Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Jan 2019 10:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Derawan, Kepulauan yang Menawan

Foto 1 dari 4
Selamat datang di Derawan
Selamat datang di Derawan
detikTravel Community -

Datang ke Derawan di Kalimantan TImur tidak hanya sekedar melihat keindahan laut atau pantai. Kamu akan mendapatkan pengalaman yang lebih dari itu.

Kunjungan pertama saya ke Derawan pada Mei 2014. Diawali dari Ahmad Yani, ke Soekarno Hatta untuk bertemu teman terlebih dahulu, lalu berangkat bersama mereka ke Juwata, Tarakan. Dari Tarakan kami melanjutkan perjalanan Derawan dengan menggunakan speed boat. Jangan lupa menggunakan swim vest demi keselamatan ya, apalagi ketika kita mengendarai speed boat, goncangan ombaknya akan sangat terasa. 

Setibanya di Derawan, saya langsung bisa merasakan keindahan alam ciptaan Tuhan. Air lautnya jernih, ombak yang tenang, pasir putihnya bersih, koral dan ikan yang tampak jelas disekitar pantai. Penginapan tempat tinggal kami juga tampak tidak mengecewakan karena kamarnya bersih, Wifi kencang, dan pelayanannya ramah.

Saat itu kami berada di satu penginapan dengan kakek dan nenek dari Jerman dan pasangan pengantin baru dari Korea Selatan. Wow mereka saja jauh-jauh datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan Derawan, kita sebagai warga Indonesia asli pastinya harus lebih paham tentang Derawan. Jangan sampai kalah dengan wisatawan mancanegara yang banyak mengeksplor kecantikan Indonesia sebagai salah satu Pesona Asia. Bisa terbayang juga kan keindahan Derawan? Sampai-sampai banyak wisatawan mancanegara rela jauh-jauh ke sini.

Kegiatan pertama kami di Derawan adalah belajar snorkeling. Di antara teman-teman, saya sendiri yang tidak bisa berenang. Walaupun saya tidak bisa berenang, tapi saya tetap pede. Toh saya juga pakai pelampung dan kaki katak, jadi pasti tetap bisa mengambang.

Hal yang cukup susah menurut saya adalah dengan menggunakan kaca mata untuk snorkeling dan selang nafas, karena saya tidak bisa bernapas melalui hidung melainkan harus melalui mulut, dan saya belum terbiasa. Namun, berkat training singkat ini saya bisa cukup mahir menggunakan peralatan snorkeling dan akhirnya bisa menikmati keindahan bawah laut Kepulauan Derawan.

Selain terkenal dengan keindahan bawah lautnya, Kepulauan Derawan juga memiliki program pelestarian penyu dan tempat penangkaran penyu semi alami yang berlokasi di Pulau Sangalaki. Di sana kami bisa melihat tukik-tukik yang baru menetas dan siap untuk di lepas ke pantai.

Di sana kami dijelaskan bagaimana cara memelihara kelestarian penyu dan juga cara membedakan tukik jantan dengan betina. Perbedaannya adalah tukik jantan punya ekor lebih panjang (karena terdapat organ reproduksi) daripada tukik betina. Yang menarik dari penyu adalah jenis kelamin mereka ditentukan oleh suhu lingkungan sekitar. Jika suhu hangat maka akan menetas tukik berjenis kelamin betina dan jika suhu lebih dingin maka jantan. Begitu unik bukan?

Indonesia dikenal dengan keramahtamahan penduduknya, begitu pula dengan warga Kepulauan Derawan. Ketika kami mengitari kepulauan terlihat bahwa penduduknya sangat ramah pada wisatawan yang datang . Kebanyakan dari masyarakat Kepulauan Derawan bekerja di sektor pariwisata, seperti menjadi pegawai penginapan, memiliki usaha persewaan sepeda, ataupun berdagang souvenir dan juga menjadi nelayan.

Kehidupan mereka juga seperti masyarakat Indonesia kebanyakan, anak-anak bisa bermain dengan bebas bersama dengan teman-teman mereka. Mereka pun tampak sangat bahagia bermain permainan seperti lompat tali, bersepeda, atau bermain bulu tangkis dan bola. Lingkungannya terasa begitu nyaman bukan?

Hal tak terlupakan yang kami alami saat di Derawan adalah sewaktu perjalanan pulang dari Pulau Sangalaki, kondisi langit sangat mendung, dan saat kami berada di tengah laut, tidak jauh dari speed boat kami ada kapal yang mati mesin. Kami pun mendekat dan menawarkan bantuan.

Penumpang kapal tersebut akhirnya dipindahkan ke speed boat kami. Kebetulann rombongan kami menyewa 2 speed boat, sehingga kami bisa mengangkut seluruh penumpang kapal tersebut. Setelah selesai proses evakuasi, hujan pun turun dengan sangat deras dan ombak menjadi tinggi. Kami langsung bergegas menuju pulau agar tidak terjebak oleh cuaca yang lebih buruk.

Derawan memang meberikan banyak kenangan, mulai dari keindahan pantainya, kehindahan biota lautnya, atau pun hubungan antar manusia yang sangat erat dan saling tolong menolong. 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA