Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Des 2018 18:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Air Terjun Film 'Up' Ada di Payakumbuh

Almira Santoso
d'travelers
Foto 1 dari 5
Air terjun Bunta mengingatkan saya dengan air terjun yang berada di film animasi
Air terjun Bunta mengingatkan saya dengan air terjun yang berada di film animasi
detikTravel Community - Traveler mungkin sudah pernah menonton film animasi berjudul 'Up.' Apabila liburan ke Payakumbuh, kamu bisa melihat air terjun yang mirip di film tersebut.

Memikirkan libur kejepit kala itu buat saya mati gaya. Ke mana tujuan selanjutnya. Hunting tiket murah pun mulai saya lakukan. Ke dalam negeri atau ke luar negeri terserah lah, yang penting saya melihat sesuatu yang baru.

Ada pepatah yang mengatakan, 'Once a year go some place you,ve never been before.' Aha! Ketemu juga akhirnya tiket pesawat jurusan Pekanbaru dengan harga miring. Ada apa dan mau apa di sana nanti saja baru dipikirkan, yang penting berangkat saja dulu. Toh di sana ada teman kami, hotel dan transport sudah aman. Tiket sudah ditang dan liburan kejepit kali ini pun aman dari mati gaya.

Sesampainya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, teman kami sudah menunggu di gerbang kedatangan. Seru juga sesekali ternyata pergi dadakan seperti ini.

Malam itu kami pun menginap di rumahnya dan beristirahat sambil memikirkan akan kemanakah kaki ini melangkah esok hari. Setelah melihat-lihat peta, mata kami pun tertuju pada Bukittinggi, Padang.

Keindahan Bukittinggi serta kulinernya yang lezat sudah sering kami dengar, tapi tidak satu pun dari kami pernah pergi ke sana untuk melihat atau mencicipi makanannya. Hore! Akhirnya semua sepakat, besok pagi kami akan ke Bukittinggi.

Jarak Pekanbaru ke Bukittinggi sekitar 222 km. Waktu tempuhnya sekitar 6-7 jam kita sudah bisa sampai. Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan sawah dengan padi yang mulai menguning serta pepohon hijau.

Sebagai anak yang besar di ibukota, pemandangan alam seperti ini jarang sekali saya lihat. Perjalanan kami pun sampai di Kelok Sembilan. Kelok Sembilan ini terletak 30 km sebelah timur kota Payakumbuh.

Untuk melepas lelah, kami memutuskan untuk menepi sejenak sekedar melihat indahnya pemandangan dari atas jembatan sambil menikmati jagung bakar yang dijajakan di pinggir jalan ini. Nikmat!

Setelah puas berfoto-foto dan kenyang makan jagung, kami pun melanjutkan perjalanan. Untuk berfoto-foto di sini utamakan keselamatan yah, karena tidak ada pembatas antara kalian berdiri dan jurang, jadi tetaplah berhati-hati. Safety first!

Setelah sampai kami pun mencari hotel untuk tempat kami tinggal 3 hari ke depan. Badan yang sedikit letih tidak menghalangi rasa penasaran kami untuk segera melihat Jam Gadang yang sudah tersohor itu.

Belum ke Bukittinggi jika belum berfoto di depan jam gadang. Sore itu pun kami lalui dengan berjalan-jalan santai di sekitar jam gadang sambil berbaur dengan penduduk sekitar, menanyakan mereka informasi tentang pemandangan yang harus kami lihat dan makanan apa yang harus kami coba selama di sini.

Hari ini kami memutuskan untuk mengunjungi Ngarai Sianok. Ngarai Sianok juga sering disebut sebagai Lembah Pendiam. Suasana yang sunyi mungkin awal mula lembah ini dikatakan demikian, tapi berbeda dengan perjalanan kali ini. Mungkin dikarenakan pergi di hari libur kejepit, jadilah tempat ini ramai pengunjung.

Meskipun ramai, tidak menutupi keindahan lembah ini untuk dinikmati mata didukung juga dengan udaranya yang bersih dan sejuk membuat kami betah berlama-lama hanya untuk menatap keindahannya.

Lembah sempit ini dikelilingi bukit-bukit tebing bercuram. Kontur Ngarai Sianok ini terbentuk karena proses turunnya sebagian lempengan bumi, sehingga menimbulkan patahan berwujud jurang yang curam.

Saatnya makan siang. Setelah puas menikmati pemandangan di Ngarai Sianok, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pasar Atas. Di pasar ini seperti pasar pada umumnya, tetapi ada yang membuat kami penasaran untuk masuk ke pasar ini.

Menurut informasi seseorang di Jam Gadang kemarin sore, kami harus menikmati Nasi Kapau Uni Lis. Menurut saya pribadi, rasa nasi kapau ini mirip seperti nasi padang dan rasanya sama-sama lezat!

Bukittinggi punya Lubang Jepang loh. Lubang ini dibangun tahun 1942 sebagai pertahanan. Terdapat 21 lubang atau ruangan yang saling terhubung. Ada ruang amunisi, ruang tidur, ruang pengintaian, ruang pelarian, ruang penyiksaan, ruang sidang, ruang rapat, penjara dan dapur. Semuanya terhubung satu dengan yang lain bak labirin.

Disarankan masuk ke sini dengan menggunakan pemandu ya, supaya jelas bagaimana sejarahnya dan tidak tersesat. Ada beberapa restoran yang wajib kalian kunjungi jika bertandang ke Bukittinggi, seperti Rumah Makan Gon Raya Lamo. Di restoran ini terkenal dengan ayam popnya.

Ada juga restoran Sate Mak Syukur. Para pejabat yang datang ke Bukittinggi seringkali bertandang ke restoran ini. Mungkin ini juga yang menyebabkan harga di restoran ini lumayan mahal.

Liburan kami pun hampir usai. Sebelum kembali ke Pekanbaru, kami menyempatkan diri untuk melihat Lembah Harau yang tersohor itu. Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Berada sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh. Batu granit yang terjal dan berwarna-warni mengelilingi lembah ini. Asal muasal kata Harau diyakini berasal dari kata 'parau' yang artinya suara serak.

Dahulu kala, penduduk yang tinggal di atas bukit sering terkena banjir dan longsor sehingga menimbulkan kepanikan. Penduduk di sini sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara yang parau.

Dengan ciri suara penduduk yang parau inilah, maka daerah tersebut dinamakan 'orau' dan kemudian berubah namanya menjadi 'arau' hingga akhirnya sekarang menjadi harau.

Di Lembah Harau ini juga terdapat air terjun yang bernama Air Terjun Bunta. Mengingatkan saya akan film animasi 'Up.' Sungguh indah di pandang mata. Tebing yang tinggi dengan air terjun tinggi, hamparan sawah yang luas, udara yang masih bersih dan sejuk. Betah rasanya berlama-lama di sini.

Oh indahnya Negeriku, Tanah Airku Indonesia.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED