Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Nov 2018 11:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Serunya Liburan Keluarga ke Batam

Foto 4 dari 5
Vihara Quam Am Tu, Pulau Galang (Kampung Vietnam)
Vihara Quam Am Tu, Pulau Galang (Kampung Vietnam)
detikTravel Community - Liburan bersama keluarga ke Batam bisa jadi pilihan. Beragam destinasi untuk seru-seruan bisa dikunjungi. Jangan lupa foto ya!

Meski akhir-akhir ini aku agak sering melancong ke sana-kemari, tapi pengalaman liburanku yang paling memberi kesan terjadi di pertengahan tahun 2017, tepatnya bulan Juni, tak lama setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Jika tidak keliru H-2 sebelum keberangkatan, aku dan keluargaku di rumah diberi kabar oleh bapakku bahwa cuti kerjanya kali ini beliau tidak bisa pulang karena ada urusan ini dan itu. Tak berhenti memberi berita duka, setelahnya ia mewartakan berita suka, yaitu menawarkan bagaimana kalau kami sekelurga saja yang terbang menjenguknya sekaligus berlibur di tempat ia bekerja, Batam.

Tanpa perlu mufakat, suara kami satu nada seketika, kami sekeluarga mengiyakan ajakan bapak. Saat itu yang sanggup pergi adalah aku, ibuku, adikku dan kakak perempuanku bersama dua buah hatinya. Sebetulnya aku punya satu Kakak laki-laki, namun sayang, ia beserta keluarganya berdomisili di Bandung dan atas alasan pekerjaan, mereka tidak bisa ikut berlibur bersama kami.

H-1, aku masih ingat betul, di malam Jumat kami baru saja hendak memesan tiket pesawat. Sengaja kami menunda 1 hari pemesanan tiket pesawat atas rekomendasi salah seorang saudara yang mengatakan bahwa akan lebih murah jika memesan tiket peswat di hari Kamis, tepatnya di malam hari. Entahlah alasannya mengapa, yang ku yakini tentu itu tidak ada sangkut paut-pautnya dengan hal-hal mistis. Sebagai keluarga yang jarang bepergian menggunakan transportasi udara, alhasil kami iya-iya saja dan menuruti apa katanya.

Singkat cerita, aku lah yang didelegasikan untuk memesan tiket pesawat oleh keluargaku. Sejauh yang ku htau, portal pembelian segala rupa tiket juga kebutuhan travelling yang termurah ya hanya bermuara di tiket.com.

Betul saja, setelah cek dan ricek harga yang ditawarkan oleh tiket.com memang membuat hati lega. Dengan semangat, segera aku beritahu ibu dan kakakku selaku penyokong dana. Ku sodorkan pada mereka ponsel pintarku dengan layar yang sedang menampilkan harga-harga maskapai pesawat dengan destinasi yang akan kita tuju.

Ku perhatikan mimik muka mereka, awalnya rona mereka datar, tapi tak lama kemudian rona itu merekah berseri-seri. Seakan janjian sebelumnya, kepala keduanya mengangguk seirima dan menjadi perlambang tanda setuju. Serentak, aku pun menyelesaikan transaksi tersebut.

Terlalu bergairah bercampur senang juga deg-degan membuatku tidak tidur semalaman mengingat besok adalah kali pertamaku menaiki pesawat udara. Memang sangat ketinggalan ya, mau kalian sebuat norak pun tak masalah bagiku karena memang begitu kenyataannya.

Esoknya kami terbang dari Soekarno Hatta pukul 11 dan tiba di Hang Nadim pukul 12.45. Setibanya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, kami disambut dengan senyum manis bapak, dengan agak berjalan cepat kami kompak saling berpeluk hangat sejenak. Di sela-sala berbagi rindu itu, aku menanyakan apakah bapak sudah memesankan kami penginapan? Tadinya jika belum, maka tentu aku akan merekomendasikannya untuk memesan lewat tiket.com. Namun sayang, ternyata ia sudah memesankannya. Padahal jikalau belum kami sangat mungkin berpeluang mendapatkan penginapan yang sesuai kriteria kami dengan harga yang sesuai pula. Agak kecewa, tapi tak mengapa, yang penting liburan keluarga ini terjadi.

Seusai menyimpan barang-barang di kamar dan perut telah diisi, kami pun siap untuk memulai petualangan kami mengeksplorasi Batam. Mengingat liburan ini terjadi di tahun lalu, maka aku sedikit samar-samar mengingat urutan destinasi kemana-kemana saja kami selama disana.

Seingatku, kami berswafoto di ikon tulisan 'Welcome to Batam' dengan gaya tulisan ala-ala Hollywood, lalu kami melesat ke ikon lainnya di Batam, yaitu Jembatan Barelang. Tak hanya dua tempat itu saja, kami pun pergi ke KTM Resort, sebuah resort yang menyajika pemandangan elok, yaitu lautan dan dari kejauh terlihat negara tetangga kita, negara Singapura.

Bukan cuma itu saja, di KTM Resort terdapat pula sebuah Patung Dewi Kwan Im Raksasa yang tercatat oleh MURI sebagai Patung Dewi Kwan Im terbesar di Indonesia dengan tinggi 22,37 meter dan berat 112 ton. Masih dalam nuansa Buddha, kami pun mengunjungi Vihara Quam Am Tu di Pulau Galang atau yang lebih sering dikenal Kampung Vietnam dengan segala ceritanya. Di sisi hiburan, kami bermain ke Ocarina Theme Park, sebuah kawasan bermain yang bila dibandingkan boleh jadi 11:12 dengan kawasan bermain yang ada di Santa Monica California. Di akhir tentu kami berburu buah tangan untuk kawan dan sa

nak saudara di pusat oleh-oleh Nagoya, juga ke pusat perbelanjaan. Dan rasanya akan menjadi kurang Batam kalau tidak mampir ke outlet-outlet penjual ponsel pintar yang terkenal murah meriah.

Semua tempat itu dicapai dalam seminggu kami berlibur di Batam. Sebetulnya niat awalnya kami hanya ingin menghabiskan 3 hari saja di Batam, tapi kami baru sadar bahwa kami liburan dimana orang-orang pun sama-sama liburan. Kami liburan di hari libur lebaran, alhasil setiap kami berniat untuk beranjak pulang dengan niat memesan tiket pesawat, semua tiket pesawat dari berbagai maskapai selalu ludes, jika pun ada harganya sudah bisa dipastikan selangit.

Maka dari itu kami menanti hingga hari ke enam akhirnya baru mendapatkan tiket pesawat dengan harga yang sesuai, dan lagi-lagi itu pun berkat tiket.com. Tiket.com memang sang juru selamat, jika tidak ada, mungkin saja kami merubah KTP menjadi penduduk Batam.

Liburan kala itu adalah salah satu liburan yang memorable dan priceless bagi aku pribadi. Seluruh destinasi memang memukau, segala kejadian selama travelling memang menyenangkan tapi tidak ada yang lebih membahagiakan dari itu semua dibanding akhirnya bisa berbagi waktu bersama dan bersenang-senang bersama keluarga terkasih meskipun tidak lengkap seutuhnya. Jangankan bisa berlibur bersama, bisa merayakan hari raya dengan Bapak pun bagiku adalah sesuatu yang sangat langka dan dengan itu akhirnya menjadikannya terasa sangat istimewa mengingat pekerjaannya yang mengharuskan jauh dari kami.

Sekiranya itulah pengalaman liburanku bersama keluargaku. Poinku adalah, kita mungkin bisa saja bepergian ke tempat impian yang kita idam-idamkan akan tetapi menurutku semuanya akan terasa lebih menyenangkan jika bisa dilalui bersama dengan keluarga. Karena kelak, di kemudian hari, setelah beranjak dewasa dan mempunyai keluarga kecil masing-masing, waktu akan menjadi sesuatu yang lebih mahal dibanding berlian ataupun emas 24 karat. Jika diungkapkan singkat dan dalam bahasa umum, maka akan berbunyi, mumpung-mumpung.

Inilah pengalaman liburanku, boleh kubaca pengalaman liburanmu?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED