saya tidak sanggup berjalan ke sana", kata saya.

"Tidak, ayah harus paksa berjalan. Ayah harus bergerak mencari keringat. Itu gejala masuk angin. Di sana nanti kita cari obat masuk angin. Obat gosok atau obat herbal" kata Istri saya memberikan saran.

Dan saya pun memaksakan diri berjalan sekitar 7 menit perjalanan jauhnya. Dan setibanya di minimarket, saya mencari-cari obat yang kira-kira cocok untuk keadaan saya.

Tiba-tiba mata saya tertuju ke Obat Herbal Tolak Angin Sido Muncul dan saya pun mengambilnya 2 kotak sekaligus dan masing-masing kotak berisi 12 sachet, lalu membayarnya di kasir kami pulang ke penginapan. Setiba di penginapan, sehabis makan malam, saya meminumnya 1 sachet. Kemudian saya merebahkan badan lalu tertidur. Kira-kira pukul 24.00 WIB tengah malam saya terbangun.

Badan saya masih terasa lemah. Saya pun meminum 1 sachet lagi lalu melanjutkan tidur. Besok paginya ketika bangun sekitar pukul 04.30 WIB, saya merasa badan saya sudah agak mendingan tetapi belum terasa fit benar. Sehabis berolahraga di lapangan lalu sarapan pagi, saya kembali mengkonsumsi Tolak Angin Sido Muncul secara teratur 3 kali 1 hari. Dan setelah yang 2 kotak tersebut habis, saya membelinya kembali.

Demikianlah akhirnya saya dapat menyelesaikan Wisata saya selama 4 hari penuh tanpa satu hari pun terlewatkan. Hingga hari terakhir, badan saya sehat walafiat tanpa kekurangan sesuatu apapun hingga hari ini. Belakangan saya ketahui ternyata Tolak Angin Sido Muncul adalah obat herbal terstandar yang telah lulus melalui uji praklinik yaitu: uji toksisitas di Fakultas Farmasi Sanata Dharma Yogyakarta, aman dikonsumsi dalam jangka panjang dan uji khasiat di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu Tolak Angin Sido Muncul adalah satu-satunya obat masuk angin yang mendapatkan sertifikat sebagai obat herbal terstandar dari BPOM RI, yang diproduksi dari bahan organik alami yang berkualitas tinggi, seperti: daun mint, jahe, madu, adas dan daun cengkeh. Semuanya diproses di pabrik modern berstandar GMP (Good Manufakturing Practices) dengan quality control yang ketat.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED