Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 07 Des 2018 12:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Dia Festival Es Paling Keren di China

Neny Setiyowati
d'travelers
Foto 1 dari 5
Ice and Snow World Festival di Harbin menampilkan bangunan-bangunan yang terbuat dari es dan salju yang merupakan terbesar di dunia
Ice and Snow World Festival di Harbin menampilkan bangunan-bangunan yang terbuat dari es dan salju yang merupakan terbesar di dunia
detikTravel Community - Setiap tahunnya, salah satu festival salju dan es paling keren di China digelar di Harbin. Seperti apa keindahannya?

Harbin di China, menggelar festival musim dingin di setiap tahunnya. Festival tersebut berupa seni pahatan dan ukiran dari salju dan es yang merupakan terbesar di dunia. Pastinya akan bikin traveler takjub akan kemegahannya. Spektakuler!

Harbin adalah ibukota Provinsi Heilongjiang yang letaknya di bagian timur laut China, berbatasan dengan Rusia. Ketika winter tiba mendapat hembusan angin dingin dari Siberia, yang mengakibatkan suhunya menjadi super duper dingin, sampai -20 derajat Celsius.

Di suhu ini semua yang berupa cairan akan membeku dengan cepat bila ditempatkan di luar ruangan. Nggak kebayang deh gimana rasanya. Setelah dua minggu bertualang di China di musim dingin membuat saya kebal akan hawa dingin yang ada.

Di tempat-tempat yang sudah saya jejaki suhu terdinginnya -5 derajat Celsius. Mendengar Harbin yang memiliki festival musim dingin termegah, memancing minat saya untuk datang. Tapi suhunya bikin merinding sekaligus menantang saya untuk menjajalnya. Seperti apa rasanya hidup di suhu -20, terlalu ekstrem untuk dialami tapi terlalu sayang untuk dilewatkan. Sekali seumur hidup perlu dilakukan.

Perjalanan ke Harbin saya tempuh dari Kota Shanghai dengan kereta biasa memakan waktu 25 jam. Perjalanan darat terpanjang yang pernah saya lakukan. Sebenarnya ada juga yang jenis high speed tapi harganya juga tinggi, terlalu tinggi untuk traveler sekelas saya. Selama perjalanan saya banyak bertemu dengan orang-orang China yang terkesan dengan saya.

Bagaimana bisa seorang wanita keliling China sendirian tanpa Bahasa Mandarin. Terlalu berani mereka pun salut. Membuat saya sedikit bangga dengan diri sendiri. Tapi memang tidak ada yang perlu ditakuti di China.

Bisa dibilang salah satu negara Asia teraman, saya sudah sering membuktikannya. Seperti ketika jalan malam-malam sendiri. Cowok-cowok China itu cool, nggak ada yang usil. Tapi mereka juga suka membantu bila kita perlu bantuan. Meski 25 jam di bangku kereta, badan saya tetap fit. Padahal penuh sesak berbarengan dengan liburan tahun baru China.

Banyak orang China yang pulang kampung atau memang sedang liburan. Di perjalanan panjang seperti ini, Tolak Angin jadi senjata andalan traveling saya. Hampir tidak pernah merasa lelah, pusing, mual. Karena saya selalu sedia Tolak Angin yang ampuh mengatasi masuk angin.

Setelah saya minum badan saya jadi rileks dan bisa nyaman istirahat. Terkadang saya bagikan ke orang-orang di sebelah saya. Sekalian promosi produk dalam negeri dan orang Indonesia itu suka berbagi. Sesampainya di Harbin barulah musim dingin yang sesunguhnya terasa. Hawa dinginnya memang terlalu sadis.

Saya memakai 3 layer atas bawah sebelum akhirnya ditutup dengan jaket tebal. Kupluk, sarung tangan, sepatu boots dengan alas tebal, masker pelindung muka dan Tolak Angin membuat saya siap tempur dengan suhu dingin Harbin.

Tapi yang bikin semangat adalah pemandangan salju di mana-mana. Balok-balok es menghiasi seluruh kota, cantik. Inilah winter yang sesungguhnya. Ice and Snow World Festival dibuka dari tanggal 24 Desember sampai 25 Februari, dari jam 11 siang sampai jam 10 malam.

Meski buka dari siang, tapi lebih cantik bila dilihat malam hari di mana ada cahaya warna-warni menghiasi bangunan-bangunan yang terbuat dari balok es yang menjadi semakin cantik. Cahaya sudah mulai dihidupkan dari jam 16.30 sore di mana jam segitu memang sudah gelap di musim dingin, karena waktu malam lebih panjang dari siang.

Di pagelaran ini juga merupakan ajang kompetisi yang diikuti oleh orang-orang dari berbagai negara menampilkan hasil pahatan es dan saljunya. Harbin sudah mulai mengadakan festival ini sejak tahun 1963.

Es yang digunakan diambil dari Sungai Songhua yang membeku. Bangunan-bangunan es yang dibuat mengambil inspirasi dari dongeng tradisional China atau arsitektur terkenal dunia seperti piramida, Tembok Besar, dan lain sebagainya.

Untuk pergi ke festival bisa menggunakan bus umum ada no 29, 47, 80, 119, 125, 126, 127 dan bisa langsung turun tepat di TKP area Bingxue Dashijie. Harga tiket masuknya 330 Yuan. Tiket masuk termahal selama saya traveling di China. Tapi memang setimpal banget. Megah, cantik dan unik!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED