Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Jan 2019 12:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat Jepang Tempo Dulu, Ini Tempatnya

Dessy Natalita P
d'travelers
Foto 2 dari 4
Pemandangan yang sangat menakjubkan
Pemandangan yang sangat menakjubkan
detikTravel Community - Jepang dikenal sebagai negara yang serba modern. Tapi traveler bisa juga melihat Jepang tempo dulu. Semua itu ada di Edo Wonderland.

Ketika memutuskan untuk berlibur ke Tokyo bersama suami di minggu terakhir November ini, saya sebenarnya tidak terlalu bersemangat dikarenakan pikir saya perjalanan ke Tokyo kali ini akan berakhir sama saja seperti perjalanan saya tahun-tahun sebelumnya. Ternyata saya salah!

Beberapa hari sebelum berangkat saya justru tidak sabar untuk pergi mengunjungi Tokyo karena saya menemukan tempat yang sangat unik hasil searchin sana-searching sini. Persiapan pun saya lakukan untuk mengunjungi tempat baru tersebut.

Saya yang biasanya sangat santai bahkan cenderung tidak ada persiapan khusus sebelum berangkat kali ini menjadi sangat ribet. Mulai dari riset masalah transportasi yang akan saya gunakan, cuaca di lokasi tersebut, apa saja yang bisa saya lakukan disana, dan lainnya.

Akhirnya tiba saatnya saya pergi ke Tokyo di tanggal 21 November 2018. Setibanya di Tokyo saya langsung menuju Osaka dan kembali ke Tokyo tanggal 24 November 2018. Hari berganti hari dan akhirnya Minggu menyapa, waktunya pergi ke Edo Wonderland!

Akan tetapi semangat dan semua rencana saya ini nyatanya sedikit berubah karena terlambat bangun yang dipersembahkan oleh cuaca yang sangat dingin dan badan yang sudah sedikit lelah dari perjalanan sebelumnya 3 hari di Osaka.

Saya baru berangkat dari hotel di daerah Shinjuku pukul 11.00 waktu setempat dan baru tiba di Kinugawa-Onsen Station sekitar pukul 14.30. Di stasiun tersebut ada bus yang akan membawa kita menuju Edo Wonderland dalam waktu sekitar 20 menit. Saya akhirnya menginjakkan kaki di Edo Wonderland pada pukul 15.00.

Memangnya Edo Wonderland semenarik itukah sampai saya rela menghabiskan 8 jam perjalanan untuk pergi menuju Edo Wonderland dan kembali ke Shinjuku? Mungkin pertanyaan itu ada terbersit saat baca cerita saya di atas? Jawabannya sederhana. Tentu saja menarik!

Memang sih tiba terlalu sore di Edo Wonderland itu sedikit mengecewakan tetapi saya merasa sangat puas dengan apa yang saya dapatkan disana selama 2 jam. 2 jam? Ya karena mereka tutup pada pukul 5 sore ya teman-teman. Jadi kalau mau lebih puas lagi ya diatur aja waktunya tiba di sana mungkin sekitar pukul 12 siang.

Satu hal yang setidaknya ada hal yang membuat saya senang meskipun kesorean adalah saya dapat harga masuk yang sedikit lebih murah lebih tepatnya hampir 1000 Yen!

Hanya ada satu hal yang saya sesalkan adalah saya tidak sempat berjalan-jalan di Edo Wonderland dengan menggunakan kostum masa Edo yang bisa kita pilih mulai dari menjadi ninja, polisi, sampai menjadi Oiran yang merupakan gadis geisha dengan peringkat tertinggi.

Edo Wonderland sendiri bisa disebut sebagai satu komplek taman bermain dan budaya dengan setting masa Edo yang berada di satu daerah yaitu Nikko. Oh ya, untuk yang belum tahu, masa Edo itu sekitar tahun 1603 sampai tahun 1867 ya.

Nah di Edo Wonderland ini semua pekerjanya memakai kostum layaknya orang-orang di masa Edo, bangunan-bangunannya juga disesuaikan, bahkan tempat sampahnya saja disesuaikan dengan masa Edo yang berbentuk kotak kayu tinggi sekitar 1 meter dan menggunakan tutup kayu juga yang mana kalau kamu tidak jeli kamu tidak tahu bahwa itu adalah tempat sampah.

Sungai yang tampak seperti asli lengkap dengan jembatan tempo dulu dan air yang sangat jernih serta ikan yang sangat banyak dan besar, juga suasana yang sangat tenang akan berhasil membuat kamu merasa bahwa kamu benar berada di masa Edo.

Selain itu di sana saya dapat menikmati pertunjukan secara gratis. Saya dihadapkan pada dua pilihan antara Water Magic Show‚ atau Comedy yang tentunya berakhir dengan saya memilih pertunjukan air dikarenakan kekhawatiran keterbatasan bahasa saat nonton acara Comedy.

Kalau teman-teman mempunyai anak di bawah usia 13 tahun, mereka juga dapat merasakan dan diajarkan bagaimana menjadi seorang Ninja atau Samurai.

Saat saya berkeliling, kebetulan waktu belajar mereka sudah selesai dan mereka berkeliling secara kelompok kemudian menampilkan apa yang mereka pelajari di depan pengunjung dan orang tua mereka. Ini asli seru banget dan ingin rasanya pakai Pintu Kemana Saja Doraemon untuk sebentar pulang ke Indonesia dan jemput keponakanku untuk ikutan menjadi Ninja.

Satu yang membuat saya sedikit takut adalah ketika saya dan suami berkeliling dan tanpa sadar masuk ke satu bagian yang ternyata adalah penjara di masa Edo. Suasana yang sepi ditambah lagi hari mulai gelap semakin membuat saya sedikit merinding. Jalan terus bukannya kami keluar dari bagian itu malah kami masuk ke bagian eksekusinya.

Di sana benar ditampilkan replika bagaimana orang-orang pada masa itu dieksekusi dan cara-cara apa saja yang dipakai. Melihatnya saja saya sudah merinding ini malah ditambah dengan suara-suara yang ah sudahlah tak usah saya teruskan, nulis ini saja masih merinding membayangkannya.

Sebagai bayangan aja nih ya, jam 4 sore di sana itu sudah gelap banget dan karena ini settingan jaman dulu jadi minim lampu pake banget. Satu rumah itu mungkin hanya ada 2 lampu jaman dulu gitu yang kuning oh yang itu lho lampu kita dulu dirumah yang masih pake minyak tanah. Jadi ya bayangin sendiri aja ya gimana.

Akhirnya tibalah waktunya Edo Wonderland untuk tutup. Kami pengunjung tidak diburu-buru untuk keluar tetapi semua pengunjung sadar bahwa itu waktunya untuk keluar. Senang deh kalau ketemu dengan pengunjung tempat wisata yang sadar aturan. Ayo kita juga harus jadi turis yang pintar ya.

Ketika sampai di pintu keluar yang juga adalah pintu masuk Edo Wonderland saya kaget sekali melihat beberapa pekerja yang mewakili semua jenis kostum sudah berdiri berbaris di dua arah, kiri dan kanan, menghadap pengunjung, dan ketika saya berjalan melewati mereka dengan semangatnya mereka memberi salam dan kemudian menunduk. Bukan hanya kepada satu orang saja tetapi kepada semua pengunjung! Saya tercengang ketika melihat prosesi penutupan simbolis pintu itu oleh salah satu dari mereka itu keren sekali!

Itu salah satu keuntungan buat yang datang sore seperti saya ini! Setelah melihat prosesi yang keren itu saya dan suami kemudian antri menunggu bus yang akan membawa kami ke stasiun Kinugawa-Onsen. Ini juga satu hal yang keren banget menurut saya, budaya antri! Kalau menurut saya budaya antri di Jepang ini tidak ada saingannya. Mudah-mudahan kita di Indonesia ini bisa mulai budaya antri ini ya.. Yuk ah di mulai dari kita-kita ini yang sudah pernah merasakan keuntungan antri di negara lain.

Sekian dulu cerita jalan-jalan di Edo Wonderland ya, karena itu keren banget dan saya jadi dapat pengetahuan lebih tentang Jepang, boleh kali ya aku bermimpi kalau nanti Indonesia juga punya tempat satu komplek yang begini jadi bisa sedikit membantu belajar sejarah Indonesia. Sampai ketemu lagi teman-teman.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED