Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Jan 2019 14:47 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menapaki Atap Negeri Jiran, Gunung Kinabalu

Foto 1 dari 4
basecamp Kinabalu Park headquarter
basecamp Kinabalu Park headquarter
detikTravel Community - Gunung Kinabalu adalah gunung tertinggi di Malaysia. Menapaki jalur menuju ke puncak gunung ini, sama juga dengan menapaki atapnya Negeri Jiran.

Untuk melakukan pendakian ke puncak tertinggi di negeri Jiran, Gunung Kinabalu ini sebenarnya mudah. Ada beberapa operator pendakian yang bisa dibooking jauh hari sebelum tanggal pendakian. Harap maklum, pendakian ke Kinabalu punya quota harian yang tidak bisa ditawar.

Gunung Kinabalu memiliki beberapa jalur yaitu jalur Timpohon dan jalur Mesilau. Kedua jalur ini yang biasa digunakan pendaki dari seluruh dunia. Ada juga jalur Ferrata buat para pecinta climbing karena ini merupakan jalur pendakian yang melewati tebing bebatuannya.Pendakian ke Kinabalu bisa dilakukan sepanjang tahun dan wajib menggunakan guide resmi yang ditunjuk oleh operator pendakian.

Dari kota Kinabalu, kita harus menuju ke Ranau yang terletak sejauh 3 jam berkendara untuk menuju ke basecamp pendakian di Kinabalu Park headquarter.Saya mengecek kembali tas ransel saya, 2 jacket, 1 pakaian ganti, 2 kaos kaki, 1 kaos tangan, 1 sarung, 1 jilbab, 1 pashmina, 1 sandal gunung, satu set peralatan mandi, handuk kecil, 1 topi, dan 1 bungkus tissue kering dan basah, serta obat-obatan.

Meski merupakan gunung dengan ketinggian lebih dari 3.000 mdpl, namun Kinabalu memiliki aturan tidak diperkenankan mendirikan tenda dan memasak atau membuat api di hutan. Penginapan dan makan para pendaki telah diatur sedemikian rupa oleh operator pendakian sehingga kita tidak perlu membawa tenda dan peralatan masak selama mendaki gunung Kinabalu.

Jalur pendakian gunung Kinabalu pun sudah tertata dengan rapi. Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa petunjuk arah, shelter atau pos untuk beristirahat, tong sampah serta papan informasi mengenai berbagai flora dan fauna di sekitar shelter tersebut. Dari Basecamp Kinabalu Park headquarter menuju ke basecamp Laban Rata membutuhkan waktu sekitar 3 jam pendakian.

Sekitar 1 kilometer dari basecamp Laban Rata, tiba-tiba gerimis pun mengguyur. Saya pun mempercepat langkah menuju penginapan Laban Rata di bawah guyuran hujan. Sesampainya di penginapan, saya diberikan handuk dan kunci kamar untuk segera mengganti baju yang basah dengan yang kering. Penginapan 2 lantai di tengah hutan ini telah dipenuhi dengan banyak pendaki dari berbagai negara.

Segelas coklat panas dan tolak angin pun segera saya minum untuk menghangatkan badan dan mencegah masuk angin setelah terkena hujan tadi. Kandungan herbal tolak angin membuat badan saya tetap terasa hangat dari dalam dan tetap fit untuk beraktifitas. lalu saya pun segera mengambil makanan yang telah tersaji di penginapan karena perut yang sudah minta diisi. Malam ini saya harus tidur dengan cepat karena pendakian menuju puncak akan dimulai pada pukul 3 pagi waktu setempat.

Pukul 3 pagi, hampir semua pendaki telah bersiap di ruang tengah dan menyantap hidangan yang sudah disiapkan. Kami semua akan menuju puncak tertinggi di negeri jiran ini. Perjalanan menuju ke puncak membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Dengan udara dini hari yang menggigit, saya pun tak lupa meminum kembali tolak angin untuk persiapan menuju ke atap Malaysia.

Setelah 3 jam lebih berjalan dengan santai, akhirnya saya pun berhasil menapak puncak tertinggi gunung Kinabalu yang berada di ketinggian 4095 mdpl. Matahari belum terbit karena di Malaysia, matahari baru akan terbit sekitar pukul 07.25 pagi.

Meski tidak dapat melihat matahari terbit, namun pemandangan dari atas gunung Kinabalu begitu mempesona. Terpaan angin dan hawa dingin di puncak gunung sempat membuat jari-jari dan kulit wajah saya mati rasa selama beberapa saat. Namun badan saya tetap terasa hangat berkat tolak angin yang telah saya minum sebelum memulai pendakian.

Tidak tahan dengan angin kencang di tempat terbuka, akhirnya saya memutuskan batal menunggu matahari terbit dan kembali menuju penginapan Laban Rata. Meski cuma beberapa menit di puncak gunung Kinabalu, namun momen ini menjadi salah satu momen terindah pendakian gunung yang pernah saya lakukan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED