Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Jan 2019 11:05 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Asia Rasa Eropa Ada di Macau

Kartika Febriyanti
d'travelers
Foto 1 dari 4
Reruntuhan Gereja St Paul
Reruntuhan Gereja St Paul
detikTravel Community - Ingin mencari suasana bernuansa Portugis atau Eropa tapi masih di wilayah Asia? Datanglah ke Macau. Siap-siap terkesima!

Macau, letaknya memang berdekatan dengan Hongkong maka tak heran jika para traveler selalu membuat rencana perjalanan keduanya dalam satu paket liburan.

Sama seperti halnya saya. Setelah mengunjungi Hongkong maka saya menyempatkan pula untuk menginap 2 malam di Macau. Untuk mencapai Macau saya tempuh dengan menggunakan turbo jet dari Hongkong Ferry Terminal, lama perjalanan sekitar 1 jam.

Baik Hongkong maupun Macau, keduanya memang merupakan wilayah dengan status sebagai Daerah Administratif Khusus Republik Rakyat Tiongkok. Selama lebih dari 400 tahun Macau berada dalam jajahan Portugis, hingga akhirnya pemerintah Portugis menyerahkan kedaulatan Macau kepada Republik Rakyat Tiongkok di tahun 1999.

Tak heran jika peninggalan Portugis begitu melekat pada Macau. Tidak hanya dari model atau arsitektur bangunan, gereja, perkantoran dan nama-nama jalan, tapi kue atau penganan pun masih sangat kental dengan peninggalan Portugis.

Coba perhatikan nama-nama jalan di sana yang masih berbahasa Portugis. Ada Avenida yang artinya jalan besar atau jalan raya, ada Rua yang artinya jalan biasa, yang lebih kecil. Ada istilah Largo yang artinya square atau tanah lapang.

Perhatikan pula setiap nama dan penunjuk jalan, selalu terdapat 3 bahasa tertulis di papan petunjuk. Bahasa Portugis, bahasa Cina, dan bahasa Inggris. Cukup unik bukan?

Dan tak mau ketinggalan penganan atau kue egg tart-nya yang terkenal lezat juga merupakan resep peninggalan Portugis. Egg tart ini banyak dijajakan di toko-toko pinggir jalan di sekitar Senado Square dan reruntuhan bangunan gereja St Paul. Ada pula kue lainnya seperti almond cookies. Beberapa restoran dengan menu khas Portugis juga masih ditemukan.

Ruins of St Paul's church atau reruntuhan gereja St Paul merupakan ikon Macau. Semua turis tumpah ruah ditempat ini selain di Senado Square. Kedua tempat inilah merupakan pusat turis dan keramaian Macau.

Macau tidak hanya terkenal dengan banyaknya casino tapi juga bangunan rumah ibadah yang tersebar di seluruh penjuru kota. Dan beberapa diantaranya merupakan situs warisan dunia Unesco.

Ruins of St Paul's church salah satunya. Gereja ini dibangun pada tahun 1602 tapi sayangnya terjadi kebakaran di tahun 1835 hingga hanya meninggalkan halaman depan dengan 4 baris tiang bangunan. Fasadnya mengingatkan kita ke jaman Eropa kuno.

Beberapa gereja pun memiliki arsitektur yang khas Portugis, seperti Gereja St Lazarus dan St Dominic.

Macau juga terkenal dengan surganya para penjudi. Banyak casino disana. Sebutlah seperti Casino Lisboa, Grand Lisboa, dan casino di The Venetian Resort.

The Venetian Resort merupakan mall besar, satu komplek dengan hotel Venetian, yang dapat dicapai dengan menggunakan free shuttle hotel dari Macau Ferry Terminal.

Di dalam The Venetian Resort terdapat casino yang cukup besar juga, sayangnya saya dilarang untuk mengambil gambar atau foto di dalam setiap casino. Padahal ingin sekali saya mengabadikan permainan yang ada di dalamnya.

Yang menarik, di The Venetian Resort terdapat kanal dengan gondola yang dapat kita naiki hingga serasa di kota Venice, Italy dengan pengemudi gondola yang kerap kali bernyanyi sambil mendayung. Patut dicoba.

Tempat-tempat turistik di Macau beberapa dapat diakses dengan berjalan kaki mulai dari Senado Square, Ruins of St Paul's church, sampai ke Grand Lisboa dan Casino Lisboa. Banyak berjalan pasti membuat kita lelah, tapi stamina harus tetap kuat dan terjaga. Buat saya Tolak Angin cukup membantu untuk mengembalikan stamina dan
Mengatasi Masuk Angin. Jadi ke manapun harus selalu dibawa dan dikonsumsi saat bepergian.

Dari perjalanan singkat saya ini, Macau yang bernuansa Portugis, dengan The Venetian Resort yang bernuansa Venice. Maka bagi saya layaknya Asia rasa Eropa.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED