Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Jan 2019 13:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Lihat Lebih Dekat Kota Terlarang China

jurudamaikudus
d'travelers
Foto 1 dari 4
Gerbang Podium Tiananmen Square dengan potret masif Mao Zedong merupakan akses menuju lokasi penjualan karcis masuk Forbidden City
Gerbang Podium Tiananmen Square dengan potret masif Mao Zedong merupakan akses menuju lokasi penjualan karcis masuk Forbidden City
detikTravel Community - Forbidden City alias Kota Teerlarang merupakan rumah bagi kekaisaran China selama 5 abad. Punya luas 72 hektar, tiap sudutnya punya cerita

Menjadi rumah bagi kekaisaran China selama lima abad, Forbidden City merupakan koleksi arsitektur kuno paling lestari di China. Dibangun dengan mengerahkan satu juta pekerja, komplek ini berisi tak kurang 800 bangunan dengan 9.999 kamar tersebar di area seluas 72 hektar. Menjadikannya sebagai salah satu Pesona Asia dan benar-benar tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang melawat ke Negeri Tirai Bambu.

Kami mengunjungi kota Beijing dari Yogyakarta pada sore hari, pesawat transit dulu di Jakarta sebelum bertolak ke Beijing pada malam harinya. Dari Jakarta diperlukan waktu hingga tujuh jam lamanya untuk sampai ke ibu kota China tersebut. Bepergian jauh seperti ini tentu diperlukan kondisi tubuh yang prima agar rencana wisata tidak berubah menjadi bencana. Oleh karena itu minum Tolak Angin sebelum mengawali perjalanan sangatlah penting karena khasiat yang terkandung dalam obat herbal ini mampu mengatasi masuk angin dan menjaga daya tahan tubuh tetap baik.

Setelah sampai di bandara Beijing pada pukul 5 pagi waktu setempat dan menyelesaikan proses administratif di konter imigrasi, kami keluar dari bandara untuk bersiap mengunjungi satu demi satu destinasi wisata pada pukul 8.30 pagi. Sesaat setelah keluar dari bandara, kami seketika disambut suhu 4 derajat Celcius kota itu.

4 Derajat Celcius adalah suhu yang lazim bagi warga Beijing di pagi hari Musim Gugur namun jelas bukan angka yang wajar bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Mendapati kondisi ini, saya kembali mengambil Tolak Angin dari dalam tas carrier dan setelah meminumnya, saya cukup percaya diri untuk menjelajah di Musim Gugur ibu kota China ini.

Beijing adalah rumah bagi tujuh Situs Warisan Dunia UNESCO. Ketujuh situs tersebut yakni Situs Manusia Peking (Peking Man Sites), Tembok Besar China (The Great Wall), Istana Musim Panas (Summer Palace), Kuil Surga (Temple of Heaven), Terusan Besar China (The Grand Canal), Situs Pemakaman Dinasti Ming (The Ming Tombs) dan Forbidden City. Dari tujuh situs tersebut, pada lawatan yang lalu kami telah mengunjungi tiga di antaranya dan kisah perjalanan ini berfokus pada Forbidden City atau Kota Terlarang.

Menjadi rumah bagi kekaisaran China selama lima abad, kompleks Forbidden City adalah jantung negara sebelum pada 1987 ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Disebut 'Kota Terlarang' karena dahulu rakyat dilarang masuk komplek tersebut tanpa seizin khusus dari sang kaisar. Kunjungan tanpa izin ke istana praktis akan berbuah hukuman mati. Mengapa dilarang? Kami tidak tahu persis alasannya.

"Bisa jadi sang kaisar ingin melindungi privacy-nya atau, sang kaisar hendak menyembunyikan kemewahan dari rakyatnya," demikian kata A Li, tour guide kami.

Forbidden City adalah koleksi arsitektur kuno yang paling lestari di China. Dibangun oleh kaisar ketiga dinasti Ming pada 1406 sampai 1420 dengan bantuan satu juta pekerja, komplek ini berisi tak kurang 800 bangunan dengan 9.999 kamar tersebar di area seluas 72 hektar. Tapi istana ini bukan hanya kumpulan bangunan tua yang antara satu bangunan dengan lainnya miliki desain arsitektur yang nyaris seragam. Bukan. Faktanya, Forbidden City adalah sebuah museum akbar dengan koleksi harta kekaisaran terbesar di negeri ini. Menjadikan salah satu Pesona Asia ini benar-benar tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang melawat ke Negeri Tirai Bambu.

Dari ratusan bangunan, Hall of Supreme Harmony adalah struktur terbesar dan terpenting istana. Ini merupakan tempat dihelatnya acara-acara penting di istana kekaisaran seperti penobatan dan pesta ulang tahun sang kaisar. Struktur arsitektur yang megah membuat mata siapa pun yang memandangnya akan terpesona olehnya. Tidak jelas seperti apa penggambaran di dalam aula tersebut lantaran pengunjung dilarang keras memasukinya.

Sama memesonanya adalah halaman luas yang memisahkan satu bangunan istana dengan lainnya. Ini adalah tempat yang tepat untuk merenungkan kemegahan istana dan kehidupan penghuninya pada masa jayanya. Cobalah pejamkan mata dan rasakan sensasi unik yang tak terkatakan.

14 Kaisar Ming dan 10 kaisar Qing pernah bertahta di Forbidden City dan mendaulatnya sebagai rumah sekaligus panggung bagi segala intrik politik, skandal asmara dan drama selama ratusan tahun yang mengilhami banyak pembuatan film dan penulisan buku. Tidak heran jika pengunjung merasakan sensasi'ghostly' di komplek tua seluas 72 hektar ini. Forbidden City dibangun pada awal abad ke-15 yang berarti semasa dengan Kerajaan Majapahit. Jika demikian, bukankah kompleks ini cukup tua untuk menghadirkan aura 'ghostly' itu?

Di ujung utara Kota Terlarang, sebelum pintu keluar, terdapat Imperial Garden (Taman Kekaisaran), sebuah taman klasik dengan lanskap yang indah, termasuk gua bebatuan karang, pohon-pohon tua nan ikonik dan paviliun-paviliun bergaya khas China lengkap dengan kolam ikan koinya. Di area yang sebenarnya tidak seberapa luas ini, rasa penasaran bercampur kondisi terpesona membuat saya betah untuk berlama-lama sehingga terpisah dari rombongan untuk beberapa saat. Sebabkan orang panik dan khawatir teman satu rombongannya hilang.

Bermaterialkan kayu pada sebagian besar struktur bangunannya membuat Forbidden City rentan mengalami kebakaran. Tercatat beberapa kali insiden kebakaran pernah terjadi baik karena keteledoran maupun kesengajaan. Inilah mengapa banyak dijumpai tong perunggu besar yang (dahulunya) berisi air yang berfungsi sebagai fire hydrant yang banyak tersebar di dalam kompleks istana.

Mulanya dibangun di bawah naungan Kaisar Yongle medio 1400-an hingga jatuhnya dinasti Qing pada 1911, kompleks yang luas ini pernah menjadi pusat pemerintahan China. Selama 500 tahun rakyat dilarang memasuki Forbidden City. Kini, siapapun yang bersedia membayar karcis masuk dapat merasakan secuil kemegahan salah satu Pesona Asia ini. Tertarik mengunjunginya?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED